Bahlil tercatat pernah mengenyam pendidikan tinggi di Akademi Keuangan dan Perbankan (Akubank).
Kini kampus tersebut berubah menjadi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Port Numbay di Jayapura.
Bahlil lulus di usia 26 tahun yang terdampak kerusuhan Mei 1998.
Baca juga: Kemungkinan Harga Pertamax 92 Naik, Menteri ESDM Bahlil Angkat Bicara
Kemudian, Bahlil melanjutkan ke jenjang S-2 bidang ekonomi di Universitas Cenderawasih di Papua.
Menteri itu lalu meraih gelar doktor dari Universitas Indonesia tahun 2024, tetapi gelarnya ditangguhkan karena ditemukan dugaan pelanggaran etik dan akademik.
“Saya kebetulan menganut mazhab bahwa kampus tidak menjamin kualitas seorang mahasiswa. Yang menjamin kualitas seorang mahasiswa itu mahasiswa itu sendiri, apalagi rektornya nggak jelas, gitu, kan,” ujar dia yang kemudian disambut dengan riuhan tawa para alumni IPB.
Dalam momen itu, Bahlil sempat bertanya kepada Dr. Alim Setiawan Slamet yang menjadi Rektor IPB pada usia 43 tahun.
“Usia 43, (pendidikan) doktornya enggak sampai 2 tahun? Bahaya ini soalnya. Bahaya kalau ada doktor tidak lebih 4 semester. Berbahaya itu,” katanya sembari tertawa.
Adapun pada tahun 2024 Bahlil sempat menjadi sorotan karena menyelesaikan pendidikan doktor di Kajian Stratejik dan Global UI hanya dalam waktu 1 tahun lebih 8 bulan.
Di samping itu, dia memperoleh predikat cumlaude.
Akan tetapi, gelar doktornya menimbulkan kontroversi.
Disertasinya yang berjudul Kebijakan, Kelembagaan, dan Tata Kelola Hilirisasi Nikel yang Berkeadilan dan Berkelanjutan di Indonesia itu tercoreng oleh dugaan plagiarisme.
UI kemudian menangguhkan gelar doktor Bahlil dan memintanya melakukan revisi.
Pada acara puncak HUT ke-60 Golkar di Sentul, Kamis malam (12/12/2024), Presiden Prabowo pernah mengungkapkan hal itu.
Dalam hatinya, Prabowo pernah bertanya-tanya alasan Bahlil pernah ditunjuk mantan Presiden Jokowi menjadi Menteri Investasi.
Prabowo akhirnya bertanya langsung kepada Bahlil dan jawabannya dibagikan di hadapan ribuan kader Golkar.
"Waktu saya gabung dengan Pak Jokowi di Kabinet Indonesia Maju, kabinet beliau, kabinet Pak Jokowi, saya agak aneh juga beliau dipilih jadi Menteri Investasi," kata Prabowo dikutip dari Tribun Tangerang.
"Biasanya Menteri Investasi itu lulusan universitas di Amerika. Ya kan? Harvard University. Atau Stanford. Atau Berkeley. Kalau enggak Amerika, minimal Inggris lah. Oxford University, Cambridge, atau Sorbonne."
"Benar ini, serius. Aneh ini, kenapa Pak Jokowi milih Pak Bahlil Menteri Investasi. Apalagi beliau dari Papua, kan. Biasanya jabatannya itu Menteri Pembangunan Desa Tertinggal. (Tapi) beliau dipilih Menteri Investasi coba," katanya.
Prabowo pun akhirnya bertanya langsung kepada Bahlil mengenai latar belakang universitasnya meski diawali dengan perasaan tidak enak.
"Waktu saya ketemu, saya tanya, 'Pak Bahlil, Anda...', pelan-pelan saya nanyanya, enggak enak, tersinggung nanti. 'Pak Bahlil, Anda lulus dari universitas mana?'" kata Prabowo.
Prabowo kemudian mendapat jawaban yang tidak disangkanya.
Melansir tayangan Pos Belitung Selasa (20/8/2024), Bahlil punya pengalaman dari orang susah menjadi pengusaha sukses.
Bahlil pernah jualan kue dan menjadi sopir angkot ketika SMA.
Kini, ia menjadi pengusaha sukses.
Baca juga: Sosok Pemilik Tambang Nikel di Raja Ampat yang Bikin Heboh Masyarakat, Menteri Bahlil: BUMN Terkait
Baca juga: Pantas Warga Kecam Tambang Nikel di Raja Ampat, Pulau Piaynemo Diduga Dikeruk, Bahlil: Jaraknya Jauh
Bahkan Bahlil Lahadalia adalah seorang pengusaha yang pernah menjabat sebagai Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI).
Bahlil Lahadalia lahir di Banda, Maluku Utara pada 7 Agustus 1976 dari keluarga yang sederhana.
Ayahnya merupakan seorang kuli bangunan sedangkan sang ibu bekerja sebagai buruh cuci.
Bahlil Lahadalia menempuh pendidikan tinggi di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Port Numbay, Jayapura, Papua.
Memiliki sikap mandiri sejak kecil, ia kerap membantu keluarganya dengan menjajakkan kue di sekolah.
Bahkan ketika di sekolah menengah, Bahlil Lahadalia juga pernah menjadi kondektur hingga part time menjadi sopir angkot.
Baca juga: VIRAL TERPOPULER: Bahlil Disoraki Penipu - Pemicu Orangtua Siswa Laporkan Dedi Mulyadi ke Bareskrim
Bahlil Lahadalia juga pernah menjadi karyawan di bank selama enam bulan.
Begitu selesai kuliah, Bahlil Lahadalia dan temannya kemudian membangun perusahaan, dimulai dari perusahaan konsultan keuangan dan teknologi informasi (TI).
Saat ini, Bahlil memiliki 10 perusahaan di berbagai bidang di bawah bendera PT Rifa Capital sebagai holding company.
Bahlil Lahadalia sejak awal telah menyatakan dukungan politiknya pada Pilpres 2019.
Bahlil mendukung pasangan capres dan cawapres nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin.
Dia bahkan masuk dalam Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Maruf.
Pendidikan
Bahlil bersekolah di SD Negeri 1 Kolaka Timur hingga SMP Negeri 1 Kolaka.
Dia pindah ke Fakfak, untuk melanjutkan ke SMA YAPIS Fakfak.
Kemudian, dia memutuskan untuk belajar di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Port Numbay di Jayapura, sebuah perguruan tinggi swasta lokal.
Saat menjadi kuliah tamu di Universitas Brawijaya, dia mengaku lulus sangat terlambat pada usia 26 tahun.
Karena pendidikannya terhenti akibat keterlibatannya dalam kerusuhan Mei 1998.
Selama menjadi mahasiswa, ia aktif di Himpunan Mahasiswa Islam di Papua.
Hingga akhirnya menjabat sebagai Bendahara Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam.
Baca juga: 5 Wisata Eksotis Raja Ampat, Surga Terakhir di Bumi Kini Terancam Aktivitas Tambang Nikel
Setelah lulus dari Port Numbay, dia bekerja di Sucofindo, sebuah perusahaan milik negara.
Bersama teman-temannya, ia kemudian mendirikan tiga perusahaan bernama PT Rifa Capital, PT Bersama Papua Unggul, dan PT Dwijati Sukses.
Dia memiliki PT Rifa Capital Holding Company dan 10 perusahaan lainnya, dan sebagian besar aktif di sektor transportasi dan properti.
Dia adalah mantan ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia.
Sebagai seorang pengusaha, pada suatu waktu, ia bertemu dengan Joko Widodo yang merupakan sesama pengusaha saat itu dan berteman dengannya.
Persahabatan yang mereka jalin sangat erat sampai-sampai Joko Widodo sendiri menganggapnya sebagai saudara.
Harta Kekayaan Bahlil Lahadalia
Dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) miliknya, tercatat Bahlil memiliki kekayaan Rp310 miliar per 31 Desember 2023.
Rincian aset yang dimilikinya ialah 14 tanah di Kota Jayapura, dua tanah di Kota Jakarta, dan dua tanah yang masing-masing terletak di Kota Gianyar dan Sragen.
Selain tanah, ia juga memiliki dua kendaraan roda empat, surat berharga, serta kas dan setara kas.
Ia tidak tercatat memiliki utang.
Berikut rincian harta kekayaan Bahlil Lahadalia, dikutip dari laman elhkpn.kpk.go.id:
A. Tanah dan Bangunan Rp 291.617.305.000
Tanah dan Bangunan Seluas 717 m2/164.25 m2 di Kab / Kota Jayapura, Hasil Sendiri Rp 10.362.600.000
Tanah dan Bangunan Seluas 278 m2/400 m2 di Kab / Kota Jayapura, Hasil Sendiri Rp 4.671.250.000
Tanah dan Bangunan Seluas 1600 m2/1500 m2 di Kab / Kota Jayapura, Hasil Sendiri Rp 41.410.000.000
Tanah Seluas 509 m2 di Kab / Kota Jayapura, Hasil Sendiri Rp 20.806.000.000
Tanah dan Bangunan Seluas 112 m2/300 m2 di Kab / Kota Jayapura, Hasil Sendiri Rp 5.221.700.000
Tanah dan Bangunan Seluas 120 m2/300 m2 di Kab / Kota Jayapura, Hasil Sendiri Rp 5.221.700.000
Tanah dan Bangunan Seluas 424 m2/1200 m2 di Kab / Kota Jayapura, Hasil Sendiri Rp 41.410.000.000
Tanah dan Bangunan Seluas 2000 m2/1500 m2 di Kab / Kota Gianyar, Hasil Sendiri Rp 46.561.000.000
Tanah Seluas 2490 m2 di Kab / Kota Jayapura, Hasil Sendiri Rp 1.560.450.000
Tanah Seluas 939 m2 di Kab / Kota Jayapura, Hasil Sendiri Rp 1.060.500.000
Tanah Seluas 2490 m2 di Kab / Kota Jayapura, Hasil Sendiri Rp 1.575.600.000
Tanah Seluas 3500 m2 di Kab / Kota Jayapura, Hasil Sendiri Rp 782.750.000
Tanah Seluas 1350 m2 di Kab / Kota Jayapura, Hasil Sendiri Rp 15.554.000.000
Tanah dan Bangunan Seluas 420 m2/600 m2 di Kab / Kota Jakarta, Hasil Sendiri Rp 31.108.000.000
Tanah dan Bangunan Seluas 579 m2/800 m2 di Kab / Kota Jakarta, Hasil Sendiri Rp 41.410.000.000
Tanah dan Bangunan Seluas 750 m2/1200 m2 di Kab / Kota Jayapura, Hasil Sendiri Rp 10.403.000.000
Tanah dan Bangunan Seluas 68 m2/195 m2 di Kab / Kota Jayapura, Hasil Sendiri Rp 7.302.300.000
Tanah Seluas 335 m2 di Kab / Kota Sragen, Hasil Sendiri Rp 5.196.455.000
B. Alat Transportasi dan Mesin Rp 98.400.000
Mobil, Toyota Harier Tahun 2007, Hasil Sendiri Rp 57.800.000
Mobil, Honda CRV Tahun 2010, Hasil Sendiri Rp 40.600.000
C. Harta Bergerak Lainnya Rp 0
D. Surat Berharga Rp 1.612.500.000
E. Kas dan Setara Kas Rp 17.091.871.693
F. Harta Lainnya Rp 0
Sub Total Rp 310.420.076.693
II. Hutang Rp 0
III. Total Harta Kekayaan (I-II) Rp 310.420.076.693