Upaya Pemkab Karawang Tata dan Lindungi Kawasan Pesisir
Joseph Wesly May 05, 2026 07:50 PM

 

Laporan Muhammad Azzam

TRIBUNBEKASI.COM, KARAWANG- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang menyiapkan upaya untuk menata dan melindungi kawasan pesisir.

Garis pantai sepanjang 84 kilometer di Karawang bukan sekadar angka. Wilayah ini merupakan tumpuan hidup bagi ribuan nelayan dan pengusaha tambak.

Namun, potensi besar di Pantura Karawang ini juga dibayangi ancaman lingkungan yang nyata.

"Maka itu masa depan pesisir utara Karawang menjadi fokus utama kami. Senin kemarin kami ada pertemuan dengan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), serta Menteri Kelautan dan Perikanan," kata Bupati Karawang, Aep Syaepuloh pada Selasa (5/5/2026).

Aep menerangkan, Pantura Karawang punya potensi besar di bidang bahari. Akan tetapi juga dihadapkan pada tantangan seperti abrasi, kerusakan mangrove, hingga dampak perubahan iklim.

Menyikapi kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Karawang terus melakukan langkah nyata di lapangan.

"Kami mulai dengan masifnya penanaman mangrove, penguatan koperasi nelayan, hingga pengajuan usulan pembangunan tanggul laut (sea wall)," kata dia.

Pembangunan tanggul ini diprioritaskan untuk wilayah-wilayah kritis yang kerap terdampak, seperti Desa Sedari, Cemarajaya, hingga Pusakajaya Utara.

"Kolaborasi dengan pemerintah pusat ini, diharapkan mampu mempercepat perlindungan kawasan pesisir pantai Karawang secara permanen," imbuhnya.

Langkah ini diambil demi memastikan keamanan masyarakat pesisir, menjaga kelestarian lingkungan, serta memastikan roda ekonomi di wilayah utara Karawang tetap berputar kencang.

Selain infrastruktur makro, kata Aep, Pemkab Karawang juga fokus pada hunian layak bagi warga terdampak bencana pesisir. Program relokasi dan penyediaan rumah terus berjalan sebagai bentuk solusi konkret untuk masyarakat.

"InsyaaAllah, kami Pemerintah Kabupaten Karawang akan segera menyerahkan rumah untuk masyarakat di pesisir yang terkena rob dan abrasi sebanyak 21 rumah, dan yang sudah dihuni sampai saat ini sebanyak 299 rumah," kata Aep. (MAZ)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.