Milenial Ngargosoko Sulap Sedekah Sampah Jadi Berkah, Bantu Anak Yatim
Yoseph Hary W May 06, 2026 01:14 AM

 

‎TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Inisiatif kreatif ditunjukkan puluhan anak muda di Desa Ngargosoko, Kecamatan Srumbung Kabupaten Magelang. 

Melalui komunitas Bank Sampah Muda Berkarya, mereka berhasil mengelola sedekah sampah warga menjadi sumber dana sosial untuk membantu anak yatim dan masyarakat yang membutuhkan.

Olah sampah jadi berkah

‎Ketua Bank Sampah Muda Berkarya, Septyo Nugroho, menyampaikan bahwa sebanyak 47 anggota yang didominasi generasi milenial aktif mengelola sampah secara rutin setiap selapan atau 35 hari sekali.

‎“Sampah dari warga kami pilah antara organik dan anorganik. Untuk organik dijadikan pupuk, sementara plastik, kertas, besi, dan aluminium kami jual ke pengepul,” jelasnya, Selasa (5/5/2026).

‎Dia melanjutkan hasil penjualan tersebut kemudian dimanfaatkan untuk kegiatan sosial. Di antaranya membantu anak-anak yatim, membagikan takjil di masjid dan musala, serta menjalankan program Jumat Berkah dengan membeli hasil panen warga untuk dibagikan kembali kepada masyarakat.

‎Komunitas yang berdiri sejak 2023 ini mengusung konsep pengelolaan sampah berkelanjutan berbasis 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Selain menjaga lingkungan, kegiatan ini juga memberikan nilai ekonomi yang nyata.


Sampah bernilai ekonomis‎

Bendahara komunitas, Dwi Septi, bersama anggota Uswatun Khasanah, mengungkapkan bahwa saldo pengelolaan sampah saat ini telah mencapai sekitar Rp7 juta.

‎“Kalau masyarakat tahu sampah punya nilai ekonomis, mereka akan berpikir ulang untuk membuang sembarangan. Bahkan ini bisa jadi usaha sampingan yang menjanjikan,” ujarnya.

‎Selain berdampak ekonomi, Bank Sampah Muda Berkarya juga menjadi wadah pembelajaran organisasi bagi anggotanya yang berusia 18 hingga 22 tahun, mayoritas pelajar dan mahasiswa.

‎Dukungan juga datang dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Magelang. Pelaksana Harian Kepala Bidang PSPKLH DLH, Soko Wibowo, menilai keterlibatan generasi muda dalam pengelolaan sampah sebagai langkah positif yang patut dicontoh desa lain.

‎“Sekitar 75 persen pengelolaan sampah melibatkan generasi milenial. Ini sangat membanggakan dan sejalan dengan program Desa Gemar Mengelola Sampah (De-Gemes) tahun 2026,” ujarnya.

‎Kepala Desa Ngargosoko, Suhudin, juga mengapresiasi keberadaan komunitas tersebut. Menurutnya, peran anak muda dalam pengelolaan sampah tidak hanya berdampak pada kebersihan lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat sosial bagi warga.

‎“Ini langkah luar biasa. Selain menjaga lingkungan dan kesehatan, juga mampu membantu warga yang membutuhkan,” katanya.

‎Gerakan ini menjadi bukti bahwa pengelolaan sampah yang tepat tidak hanya menyelesaikan persoalan lingkungan, tetapi juga mampu menghadirkan nilai ekonomi dan sosial yang berkelanjutan bagi masyarakat.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.