TRIBUNKALTARA.COM, MALINAU - Skrining kesehatan hewan kurban di Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara, diperketat guna memastikan kelayakan konsumsi menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah.
Langkah tersebut diambil melalui pendataan stok serta pemeriksaan klinis pada seluruh jenis hewan ternak baik sapi maupun kambing di sejumlah titik penampungan.
Data sementara menunjukkan ketersediaan sapi saat ini tersebar di 9 lokasi peternakan lokal.
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Malinau, Nerleyson menyebut tim teknis telah memverifikasi populasi ternak di tingkat pengepul.
"Yang kita data ada sembilan pemilik di lokasi seperti Kaliamok, Malinau Seberang, Malinau Hilir, dan Malinau Kota. Tugas kami diantaranya memastikan kesehatan kurban sebelum dibagikan nanti," ungkapnya.
Prioritas pengawasan difokuskan pada mitigasi Penyakit Mulut dan Kuku atau PMK dengan mekanisme vaksinasi berjenjang yang menyerupai protokol kesehatan Covid-19.
Petugas juga menyiapkan pemeriksaan antemortem dan postmortem untuk mendeteksi potensi penyakit yang tidak terlihat secara fisik pada organ dalam ternak.
Baca juga: Jelang Idul Adha 2026, Puluhan Stok Hewan Kurban Tersebar di 9 Lokasi Kabupaten Malinau
Deteksi infeksi cacing hati menjadi perhatian utama saat hari pemotongan guna menjamin keamanan daging yang akan dibagikan kepada masyarakat pemesan kurban.
Selain aspek kesehatan, pemerintah daerah mempertegas larangan pemotongan sapi betina produktif.
"Ini terus kami edukasikan karena ada sanksi pidananya," ucap Nerleyson.
(*)
Penulis : Mohammad Supri