RPH Kabupaten Kediri Siap Tampung Puluhan Pemotongan Hewan Kurban
Rendy Nicko May 05, 2026 07:50 PM

TRIBUNMATARAMAN.COM, KEDIRI - Menjelang perayaan Idul Adha 2026, Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) memastikan kesiapan Rumah Potong Hewan (RPH) untuk melayani kebutuhan pemotongan hewan kurban masyarakat.

Plt Kepala DKPP Kabupaten Kediri, Tutik Purwaningsih menyampaikan bahwa RPH di wilayah Kabupaten Kediri pada dasarnya siap beroperasi setiap hari, termasuk saat momentum Idul Adha.

"Kami setiap hari siap sebetulnya. Termasuk menjalankan Idul Kurban pun kami sudah menyiapkan tim," kata Tutik saat ditemui dalam pembukaan kontes ternak di Lapangan Desa Wonorejo Kecamatan Wates, Selasa (5/5/2026).

Menurutnya, keberadaan RPH menjadi solusi penting untuk menjamin kualitas daging kurban yang aman, sehat, utuh dan halal (ASUH). Karena itu, pihaknya terus mendorong masyarakat untuk memanfaatkan fasilitas tersebut.

Baca juga: Pastikan Bantuan Tepat Sasaran, Bupati Kediri Mas Dhito Turun Langsung Tinjau Warga

"Ini juga menjadi salah satu sarana kami mensosialisasikan, lebih baik dipotong di RPH. Akan lebih terjamin kualitas asuhnya daripada dipotong tapi tidak siap dengan menjamin ASUH-nya," jelasnya.

DKPP Kabupaten Kediri juga membuka kesempatan seluas-luasnya bagi masyarakat, takmir masjid, hingga panitia kurban untuk menggunakan layanan RPH selama Idul Adha 2026.

"Di 2026 silakan motong di RPH, berapapun akan kami tampung. Kalau sebelumnya mungkin kisaran puluhan, kapasitas kami 40 ekor masih mampu," ungkap Tutik.

Tutik merinci, kapasitas tersebut berlaku untuk RPH di Pare yang mampu menampung hingga 40 ekor hewan per hari. Sementara itu, untuk RPH di Wates, kapasitasnya lebih terbatas.

"Kalau 40 di Pare saja. Kalau di Wates kurang lebih 15, karena tempatnya sempit," terangnya.

Meski demikian, pihaknya optimistis kebutuhan pemotongan hewan kurban tetap dapat terlayani dengan baik, terutama jika pelaksanaannya dapat diatur selama beberapa hari.

"Kebetulan kalau tiga hari masih memungkinkan. Memang kendalanya, dari evaluasi tahun sebelumnya, rata-rata masyarakat mintanya pagi dan bersamaan," ujarnya.

Tutik mengakui, tantangan tidak hanya pada proses pemotongan, tetapi juga distribusi dan transportasi hewan yang membutuhkan waktu, terutama untuk menjangkau wilayah yang cukup jauh.

"Sementara RPH kami untuk menjangkau beberapa wilayah lain perlu waktu, bisa satu sampai dua jam. Kalau motongnya cepat, tapi transportnya yang kadang agak repot," tambahnya.

Untuk mengatasi kendala tersebut, DKPP juga telah melakukan pelatihan bagi juru sembelih halal (juleha) guna memperluas akses layanan pemotongan di tingkat masyarakat.

"Kami juga melaksanakan pelatihan untuk juleha, ini dalam rangka mempermudah akses takmir-takmir untuk motong di terdekat," jelasnya.

Baca juga: 3 Eks Kades di Kediri Divonis 5-7 Tahun Penjara, Terbukti Suap Pengisian Perangkat Desa 2023

Selain menyediakan jasa pemotongan, RPH Kabupaten Kediri juga menawarkan layanan tambahan seperti pengulitan hewan, meski belum mencakup pengemasan daging.

"Bisa jasa potong, bisa sampai menguliti, tapi memang belum sampai packing," katanya.

Melalui berbagai kesiapan tersebut, DKPP Kabupaten Kediri berharap masyarakat dapat memanfaatkan fasilitas RPH secara optimal demi menjaga kualitas daging kurban sekaligus memastikan proses penyembelihan sesuai standar.

"Kami sangat berterima kasih kalau masyarakat dan teman-teman takmir bisa memanfaatkan RPH Kabupaten Kediri," tutup Tutik.

(Isya Anshori/TribunMataraman.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.