Next Step Studio Indonesia Bawa Nama Perfilman Tanah Air ke Festival Prancis, Libatkan Reza Rahadian hingga Prilly Latuconsina
Argia Melanie Pramesti May 06, 2026 12:34 AM

Grid.ID - Industri perfilman Indonesia kembali menunjukkan taringnya di kancah internasional. Kali ini lewat program Next Step Studio Indonesia yang resmi diperkenalkan sebagai bagian dari La Semaine de la Critique Film Festival di Prancis.

Program tersebut menghadirkan empat film pendek hasil kolaborasi sineas Indonesia dan Asia Tenggara. Kehadirannya disebut menjadi langkah baru dalam memperkuat diplomasi budaya Indonesia melalui dunia perfilman.

Tak tanggung-tanggung, proyek ini melibatkan delapan sutradara dari berbagai negara Asia Tenggara. Mereka dipasangkan untuk menciptakan karya lintas budaya yang diproduksi sepenuhnya di Jakarta.

Program Next Step Studio Indonesia sendiri merupakan kolaborasi antara La Semaine de la Critique dan KawanKawan Media. Yulia Evina Bhara dan Amerta Kusuma dipercaya menjadi produser dalam proyek internasional tersebut.

Empat film pendek yang dihasilkan nantinya akan diputar di edisi ke-65 La Semaine de la Critique. Ajang itu dikenal sebagai salah satu program bergengsi yang menjadi bagian dari Festival Film Cannes.

Salah satu film yang paling menyita perhatian adalah Annisa garapan Reza Rahadian bersama sineas Filipina, Sam Manacsa. Filmini disebut menghadirkan cerita emosional dengan pendekatan yang menyentuh hati.

Selain Annisa, ada pula Holy Crowd karya M. Reza Fahriyansyah dan Ananth Subramaniam. Film lainnya yakni Original Wound karya Shelby Kho dan Sein Lyan Tun, serta Mothers Are Mothering karya Khozy Rizal dan Lam Li Shuen.

Menariknya, seluruh proses produksi film melibatkan kru lokal Indonesia. Mulai dari tahap produksi hingga pascaproduksi, semuanya dikerjakan oleh tenaga perfilman Tanah Air.

Sejumlah nama besar di dunia hiburan Indonesia juga ikut meramaikan proyek tersebut. Mulai dari Prilly Latuconsina, Happy Salma, Omara Esteghlal, Agnes Naomi, hingga Yudi Ahmad Tajudin terlibat sebagai pemain.

Tak hanya itu, Arswendy Bening Swara dan Yusuf Mahardika juga turut ambil bagian dalam proyek lintas negara tersebut. Deretan aktor ternama itu membuat proyek ini semakin dinantikan pecinta film.

Program ini mendapat dukungan dari banyak pihak, termasuk rumah produksi dan institusi perfilman Indonesia. Beberapa di antaranya Visinema Pictures, Jakarta Film Week, hingga Navvaros Entertainment.

Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia juga ikut mendukung penuh program tersebut. Pemerintah menilai kolaborasi ini menjadi peluang besar untuk membawa talenta muda Indonesia masuk ke jaringan perfilman global.

“Inisiatif ini tidak hanya membuka peluang bagi talenta muda Indonesia untuk menembus jaringan industri global tetapi juga memperkuat diplomasi budaya,” ujar Direktur Film, Musik, dan Seni Kemenbud RI, Irini Dewi Wanti saat konferensi pers Next Step Studio Indonesia, Institut Francais Indonesia, Selasa (5/5/2026).

Dukungan juga datang dari Kedutaan Besar Prancis untuk Indonesia dan Institut Français Indonesia. Kolaborasi budaya antara Indonesia dan Prancis disebut semakin berkembang dalam beberapa tahun terakhir.

Melalui konsep 4 short films, 8 filmmakers, limitless collaborations, program ini diharapkan melahirkan perspektif baru di perfilman Asia Tenggara. Kehadirannya juga menjadi bukti bahwa sinema Indonesia kini semakin diperhitungkan di panggung dunia.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.