TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Jenderal (Purn) Moeldoko mengatakan kini saatnya mengintegrasikan bisnis disertai peningkatan kelas Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), pelestarian lingkungan, dan gaya hidup modern.
Keterangan tersebu disampaikan saat pembukaan gerai Warisan Kopi di Jalan Gunung Batu, Bojong Koneng, Sentul, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, pada Selasa (5/5/2026).
Moeldoko mengatakan Warisan Kopi mengintegrasikan langsung UMKM kuliner, mulai dari soto, bakso, hingga bubur — ke dalam ekosistem kafe.
"Ini bukan sekadar konsep di atas kertas. Bukti nyatanya ada di sini. Pelaku UMKM yang tadinya menjual 30 sampai 50 porsi sehari, setelah bergabung dengan kami kini bisa melayani lebih dari 500 porsi. Yang tadinya mikro bisa naik kelas menjadi kecil, yang kecil bisa menuju menengah. Itulah kolaborasi yang sesungguhnya, " ungkap Moeldoko.
Komisaris Warisan Kopi itu membeberkan seluruh UMKM yang bergabung terlebih dahulu menjalani proses kurasi ketat yang mencakup standar kebersihan, metode memasak, serta kelayakan produk.
Pihaknya bahkan berkomitmen membekali pelaku UMKM dengan peralatan mesin produksi guna mendukung lonjakan permintaan yang signifikan.
Dalam pembangunan, Moeldoko mengatakan pihaknya tidak melakukan penebangan pohon pinus yang tumbuh di wilayah tersebut.
Di atas lahan seluas 1,4 hektare yang dipenuhi pohon pinus alami, pembangunan fasilitasnya dengan koefisien dasar bangunan hanya 7,4 persen dari total luas lahan.
"Artinya, lingkungan tetap dijaga. Tidak ada satu pun pohon yang ditebang. Ini menjadi prinsip dasar kami. Sebanyak apapun uang kita, kita tidak bisa membeli atau mengganti pohon pinus yang sudah berdiri puluhan tahun ini," kata mantan Panglima TNI itu.
Baca juga: Sebut KSP Saat Ini Berbeda dengan Era Moeldoko, Qodari: Bisa Keliling Program-program Prioritas
Dari total 98 karyawan yang bekerja di Warisan Kopi Sentul, sebanyak 62 orang merupakan warga lokal Bojong Koneng dan sekitarnya.
"Dari 98 orang yang bekerja di sini, 62 di antaranya adalah anak-anak lokal dari lingkungan sekitar Bojong Koneng. Kami juga mempekerjakan warga untuk mengelola parkir dengan tarif yang jelas dan tidak ada pungutan liar., " jelas Moeldoko
Bupati Bogor, Rudy Susmanto yang hadir pada acara tersebut menegaskan komitmennya dalam mendorong investasi yang ramah lingkungan sekaligus memastikan perizinan yang mudah, cepat, dan bebas biaya bagi para pelaku usaha.
Rudy memastikan bahwa proyek yang dikembangkan telah memenuhi aspek legalitas dan tata ruang yang sesuai aturan.
“Kehadiran kami di sini menunjukkan bahwa legalitas tempat ini aman dan benar. Semua sudah melalui kajian yang matang,” ujarnya.
Ia juga menyoroti konsep pembangunan kawasan yang dinilai sangat memperhatikan kelestarian lingkungan.
Dengan koefisien dasar bangunan (KDB) hanya 7,4 persen, sebagian besar lahan tetap difungsikan sebagai area resapan air.
“Lebih dari 90 persen kawasan ini tetap menjadi ruang terbuka. Air dikelola melalui sistem kolam resapan sebelum dialirkan ke sungai. Ini contoh investasi yang ramah lingkungan,” jelasnya.
Seiring meningkatnya aktivitas wisata, Pemerintah Kabupaten Bogor juga mempercepat pembangunan infrastruktur.
Salah satunya pembangunan jalur baru yang menghubungkan kawasan Sentul hingga Cikeas dengan lebar jalan mencapai 30 meter, yang ditargetkan rampung pada 2026.
“Jangan sampai tempat wisata berkembang, tapi aksesnya macet. Maka kami siapkan jalur baru untuk mendukung mobilitas,” tegas Rudy.