Menyikapi Viralnya Polisi Merokok
Hari Widodo May 06, 2026 06:52 AM

BANJARMASINPOST.CO.ID- VIRAL sekarang memang menjadi senjata bagi masyarakat untuk menuntut keadilan. Apa yang dilakukan aparat, yang dirasa tidak adil bagi masyarakat, bisa diviralkan.

Terbaru dan dekat dengan masyarakat Kalimantan Selatan adalah adanya perwira Kepolisian Daerah (Polda) Kalsel yang merokok sambil menyetir mobil.

 Dia juga tidak mengenakan sabuk pengaman sebagaimana sebuah keharusan. Padahal kedua perbuatan tersebut melanggar aturan berlalu lintas.

Merasa tidak nyaman melihatnya, seorang pengendara sepeda motor pun menegurnya. Namun teguran diabaikan bahkan disahut dengan perkataan yang tidak sepantasnya. Rupanya interaksi tersebut terekam kamera hingga kemudian menyebar di media sosial.

Rekaman percakapan tersebut mendapat respons dari Polda Kalsel. Melalui akun Instagram @humas_poldakalsel_official, Selasa (5/5), Polda Kalsel pun meminta maaf. Demikian pula pelaku.

Ini merupakan respons yang positif. Mereka mau mengakui kesalahan dan diharapkan lebih menjaga aturan dan etika. Bagaimana mungkin aparat penegak hukum melakukan pelanggaran di saat memiliki tugas menegakkan aturan.

Memang sepertinya merokok sambil berkendaraan bukan persoalan yang serius. Ini kerap dilakukan pengendaraa lain. Namun hal ini menjadi serius jika dilakukan aparat. Terlebih jika bara rokok mengenai mata pengendara lain di belakangnya.

Demikian pula jika tidak mengenakan sabuk pengaman. Sabuk pengaman adalah untuk keselamatan pengendara.

Kecelakaan bisa menimpa siapa saja, termasuk polisi. Artinya, polisi tidak bisa mengabaikannya karena tidak bakal kena tilang.

Polda Kalsel meminta maaf karena menyadari posisinya sebagai lembaga penegak aturan. Menyadari posisi ini penting agar polisi tidak salah bersikap. Ini pernah ditunjukkan saat menyikapi demonstrasi mahasiswa di DPRD Kalsel beberapa waktu lalu.

Kepolisian daerah ini tidak menghalangi massa sehingga bisa menyampaikan aspirasi kepada wakil rakyat. Alhasil, unjuk rasa tidak berujung ricuh seperti di banyak daerah lain.

Masyarakat Kalsel cinta damai. Hal tersebut harus ditanggapi kepolisian di provinsi ini dengan sikap yang sama. Aspiratif juga harus ditumbuhkan pada diri anggota Polda Kalsel. Dengan demikian masyarakat respek kepada aparat berseragam cokelat ini.

Polda Kalsel juga jangan sampai anti terhadap aksi viral masyakarat terhadap anggotanya, bahkan kalau bisa ditumbuhkan.

Beri ruang bagi masyarakat untuk mengadu dan mengirim video oknum yang melanggar hukum dan etika.

Publikasikan penanganan terhadap anggota yang melanggar. Tindak tegas polisi yang melanggar etika, aturan, apalagi melakukan tindak pidana.

Ini agar memberikan efek jera bagi anggota Polri di Kalsel yang mencoreng nama baik institusi. Apalagi sekarang citra Polri sangat mengkhawatirkan. (*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.