TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta, telah mengajukan sembilan ekor sapi untuk dibeli sebagai hewan kurban Presiden Prabowo dalam momen Idul Adha 2026.
Kepala DKPP Kabupaten Bantul, Joko Waluyo, menyebut, sembilan ekor sapi itu sudah diajukan untuk mengikuti seleksi dan dibeli oleh Presiden Prabowo sejak dua minggu yang lalu.
"Sembilan itu sebarannya di Kapanewon Kasihan dan Kapanewon Pleret. Jenisnya Simmental, Limousin, dan Peranakan Ongole" katanya, kepada awak media di sela-sela tugasnya, Selasa (5/5/2026).
Disampaikannya, satu ekor sapi yang masuk seleksi untuk dibeli oleh orang nomor satu di Indonesia ini minimal berbobot satu ton. Tak heran, jika peternak ada yang memberikan harga jual tertinggi mencapai Rp130 juta.
"Harga tertinggi yang ditawarkan oleh peternak ke tim seleksi Presiden RI itu Rp130 juta. Itu bobotnya 1,02 ton," ujar Joko.
Lebih lanjut, jumlah sapi yang mengikuti seleksi untuk dibeli sebagai hewan kurban Presiden Prabowo pada tahun ini cenderung lebih sedikit dibandingkan tahun sebelumnya.
Pasalnya, pada seleksi hewan kurban tahun 2025 lalu, seekor sapi kurban tersebut minimal memiliki bobot 800 kilogram. Di mana, sapi kurban yang mengikuti seleksi tahun lalu mencapai 13 ekor.
"Karena tahun ini kami naikkan minimal bobot seekor sapi itu satu ton, jadi ada seleksi yang cukup ketat," papar Joko.
Hewan kurban sapi yang ikut seleksi untuk dibeli oleh Presiden Prabowo ini turut dilakukan pemeriksaan kesehatan yang dilakukan di Balai Besar Veteriner Wates bersama DKPP Bantul.
"Kemungkinan pengumuman seleksi sekitar dua minggu lagi. Tapi, kami masih menunggu informasi lanjut dari pusat. Yang jelas, kami sudah memberikan data pusat," tutupnya.(nei)