Ade Supriyatna Ulik Makna Filosofis Tradisi Lebaran Depok, Cerminan Nilai-nilai Luhur pada Leluhur 
Hironimus Rama May 05, 2026 11:35 PM

Laporan Wartawan TribunnewsDepok.com, M Rifqi Ibnumasy 

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, TAPOS -  Ketua DPRD Depok Ade Supriyatna menjelaskan makna filosofis yang terkandung dalam tradisi yang dilaksanakan pada perayaan Lebaran Depok.

Tokoh muda Depok itu menyebut, tradisi utama dalam Lebaran Depok merupakan pemenuhan kebutuhan dasar para leluhur di masa lalu.

Menurut Ade, filosofi utama Lebaran Depok adalah memastikan terpenuhinya kebutuhan pangan dan sandang bagi seluruh masyarakat.

Baca juga: Ketua DPRD Depok Ade Supriyatna Naik di Kepala Reog Ponorogo saat Perayaan Lebaran Depok 2026 

“Jadi alhamdulillah Lebaran Depok ini filosofinya memenuhi kebutuhan pangan dan sandang,” kata Ade saat menghadiri perayaan Lebaran Depok di Tapos, Selasa (5/5/2026).

Pada perayaan Lebaran Depok, terdapat beberapa tradisi yang dilestarikan seperti ngubek empang, ngaduk dodol, andil kebo, nyedeng pasang baju.

“Ngubek empang itu untuk memenuhi kebutuhan ikan, ​ngaduk dodol tradisi pembuatan panganan khas,” ungkapnya.

“​Andil kerbau/kebo yakni pemotongan hewan untuk memenuhi kebutuhan daging dan ​nyedeng pasang baju itu kegiatan di Alun-Alun untuk memenuhi kebutuhan pakaian (sandang),” sambungnya.

Acara ini menggambarkan nilai-nilai luhur pendahulu masyarakat Depok, yaitu sifat guyub, gotong royong, dan kerja sama.

Dari sudut pandang sosial, puncak acara ditandai dengan tradisi Bawa Rantangan, yang melambangkan bahwa melalui kebersamaan ini.

“Semua lapisan masyarakat dapat merasakan sukacita lebaran dengan kebutuhan yang tercukupi secara merata,” pungkasnya. (m38)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.