TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, Riza Sunanda memastikan Pemerintah Kabupaten Sambas terus mendorong peningkatan literasi digital masyarakat Sambas, Selasa 5 Mei 2026.
Riza Sunanda mengatakan, tujuan peningkatan literasi digital agar warga semakin memahami etika bermedia sosial. Tak hanya itu masyarakat diharapkan mampu memilah informasi, serta tidak mudah menyebarkan konten negatif.
“Bijak bermedia sosial adalah tanggung jawab bersama. Mari gunakan media sosial untuk hal-hal yang bermanfaat, menyebarkan kebaikan, mendukung pembangunan daerah, dan menjaga nama baik Kabupaten Sambas," kata Riza.
Riza mengajak masyarakat Sambas untuk lebih bijak menggunakan media sosial. Dia menyikapi masih maraknya perilaku bullying, penghinaan, hingga ujaran kebencian yang terjadi di ruang digital.
Riza mengatakan, media sosial mesti menjadi sarana untuk berbagi informasi, mempererat silaturahmi, menyampaikan gagasan, serta membangun komunikasi yang positif.
Namun, kata dia, jikalau media sosial digunakan secara tidak bijak justru dapat menimbulkan persoalan sosial, bahkan berpotensi berurusan dengan hukum.
“Media sosial itu ruang publik. Apa yang kita tulis, unggah, dan sebarkan bisa dilihat banyak orang. Karena itu, masyarakat harus berhati-hati, jangan sampai komentar atau unggahan kita menyakiti orang lain, memfitnah, atau mengarah pada perundungan,” ujarnya.
Baca juga: Jemaah Haji Sambas Perhatikan Kesehatan Fisik Hadapi Cuaca Ekstrem Madinah
Dia menilai, tindakan bullying di media sosial tidak boleh dianggap sepele. Menurut dia, kata-kata kasar, hinaan, ejekan, maupun penyebaran informasi yang merendahkan seseorang dapat berdampak buruk terhadap kondisi mental korban.
“Kadang orang menganggap komentar di media sosial hanya candaan. Padahal bagi korban, itu bisa menjadi tekanan psikologis. Karena itu, mari kita bangun budaya digital yang sehat, santun, dan bertanggung jawab,” ucapnya.
Lebih jauh, dia juga mengingatkan masyarakat Sambas agar tidak mudah terpancing emosi saat melihat perbedaan pendapat di media sosial.
"Perbedaan pandangan merupakan hal yang wajar, namun harus disampaikan dengan bahasa yang baik dan tidak menyerang pribadi seseorang," kata Riza. (*)
!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!