TRIBUNJAKARTA.COM - Pihak terduga pelaku dalam kasus pemukulan terhadap Wakil Ketua Umum PSI, Ronald A Sinaga, kembali angkat bicara.
Kali ini, pelaku bernama Andi mengakui dirinya melakukan pemukulan.
Namun, bukan tanpa sebab.
Ia menyebut tindakannya itu dipicu emosi setelah mendengar dugaan hinaan terhadap orang tuanya.
Dalam keterangannya dari video Rani Stones Sanjaya, Andi mengatakan bahwa insiden berawal saat terjadi percakapan di lokasi kejadian di sebuah firma hukum di kawasan Menteng, Jakarta Pusat.
Ia mengakui tersulut emosi setelah mendengar kata-kata yang dinilainya rasis dan menghina Ical, rekannya yang sudah dianggapnya sebagai orang tuanya.
"Video itu (pemukulan) terjadi karena saya merasa karena Bang Ical sudah saya anggap orang tua saya. Dia menghina dengan kata-kata kasar dan rasis," katanya pada Selasa (5/5/2026).
Sebelum terjadi pemukulan, dirinya sempat memperingatkan Bro Ron agar tidak melakukan kontak fisik terhadap Ical.
Namun, menurutnya, situasi kemudian memanas hingga akhirnya ia melakukan pemukulan.
"Saya akui saya salah pukul dia, tapi saya enggak terima orangtua saya dihina, dimaki terus kata-kata kasar dan rasis keluar dari mulutnya," jelasnya.
Andi juga mengeklaim bahwa setelah insiden tersebut, dirinya justru mendapat serangan balik dari Ronald dan rekannya.
Ia menyebut sempat terjatuh dan dipukul menggunakan kursi.
"Ada rekaman CCTV semua ada. Saya langsung ke puskesmas, diantar ke pihak kepolisian dikasih obat nyeri," katanya.
Selain itu, Andi mengatakan telah membuat laporan ke pihak kepolisian terkait dugaan pengeroyokan yang dialaminya.
Sementara itu, pelaku lainnya bernama Ical memberikan pengakuannya.
Pria yang disebut sebagai Ical mengklaim bahwa dirinya justru lebih dulu menjadi korban pemukulan dan penghinaan oleh Bro Ron sebelum insiden yang viral terjadi.
Dalam keterangannya, Ical menyebut dirinya datang ke kantor firma hukum di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, hanya karena diajak oleh rekannya dan tidak mengetahui persoalan yang sedang berlangsung.
Namun, situasi berubah ketika Bro Ron tiba di lokasi.
"Dia (Bro Ron) datang langsung ngoceh-ngoceh, ngomong-ngomonog, maki-maki saya, nah maki-maki plus dia rasis ditambah tonjok di ulu hati saya," ujar Ical seperti dikutip dari video Bang Rani Stones via akun Misstweet di X pada Selasa (5/5/2026).
Ia menegaskan tidak ada cekcok sebelumnya dengan Bro Ron.
Ical juga membantah bahwa dirinya memiliki hubungan apa pun dengan Waketum PSI tersebut.
Menurutnya, tindakan pemukulan yang kemudian terjadi merupakan bentuk reaksi atas perlakuan yang ia terima.
"Enggak ada adu mulut, dia ngoceh aja nah tangan saya sambil bersedekap. Nah dia ngoceh lalu dilanjutin dengan nonjok pas di ulu hati saya, dia mukul dan saya enggak terima ditambah kepala saya dipegang ditarik ke bawah. Saya dorong dia, dorong dia itu akhirnya ada yang misahin," katanya.
Ical sempat turun ke lantai bawah gedung setelah dipisahkan.
Namun, ia akhirnya kembali naik ke atas untuk membalas serangan dari Bro Ron.
"Saya turun ke bawah abis itu saya naik melakukan pemukulan yang viral itu. (Tindakan saya) Karena balasan, bukan awal. Dan tidak ada cekcok sama sekali, kenal pun enggak. Enggak ada urusan apapun sama dia. Saya berada di tempat dan waktu yang salah. Makanya saya bingung, kok dia viralkan saya. Proses pemukulan dia ke saya enggak ada. Tapi saya ada buktinya, saya lapor balik atas pemukulan itu. Artinya saya mempertanyakan alasan dia pukul saya apa, saya punya urusan sama dia apa?" jelasnya.
Ical juga mengaku telah melakukan visum dan melaporkan balik dugaan pemukulan yang dialaminya kepada pihak kepolisian.
Ia mempertanyakan alasan dirinya dipukul lebih dulu oleh Bro Ron.
Bro Ron menjelaskan kronologi pemukulan yang dialaminya pada Senin (4/5/2026) malam di sebuah kantor firma hukum di kawasan Cikini, Menteng.
Ia datang untuk mendampingi karyawan PT SKS yang hendak melakukan audiensi.
Menurut Ronald, situasi awalnya berjalan normal.
Tiba-tiba saja tiga pria tak dikenal datang dan meminta seluruh pihak keluar dari gedung.
Mereka mengaku sebagai pihak pengamanan kantor dan meminta aksi dilakukan di luar area.
Cekcok tak terhindarkan antara ketiga pria tersebut dengan karyawan PT SKS serta Bro Ron.
Polisi dari Polsek Menteng yang sudah berada di lokasi sempat mengawal ketiga pria itu keluar dari lantai tempat kejadian.
Namun, sekitar 15 menit kemudian, ketiga pria tersebut kembali naik ke lokasi.
Perselisihan kembali terjadi sampai akhirnya dua di antaranya langsung melakukan pemukulan terhadap Ronald.
"Terjadilah pemukulan seperti di video, dua orang yang memukul," ujar Ronald.
Ia menduga, ketiga pria tersebut sengaja kembali ke lokasi untuk memicu keributan.
Ronald juga menyayangkan insiden pemukulan itu terjadi di hadapan aparat kepolisian dan Babinsa yang berada di tempat kejadian perkara.
Saat ini, pihak kepolisian telah mengamankan terduga pelaku dan memastikan proses hukum terus berjalan.