Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Jenderal Louis
AMBON, TRIBUNAMBON.COM – Meningkatnya insiden darurat di kawasan Jembatan Merah Putih (JMP) Ambon sepanjang 2026 mulai menjadi perhatian serius masyarakat.
Dalam lima bulan terakhir, tercatat empat kejadian yang melibatkan warga di jembatan yang menjadi ikon Kota Ambon tersebut.
Psikolog Herbethz Pattiruhu mengingatkan pentingnya kesadaran kesehatan mental, dukungan sosial, dan keberanian mencari pertolongan saat seseorang mengalami tekanan emosional.
“Orang yang mengambil tindakan berbahaya terhadap dirinya sendiri biasanya tidak terjadi begitu saja,” kata Herbethz kepada TribunAmbon.com, Rabu (6/5/2026).
Menurut dia, kondisi tersebut umumnya dipengaruhi berbagai faktor psikologis dan sosial yang berlangsung cukup lama.
“Tidak mungkin hanya karena satu masalah lalu langsung mengambil tindakan ekstrem. Biasanya ada faktor-faktor lain yang menumpuk di belakangnya,” ujarnya.
Herbethz menjelaskan salah satu faktor risiko terbesar adalah ketika seseorang pernah memiliki pikiran negatif terhadap dirinya sendiri atau pernah mengalami kondisi emosional berat sebelumnya.
Selain itu, orang yang memiliki hubungan sosial terbatas dan minim dukungan emosional juga lebih rentan mengalami tekanan mental.
“Orang-orang yang memiliki hubungan sosial lebih sedikit dan memiliki gangguan mental seperti depresi, cemas atau trauma berpotensi mengalami kondisi psikologis yang berbahaya,” jelasnya.
Fenomena Lebih Banyak Dialami Laki-laki
Herbethz juga menyoroti fakta berdasarkan data global International Association for Suicide Prevention maupun di Indonesia, di mana kasus tindakan berbahaya terhadap diri sendiri lebih banyak dialami laki-laki.
Menurutnya, kondisi itu dipengaruhi budaya sosial yang membuat laki-laki cenderung memendam emosi dan tekanan hidup sendirian.
“Ketika ada masalah, emosi dan perasaan yang seharusnya dikeluarkan justru dipendam,” katanya.
Ia menjelaskan, secara psikososial masyarakat lebih menerima perempuan untuk mengekspresikan kesedihan dibanding laki-laki.
Akibatnya, banyak laki-laki memilih menahan tekanan emosional hingga akhirnya berdampak pada kondisi mental mereka.
“Perempuan biasanya lebih mudah mengekspresikan emosi, sementara laki-laki sering dituntut terlihat kuat,” ujarnya.
Baca juga: Ini Kronologi Oknum Brimob Bripka Hendra Aniaya Lansia di Allang, Hakim Vonis 5 Bulan Penjara
Baca juga: Vonis 5 Bulan Penjara Kasus Aniaya Lansia di Allang, Kuasa Hukum Bripka Hendra Huwae Buka Suara
Pentingnya Kesadaran Diri dan Cari Pertolongan
Herbethz menekankan pentingnya self-awareness atau kesadaran diri sebagai langkah awal mencegah seseorang mengambil tindakan yang membahayakan dirinya.
Menurutnya, seseorang harus mulai menyadari ketika kondisi emosionalnya tidak lagi stabil atau mulai muncul pikiran negatif berlebihan.
“Kalau sudah sadar ada hal yang tidak benar dengan diri sendiri, segera cari pertolongan,” katanya.
Ia menyarankan masyarakat tidak ragu meminta bantuan kepada psikolog, psikiater, keluarga, sahabat maupun orang terdekat yang dapat memberikan dukungan emosional.
“Jangan memendam masalah sendiri terlalu lama,” ujarnya.
Empat Kejadian dalam Lima Bulan
Diketahui, sepanjang lima bulan terakhir tahun 2026 tercatat empat insiden darurat di kawasan Jembatan Merah Putih Ambon.
Pada 20 Maret 2026, seorang perempuan berinisial SC (21) tidak berhasil diselamatkan setelah terjatuh dari atas jembatan sepanjang 1.140 meter tersebut.
Kemudian pada 8 April 2026, seorang pria berstatus ASN juga tidak berhasil diselamatkan dalam insiden serupa.
Kejadian berikutnya terjadi pada 27 April 2026 ketika seorang pria berinisial FJ (67) mengalami peristiwa yang sama.
Sementara pada 2 Mei 2026, seorang mahasiswa Universitas Pattimura berhasil diselamatkan warga dan saat ini masih menjalani perawatan medis.
Dari hasil pemeriksaan polisi, mahasiswa tersebut diduga mengalami tekanan psikologis akibat persoalan keluarga, perkuliahan dan masalah pertemanan di kampus.
Kasi Humas Polresta Ambon, Ipda Janet Luhukay mengatakan korban sempat bertengkar dengan ibunya sebelum kejadian.
“Mendengar perkataan tersebut korban merasa kecewa dan stres,” kata Janet.
Fenomena meningkatnya insiden darurat di kawasan Jembatan Merah Putih itu kini menjadi perhatian masyarakat karena jumlah kejadian tahun ini tercatat paling banyak dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Psikolog mengimbau masyarakat agar tidak memendam tekanan emosional sendirian dan segera mencari bantuan kepada keluarga, sahabat, psikolog maupun tenaga profesional ketika merasa kondisi mental mulai terganggu.(*)