Dihina-hina tapi Lawan, Inter Milan Bungkam Kritik dengan Gelar Liga Italia 2025/2026
Luky Setiyawan May 06, 2026 12:43 AM

TRIBUNJATIMTIMUR.COM - Inter Milan melawan hinaan dan membungkam kritikan yang mereka dapat dengan meraih gelar Liga Italia 2025/2026 ini.

Ya, Inter Milan telah mengunci gelar Liga Italia atau Scudetto musim ini dengan mengalahkan Parma dengan skor 2-0 dalam laga pekan ke-35 Senin (4/5/2026) dini hari WIB.

Dua gol Inter Milan yang tercipta dalam laga yang dihelat di Giuseppe Meazza tersebut dibukukan oleh Marcus Thuram dan Henrikh Mkhitaryan.

Kemenangan atas Parma itu sudah cukup untuk membuat Lautaro Martinez dkk. menahbiskan dirinya sebagai kampiun Italia.

Baca juga: Kepastian Lautaro Martinez Bersama Inter Milan, Kompatriot Lionel Messi Beri Jawaban Tegas

Baca juga: Rencana Inter Milan di Bursa Transfer Musim Depan, Ada 2 Kriteria, 7 Nama Baru Merapat?

Posisi Inter Milan tidak bisa diganggu gugat oleh Napoli yang berada di bawahnya dengan jarak 12 poin.

Bagi Inter Milan, ini menjadi gelar scudetto ke-21 sepanjang sejarah klub.

Sebuah prestasi yang luar biasa bagi rival sekota AC Milan tersebut.

Apalagi mereka berhasil juara bersama Cristian Chivu yang memulai debutnya bersama tim senior.

Sebelumnya Chivu hanyalah juru taktik tim Primavera yang naik kelas setelah Simone Inzaghi cabut ke Al Hilal akhir musim lalu.

Kesuksesan Inter Milan musim ini dalam merebut gelar Liga Italia juga terbilang tidak mudah.

Pasalnya, musim lalu mereka gagal juara dengan hanya terpaut satu poin dari Napoli.

Kegagalan tersebut mendapatkan sorotan tajam dan kritikan mengingat mereka sempat kalah beruntun di pekan krusial saat ditekuk Bologna dan AS Roma dengan skor identik 0-1.

Terlebih penunjukkan Chivu sebagai allenatore juga dianggap blunder karena dianggap minim pengalaman.

Kini, di tangan Chivu, I Nerazzurri berhasil bangkit dan membuktikan diri mereka layak untuk mendapatkan scudetto ke-21.

Prestasi bagi klub dan Chivu sebagai pelatih mengingat ia pernah mengangkat trofi juara sebagai pemain saat menjadi bagian dari treble bersejarah pada 2010.

"Saya rasa saya sudah seperti itu sebelumnya,” kata Chivu sambil tersenyum seperti dikutip BolaSport.com dari DAZN Italia.

"Saya sudah melakukan beberapa hal sebagai pemain…tetapi saya senang untuk para pemain ini, untuk klub ini, dan untuk para penggemar luar biasa yang telah mendukung kami sejak awal."

"Saya tidak akan mengulangi seluruh cerita musim lalu, ejekan dan penghinaan terhadap kelompok ini."

"Namun, para pemain telah bekerja keras, bangkit kembali, dan menemukan apa yang dibutuhkan untuk musim kompetisi baru," ujarnya.

Lebih lanjut Cristian Chivu mengungkapkan bahwa kebahagiaannya masih sama seperti saat menjadi pemain.

Bedanya, ia kini sudah beruban saat menjadi pelatih Inter Milan.

Ia pun tak lupa mengapresiasi kerja keras para pemainnya hingga Inter bisa menjadi juara Liga Italia.

"Ini adalah gelar ke-21 dan satu halaman lagi dalam sejarah gemilang klub ini," tutur Chivu melanjutkan.

"Dulu saya masih muda, sekarang sudah ada uban di rambut saya, tapi saya sama bahagianya seperti saat masih menjadi pemain."

"Para pemain layak mendapat pujian hari ini, mereka luar biasa," pungkasnya.

Inter Milan masih berpeluang untuk merebut satu gelar tersisa musim ini.

Coppa Italia bisa dikawinkan dengan scudetto jika mereka mampu menaklukkan Lazio di partai final yang dihelat pada Kamis (14/5/2026) pukul 02.00 WIB.

(TribunJatimTimur.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.