TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU – Fenomena kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis solar dan pertalite masih terjadi di Pekanbaru hingga Selasa (5/5/2026). Pantauan di lapangan menunjukkan antrean kendaraan di sejumlah SPBU masih mengular panjang, meski stok BBM dilaporkan tersedia.
Beberapa titik yang terpantau mengalami antrean panjang di antaranya SPBU di Jalan Kubang Raya, Jalan Nangka, dan Jalan HR Subrantas. Di lokasi tersebut, kendaraan roda dua maupun roda empat tampak harus menunggu cukup lama untuk mendapatkan BBM bersubsidi.
Seorang pengendara, Andi Wahyudi (34), mengaku sudah mengantre sejak pagi.
“Dari tadi antre, padahal katanya BBM ada. Tapi tetap saja panjang antreannya, bisa sampai berjam-jam,” ujarnya.
Menariknya, di tengah antrean panjang di SPBU, fenomena berbeda justru terlihat di lapangan. BBM jenis pertalite yang sebelumnya sempat langka di tingkat pengecer, kini terpantau melimpah.
Di berbagai ruas jalan di Pekanbaru, pengecer pertalite terlihat kembali berjualan bahkan dalam jumlah yang cukup banyak. Kondisi ini menimbulkan tanda tanya di kalangan masyarakat.
“Dulu sempat kosong di pengecer, sekarang malah banyak sekali. Hampir tiap jalan ada yang jual,” kata Ismail, warga Suka Karya, Panam.
Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Riau. Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, sudah memanggil pihak Pertamina untuk meminta penjelasan terkait kondisi di lapangan.
Baca juga: Harga Cabai Rawit di Pasaran Kota Pekanbaru Pedas di Harga 55 Ribu Per Kilogram
Dalam pertemuan yang digelar di Kantor Gubernur Riau, Senin (4/5/2026), pihak Pertamina Patra Niaga memastikan bahwa ketersediaan BBM sebenarnya mencukupi.
Sales Area Manager Retail Riau Pertamina Patra Niaga, Wilson Eddi Wijaya, menyebut pihaknya terus memantau distribusi dan menjamin stok dalam kondisi aman.
“Kami pastikan stok BBM tersedia. Distribusi terus kami jaga agar tetap lancar di seluruh wilayah,” ujarnya.
Namun, ia mengakui adanya lonjakan konsumsi dalam beberapa hari terakhir. Hal ini dipicu kekhawatiran masyarakat terhadap isu kenaikan harga BBM, sehingga terjadi pembelian dalam jumlah lebih besar dari biasanya.
Untuk mengatasi kondisi tersebut, Pertamina mengambil sejumlah langkah percepatan distribusi. SPBU diminta membuka layanan lebih awal, mulai pukul 06.00 WIB, sementara pengiriman BBM dilakukan sejak pukul 05.30 WIB.
“Sehingga saat SPBU mulai beroperasi, pasokan sudah tersedia dan bisa langsung melayani masyarakat,” jelasnya.
Selain itu, Pertamina juga meningkatkan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Riau dan Hiswana Migas guna memastikan distribusi berjalan optimal dan tidak terjadi gangguan di lapangan.
Menanggapi kondisi ini, SF Hariyanto menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak ingin keresahan masyarakat terus berlanjut. Ia meminta Pertamina benar-benar memastikan distribusi berjalan normal dan tepat sasaran.
“Kami minta distribusi ini betul-betul diawasi. Jangan sampai masyarakat terus dirugikan dengan antrean panjang,” tegasnya.
Ia juga menekankan bahwa situasi ini menjadi catatan penting bagi pemerintah daerah. Pemprov Riau akan meningkatkan pengawasan di lapangan bersama instansi terkait untuk mencegah potensi penyimpangan, termasuk penimbunan atau distribusi yang tidak tepat.
SF Hariyanto berharap langkah percepatan distribusi yang dilakukan Pertamina bisa segera mengurai antrean di SPBU dan mengembalikan kondisi normal.
“Kami juga mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebihan agar pasokan BBM tetap terjaga dan merata,” katanya. (Syaiful Misgiono)
( Tribunpekanbaru.com / Syaiful Misgiono)