Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, M Romadoni
TRIBUNJATIM.COM, MOJOKERTO - Jembatan Cangar akan segera dipasang pagar besi pengaman, demi keselamatan pengunjung yang melewati jalur wisata Mojokerto-Batu.
Rencananya, pagar pengaman jembatan dipasang pertengahan bulan, dan ditargetkan tuntas pada akhir Mei 2026.
PPK Pemeliharaan Jalan Dan Jembatan Wilayah 1 Mojokerto, Dinas PU Bina Marga Jawa Timur, Tri Cahyo Utomo membenarkan terkait rencana pemasangan pagar besi pengaman jembatan tersebut.
Baca juga: Polres Mojokerto Kenalkan SKCK Online ke Pekerja Pabrik di Kawasan Industri Ngoro
"Rencana pertengahan Mei kemungkinan (Pembangunan, Red), yang handle rekan-rekan UPT Malang," ujar Cahyo melalui sambungan telepon, Selasa (5/5/2026).
Pemasangan pagar pengaman jembatan yang direncanakan awal Mei molor akibat terkendala berbagai hal, seperti proses tahapan persetujuan desain gambar dan lainnya.
Kekuatan struktur jembatan juga harus diukur ulang oleh tim ahli, memperhitungkan beban tambahan dari pagar besi pengaman.
"InsyaAllah tengah bulan ini mulai, soalnya kemarin masih persetujuan gambar. Jadi memang harus dikaji terkait beban jembatan, jangan sampai mengabaikan faktor teknis struktur," ucap Cahyo.
Pemasangan pagar pengaman ini sebagai antisipasi lantaran sudah 2 kali peristiwa kelam di Jembatan Cangar.
Dua korban adalah pemuda asal Trowulan, Kabupaten Mojokerto dan pria asal Lumajang Jawa Timur.
Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di bawah jembatan Cangar.
Pria asal Trowulan, Kabupaten Mojokerto ditemukan meninggal dunia di dasar Jembatan Cangar, pada Selasa 31 Maret 2026 lalu.
Setelah kejadian itu, Jembatan Cangar viral dipenuhi pengunjung, sayangnya mereka abai keselamatan berkerumun di tengah jembatan berfoto-foto.
Baca juga: 7 Kepala Sekolah di Kota Mojokerto Berganti, Ning Ita Tekankan Inovasi Pendidikan
Pemerintah Provinsi Jawa Timur selaku pihak berwenang (Jalan dan jembatan) harus bergerak cepat memasang pagar besi pengaman tersebut.
Dari informasi yang dihimpun tercatat sekitar 5 kali upaya percobaan mengakhiri hidup di lokasi yang sama, beruntungnya berhasil digagalkan oleh petugas dan masyarakat setempat.
Sebelumnya, petugas gabungan terpaksa membubarkan pengunjung yang berkerumun di tengah Jembatan Cangar, perbatasan Mojokerto- Batu, pada Minggu (3/5/2026) kemarin.
Pembubaran ini dilakukan sebagai langkah antisipatif kejadian yang tidak diinginkan.
Petugas kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo, Kamto menuturkan, pihaknya meminta pengunjung bijak tidak berhenti di tengah jembatan Cangar.
"Kegiatan ini untuk membubarkan orang-orang yang berhenti di sini (Jembatan Cangar), agar tidak ada yang lain seperti kejadian lalu," kata Kamto di lokasi.
Para pengunjung berhenti untuk foto-foto di lokasi, yang viral usai dua kali insiden di lokasi Jembatan Cangar. Tak jarang pengunjung yang didominasi pemuda-pemudi itu nongkrong di tengah jembatan.
Suasana asri menjadi daya tarik tersendiri, hingga memikat pengguna jalan berhenti di kawasan jembatan.
Papan larangan berhenti di kawasan jembatan tak digubris.
Mereka seolah abai dengan keselamatannya dan pengguna jalan, apalagi kondisi lalu lintas jalur Mojokerto- Kota Batu maupun sebaliknya ramai saat liburan Long Weekend.
"Kondisinya memang ramai seperti menjadi wisata dadakan, kan kita khawatir banyak kejadian itu," ucap Sukamto.
Petugas mengimbau masyarakat khususnya pengguna kendaraan agar tidak berhenti sembarangan di tengah Jembatan Cangar.
"Imbauannya kalau bisa orang tidak berhenti di jembatan, langsung saja lewat biar aman. Nanti kalau berhenti, yang dikhawatirkan pikirannya tidak karuan," pungkas Kamto.