Disdikbud Kabupaten Tasikmalaya Tengah Mengkaji Calon Cagar Budaya di Taraju
ferri amiril May 05, 2026 07:35 PM

 

Laporan Wartawan TribunPriangan.com, Jaenal Abidin 


TRIBUNPRIANGAN.COM, KABUPATEN TASIKMALAYA - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Tasikmalaya meninjau Situs Makam Kramat Kaputihan yang berlokasi di Desa Purwarahayu, Taraju, Kabupaten Tasikmalaya, Selasa (5/5/2026).

Peninjauan ini dilakukan bagian dari proses pengkajian situs yang memiliki nilai penting sebagai warisan budaya khususnya di Kabupaten Tasikmalaya.

Selain itu, kawasan ini juga dinilai menjadi saksi perjalanan sejarah lokal yang sarat makna dan kearifan budaya.

Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kabupaten Tasikmalaya Asep Zaini A menjelaskan, pihaknya saat ini tengah memfasilitasi proses kajian melalui Tim Ahli Cagar Budaya (TACB).

"Bidang Kebudayaan hanya memfasilitasi Tim Ahli Cagar Budaya. Di Kabupaten Tasikmalaya sendiri terdapat banyak Objek Diduga Cagar Budaya (ODCB) yang perlu dikaji secara mendalam," ungkapnya.

Asep menjelaskan, pada tahun 2026 ini, TACB bersama tim dari Disdikbud telah melakukan observasi ke sejumlah titik ODCB, termasuk Situs Kaputihan dan Stasiun Manonjaya.

"Apabila semua unsur terpenuhi sesuai ketentuan, maka objek yang semula berstatus ODCB dapat diusulkan menjadi Cagar Budaya. Ini tentu membutuhkan data yang kuat dan kajian yang mendalam," ungkap Asep.

Saat ini Tim Ahli Cagar Budaya Kabupaten Tasikmalaya terdiri dari tujuh orang yang telah memiliki sertifikasi resmi dari Kementerian Kebudayaan.

"Untuk proses penilaian dilakukan secara profesional dan dapat dipertanggungjawabkan," jelasnya.

Senada dikatakan, Tokoh budaya Desa Purwarahayu Iwan Cahyadi mengungkapkan, keberadaan situs bukan sekadar tempat makam biasa, melainkan memiliki nilai historis dan spiritual yang kuat bagi masyarakat.

"Situs ini sudah lama diyakini sebagai peninggalan tokoh penyebar agama di masa lalu," ungkap Iwan.

Iwan berharap, pemerintah benar-benar serius mengkaji dan menetapkannya sebagai cagar budaya.

Di kawasan situs, masih ditemukan sejumlah batu tegak atau menhir yang tersebar di beberapa titik. 

"Menhir-menhir ini bukan benda baru. Ini menunjukkan bahwa kawasan ini sudah lama menjadi tempat penting. Artinya, nilai sejarahnya tidak hanya satu periode, tapi bisa lintas zaman," katanya.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.