SRIPOKU.COM, PALEMBANG — Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi di Palembang berdampak langsung terhadap perubahan pola konsumsi masyarakat.
Sejumlah pengendara kini beralih menggunakan BBM yang lebih murah, sehingga menyebabkan lonjakan pembelian BBM subsidi seperti Bio Solar dan Pertamax.
Pengawas SPBU di kawasan Kenten, Dedi, mengungkapkan adanya peningkatan signifikan sejak harga BBM nonsubsidi mengalami kenaikan.
“Kalau peningkatan itu ada, semenjak BBM naik banyak yang beralih dari Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex ke Bio Solar dan Pertamax. Didominasi kendaraan pribadi,” ujar Dedi saat ditemui, Selasa (5/5/2026).
Ia menyebutkan, kendaraan pribadi seperti Pajero, Innova, hingga Fortuner kini ikut mengantre BBM subsidi.
Diketahui, harga BBM nonsubsidi saat ini mengalami kenaikan, di antaranya Pertamax Turbo Rp20.350 per liter, Dexlite Rp26.600 per liter, dan Pertamina Dex Rp28.500 per liter.
Sementara itu, harga BBM subsidi masih relatif lebih rendah, yakni Pertalite Rp10.000 per liter, Pertamax Rp12.600 per liter, dan Bio Solar Rp6.800 per liter.
Akibat lonjakan permintaan tersebut, pihak SPBU harus menambah pasokan BBM lebih sering dari biasanya.
“Terkadang dalam satu minggu itu sudah melapor 3 sampai 4 kali untuk penambahan stok,” katanya.
Salah satu pengendara mobil pribadi, Mamat, mengaku terpaksa beralih dari Pertamax Turbo ke Pertamax biasa demi menekan pengeluaran.
“Kalau mau beli Bio Solar harus antre lama, bukanya juga malam. Besok pagi sudah kerja, jadi terpaksa beli Pertamax biasa,” ujarnya.
Sementara itu, pengemudi angkutan kota, Aziz, memilih tetap menggunakan Bio Solar meski harus mengantre cukup lama.
“Biasanya habis gajian pakai Dexlite, tapi sekarang mau tidak mau harus hemat, jadi pakai Solar,” kata Aziz.
Ia juga mengeluhkan kondisi penumpang angkot yang semakin sepi karena kalah bersaing dengan ojek online.
Menurutnya, kondisi tersebut diperparah dengan kenaikan harga BBM nonsubsidi yang membuat beban operasional semakin berat.
“Sekarang angkot lagi sepi, jadi harus pintar-pintar atur keuangan untuk kebutuhan rumah tangga,” ujarnya.
Aziz berharap pemerintah dapat menurunkan kembali harga BBM nonsubsidi agar kondisi kembali normal.
“Kita harap harganya turun, jangan seperti ini terus. Apalagi mobil pribadi ikut antre Solar, jadi makin lama menunggu,” tutupnya.