TRIBUNJATENG.COM, JEPARA - 2026 menjadi tahun dimana titik pengembangan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Kabupaten Jepara dimulai.
30 UMKM dengan berbagai jenis produk merapat pada sebuah program baru Pemkab Jepara bernama "Kartini Inkubator Bisnis".
Wadah bagi pelaku UMKM yang berniat mengembangkan dunia usaha masing-masing, menjadikan UMKM di Bumi Kartini naik kelas.
Ya, pengembangan usaha yang dimaksud berkaitan dengan peningkatan omzet, peningkatan produksi, perbaikan kualitas produk dan packaging. Juga market pasar produk yang semakin luas tembus ke pasar global.
Baca juga: Pesona Masjid Astana Sultan Hadlirin Jepara, Peninggalan Pahlawan Nasional, Ukiran Akulturasi Budaya
Dari 30 pelaku UMKM yang beruntung tahun ini, satu di antaranya Muchammad Dwi Rivaldo (23).
Rivaldo merupakan pemuda kreatif asal Karimunjawa yang kini mengembangkan bisnis di bidang pengolahan rumput laut jadi aneka makanan.
Bisnis pertamanya adalah sebuah dodol rumput laut diberi nama Dorula.
Produk tersebut memanfaatkan hasil alam berupa rumput laut yang dibudidayakan dan tumbuh subur di perairan Karimunjawa.
Dari rumput laut, kini Rivaldo sudah bisa membuat makanan dodol dan berkembang ke jajanan steak.
Usahanya baru dirintis sejak 2025, namun pemasaran produknya sudah sampai ke beberapa negara. Di antaranya Jepang, Taiwan, hingga Mesir.
Namun Rivaldo masih membutuhkan pendampingan UMKM untuk mengembangkan bisnis rintisannya agar bisa tembus pasar global. Dikenal di dalam negeri dan diminati di berbagai negara.
"Saya masih butuh masukan terkait kualitas produk saya, packagingnya, juga bagaimana produk saya lebih awet tahan lama dengan menggunakan pengawet makanan alami."
"Termasuk bagaimana membranding potensi Jepara dalam sebuh kemasan produk," tuturnya.
• May Day di Jepara, 1.100 Buruh Pilih Bersih-bersih Pantai, Tak Ikut Demontrasi
Kartini Inkubator Bisnis dimaksudkan untuk memperkuat ekosistem UMKM dan industri lokal dengan mendorong lahirnya wirausaha baru yang mandiri dan berdaya saing.
Program tersebut digagas Dinas Koperasi, UMKM, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi (Diskopukmnakertrans) Kabupaten Jepara.
Kepala Diskopukmnakertrans Jepara, Zamroni Lestiaza mengatakan, program pendampingan Kartini Inkubator Bisnis 2026 dilaksanakan selama tujuh bulan secara paralel.
Dari total 87 pendaftar, terpilih 30 pelaku usaha (tenant) yang lolos seleksi. Mereka dibagi ke dalam enam kelompok, masing-masing terdiri dari lima peserta atau tenant.
Setiap kelompok mendapatkan pendampingan intensif dari satu mentor dan satu pendamping selama program inkubasi bisnis berjalan.
Melalui program ini, peserta berhak mendapatkan berbagai fasilitas dari pemerintah daerah seperti workshop tematik, business matching untuk membuka akses pasar dan permodalan, benchmarking sebagai studi komparasi bisnis, hingga literasi sertifikasi halal dan akses ketenagakerjaan.
"Program ini wujud komitmen Pemkab Jepara dalam mengembangkan UMKM agar naik kelas," terangnya.
Baca juga: Jepara Ajukan Bantuan 29 LKP ke Kementerian: Kami Butuh Diakui Sebagai Lembaga Vokasi Non-Formal
Bupati Jepara, Witiarso Utomo menyampaikan, peserta inkubasi didorong terus meningkatkan kapasitas dan kapabilitas usaha yang dijalankannya.
Sebagai kepala daerah, Mas Wiwit meminta Diskopukmnakertrans melakukan evaluasi terhadap berbagai kelemahan UMKM Jepara saat ini.
Supaya ke depannya Jepara memiliki satu rumusan masalah UMKM sebagai landasan atau pijakan sebuah program pembinaan UMKM digarap lebih serius.
Melalui program inkubator bisnis ini, Mas Wiwit berharap lahir tunas-tunas wirausaha yang bisa memperkuat ekosistem industri lokal Jepara. Sekaligus mendukung ekonomi keluarga.
Dia juga berpesan kepada pelaku UMKM menyusun roadmap Iebih lanjut.
Mas Wiwit menegaskan bahwa keberhasilan program ini membutuhkan komitmen bersama.
Para peserta diminta memiliki roadmap bisnis yang jelas minimal sampai 2030, serta target peningkatan omzet.
Melalui program inkubator bisnis, Witiarso mengingatkan bahwa pelaku UMKM Jepara tidak boleh patah semangat di tengah jalan. Bagaimana menjadikan setiap peluang usaha.
Mas Wiwit juga mengingatkan agar para peserta tidak berhenti di tengah jalan. Bagian dari investasi penting untuk masa depan sektor usaha lokal Jepara mendunia.
"Target bukan sekadar bertahan, tetapi bagaimana usaha bisa naik kelas. Mari bangga dengan UMKM lokal, sinergi kuat, Jepara hebat," tegas dia.
Tak hanya itu, Kartini Inkubator Bisnis juga disiapkan agar UMKM Jepara dapat berdaya saing. (*)