Strategi Pemkab Karawang Amankan 84 Km Garis Pantai: Dari Sea Wall Hingga Relokasi Warga
Budi Sam Law Malau May 05, 2026 11:35 PM

WARTAKOTALIVE.COM, KARAWANG -- Garis pantai sepanjang 84 kilometer di wilayah utara Kabupaten Karawang bukan sekadar bentang alam biasa.

Kawasan ini merupakan urat nadi bagi ribuan nelayan dan pelaku usaha tambak.

Namun, di balik potensi baharinya yang melimpah, pesisir Karawang kini dibayangi oleh ancaman abrasi parah, kerusakan ekosistem mangrove, hingga banjir rob akibat perubahan iklim.

Baca juga: Pemkab Karawang Akan Tata Kawasan Tuparev Jadi Pusat UMKM dan Wisata Kuliner

Merespons ancaman tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang bergerak cepat dengan merancang strategi komprehensif untuk menata dan melindungi kawasan pesisir utara agar tidak tenggelam.

Bupati Karawang, Aep Syaepuloh, menegaskan bahwa masa depan pesisir Pantura Karawang menjadi prioritas utama kepemimpinannya.

Pemkab Karawang tidak dapat berjalan sendiri dalam menangani dampak kerusakan lingkungan yang masif.

Oleh karena itu, kolaborasi dengan pemerintah pusat terus diperkuat.

"Senin kemarin kami telah mengadakan pertemuan strategis dengan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), serta Menteri Kelautan dan Perikanan," ujar Aep Syaepuloh dalam keterangannya pada Selasa (5/5/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Pemkab Karawang mengusulkan pembangunan tanggul laut (sea wall) permanen.

Infrastruktur makro ini akan diprioritaskan untuk membentengi wilayah-wilayah kritis yang paling parah terdampak bencana rob dan abrasi, di antaranya Desa Sedari, Cemarajaya, hingga Pusakajaya Utara.

Restorasi Mangrove hingga Solusi Hunian Layak

Selain mengandalkan pembangunan fisik berupa tanggul laut, Pemkab Karawang juga gencar melakukan restorasi ekosistem pesisir melalui penanaman pohon mangrove secara masif.

Langkah ini berjalan beriringan dengan penguatan koperasi nelayan guna menjaga roda ekonomi masyarakat pesisir tetap stabil.

Namun, bagi warga yang rumahnya sudah tidak bisa diselamatkan dari terjangan abrasi, Pemkab Karawang memberikan solusi konkret berupa program relokasi ke hunian yang lebih aman dan layak.

Baca juga: Pemotor Tewas Terjerat Benang Layangan, Bupati Karawang Larang Gelasan

"InsyaAllah, kami dari Pemkab Karawang akan segera menyerahkan 21 unit rumah baru untuk masyarakat pesisir yang terkena dampak rob dan abrasi. Hingga saat ini, sebanyak 299 rumah relokasi sudah selesai dibangun dan dihuni oleh warga," pungkas Aep.

Langkah terpadu ini diambil demi memastikan keamanan jangka panjang masyarakat pesisir, mengembalikan kelestarian lingkungan Pantura, sekaligus menjamin aktivitas ekonomi para nelayan lokal tetap berputar kencang tanpa rasa cemas.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.