Jatim Borong 3 Penghargaan UB Halal Metric Award 2026 di Malang
Cak Sur May 05, 2026 11:32 PM

SURYA.CO.ID, MALANG - Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) sukses menorehkan prestasi gemilang dengan memborong 3 penghargaan sekaligus dalam ajang bergengsi UB Halal Metric Award 2026.

Acara yang diselenggarakan oleh Universitas Brawijaya di Kota Malang pada Selasa (5/5/2026) ini, menjadi bukti nyata kepemimpinan Jawa Timur dalam memperkuat ekosistem ekonomi syariah nasional.

Keberhasilan ini tidak hanya sekadar seremoni, melainkan refleksi dari infrastruktur halal Jatim yang dinilai paling siap di Indonesia.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), Ahmad Haikal Hasan, kepada Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, yang diwakili oleh Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak.

Rincian Penghargaan: Jatim Dominasi Kategori Utama

Dalam kompetisi ketat ini, Pemprov Jatim berhasil mengamankan dua gelar Gold Winner dan satu Silver Winner. Berikut adalah rincian kategori yang dimenangkan:

  • Gold Winner: Commitment to the Development of Halal Infrastructure 2026.
  • Gold Winner: Commitment to the Development of Halal Education 2026.
  • Silver Winner: Commitment to the Development of Halal Innovation, Collaboration, and Public Empowerment 2026.

Gubernur Khofifah menegaskan, bahwa capaian ini adalah hasil kerja keras kolektif.

"Ini adalah buah sinergi antara pemerintah provinsi, kabupaten/kota, BPJPH, hingga akademisi yang terus fokus pada penguatan produk halal," ujar Khofifah.

Menurutnya, keberpihakan para bupati dan walikota terhadap produk lokal menjadi kunci utama pertumbuhan ekosistem ini.

Menilik Kekuatan Infrastruktur Halal Jawa Timur

Dominasi Jawa Timur dalam ajang ini, didukung oleh data statistik yang sangat kuat. Berdasarkan data terbaru pemerintah provinsi, Jatim memiliki 15 Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) dari total 124 LPH di seluruh Indonesia. LPH sendiri, merupakan institusi krusial yang bertugas memeriksa dan menguji kehalalan sebuah produk sebelum sertifikat diterbitkan oleh BPJPH.

Selain itu, dukungan dari sisi pendampingan proses produk halal di Jawa Timur juga sangat masif. Jatim saat ini memiliki:

  • 85 Lembaga Pendamping Proses Produk Halal (LP3H) dari total 393 secara nasional.
  • 16.424 tenaga Pendamping Proses Produk Halal (PPH) dari total 129.368 secara nasional.

Angka-angka ini menunjukkan, bahwa Jawa Timur memiliki mesin penggerak yang lengkap, mulai dari hulu hingga hilir, untuk memastikan setiap produk UMKM dapat tersertifikasi halal dengan cepat dan akurat.

Pesantren sebagai 'Mesin' Baru Ekonomi Syariah

Salah satu poin unik yang ditekankan Khofifah adalah peran strategis pondok pesantren. Dengan ribuan pesantren yang tersebar di wilayah Jawa Timur, lembaga pendidikan agama ini kini bertransformasi menjadi pusat ekonomi baru.

"Jawa Timur dikenal sebagai provinsi dengan jumlah pesantren terbanyak. Oleh karena itu, pesantren harus menjadi mesin penggerak produk halal," tegas Khofifah.

Hal ini sejalan dengan pandangan Kepala BPJPH, Ahmad Haikal Hasan, yang menyebut bahwa 'Halal is for everybody'.

Menurutnya, halal bukan lagi sekadar isu religius, melainkan nilai tambah (customer value) dan pilar pertumbuhan ekonomi baru (growth economy) yang sudah diakui di berbagai belahan dunia, mulai dari Asia Timur hingga Eropa.

Bagi para pelaku industri dan UMKM di Jawa Timur, pencapaian ini diharapkan menjadi motivasi untuk terus meningkatkan daya saing. Pastikan produk Anda memiliki sertifikasi halal untuk menjangkau pasar global yang kini semakin selektif.

Untuk informasi mengenai bantuan sertifikasi halal, masyarakat dapat berkonsultasi dengan dinas terkait di masing-masing wilayah atau melalui pusat layanan LP3H di Jawa Timur.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.