BPS Nunukan Rilis Profil Statistik Ibu dan Anak, Pernikahan Dini hingga Pendidikan jadi Sorotan
Amiruddin May 06, 2026 01:49 AM

 

TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN - Badan Pusat Statistik atau BPS Nunukan, Kalimantan Utara,  merilis publikasi “Profil Statistik Ibu dan Anak Kabupaten Nunukan 2025.”

Laporan ini memotret kondisi demografi, pendidikan, hingga kesejahteraan ibu dan anak di wilayah perbatasan tersebut.

Kepala BPS Nunukan, Iskandar Ahmaddien, menyebutkan data ini menjadi dasar penting dalam perencanaan pembangunan daerah ke depan.

“Publikasi ini memberikan gambaran menyeluruh tentang kondisi ibu dan anak di Nunukan.

Harapannya bisa menjadi acuan dalam merumuskan kebijakan yang lebih tepat sasaran,” ujar Iskandar Ahmaddien, kepada TribunKaltara.com, Selasa (5/5/2026).

 

Baca juga: BPS Nunukan: Angka Kunjungan Wisatawan Mancanegara Turun di Awal 2026

 

Berdasarkan data BPS, jumlah penduduk Kabupaten Nunukan pada 2025 mencapai 210.940 jiwa, dengan rasio jenis kelamin sebesar 111,86, yang menunjukkan dominasi penduduk laki-laki.

Dari sisi struktur umur, sebanyak 32,71 persen penduduk berada pada rentang usia 0–19 tahun.

Kondisi ini dinilai sebagai peluang besar menuju bonus demografi jika dikelola dengan baik.

“Ini potensi besar.

Tapi harus diimbangi dengan peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan generasi muda,” jelas Iskandar Ahmaddien.

Namun demikian, BPS masih mencatat sejumlah tantangan yang perlu mendapat perhatian serius. 

Salah satunya praktik pernikahan dini yang masih terjadi, terutama di wilayah pedesaan.

Mayoritas ibu di Nunukan memang menikah pertama kali pada usia 18–24 tahun. 

Meski begitu, pernikahan di usia anak masih ditemukan dan berdampak pada rendahnya tingkat pendidikan perempuan.

“Pernikahan dini ini berpengaruh pada banyak aspek, termasuk pendidikan ibu, dan kesejahteraan keluarga,” kata Iskandar Ahmaddien.

Selain itu, kesenjangan pendidikan antara wilayah perkotaan dan perdesaan juga masih terlihat. 

Di perkotaan, sebagian besar ibu merupakan lulusan SMA, sementara di desa masih didominasi lulusan sekolah dasar.

Di sisi lain, kondisi anak menunjukkan perkembangan positif, terutama dalam kepemilikan akta kelahiran yang telah mencapai lebih dari 96 persen.

 

Baca juga: Penulis Hingga Organisatoris, Berikut Profil Iskandar, Kepala BPS Nunukan Kaltara dan Prestasinya 

Untuk pendidikan, partisipasi sekolah usia 13–15 tahun tergolong tinggi, yakni mencapai 95,7 persen.

Namun, terjadi penurunan pada kelompok usia 16–17 tahun yang hanya sebesar 88,3 persen.

“Ini menjadi perhatian kami, karena ada indikasi anak-anak tidak melanjutkan sekolah atau mulai masuk ke dunia kerja lebih awal,” ungkap Iskandar Ahmaddien.

Iskandar menegaskan, data ini diharapkan dapat dimanfaatkan oleh pemerintah daerah dan pemangku kepentingan untuk memperkuat program pembangunan, khususnya dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“Masih ada tantangan, tapi secara umum kondisi ibu dan anak di Nunukan sudah cukup baik.

Tinggal bagaimana kita bersama-sama memperbaiki titik-titik yang masih lemah,” pungkasnya.

(*)

Penulis: Fatimah Majid

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.