TRIBUNJAKARTA.COM - Kasus pemukulan yang menimpa Wakil Ketua Umum PSI, Ronald A Sinaga atau Bro Ron, di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, menjadi sorotan.
Insiden yang viral di media sosial ini tak hanya mengungkap kronologi berbeda antara korban dan terduga pelaku,tapi juga memicu perhatian aparat kepolisian.
Ada apresiasi yang diberikan untuk pihak kepolisian dalam menangani kasus tersebut.
Di sisi lain, pengakuan dua sosok yang diduga sebagai pelaku justru memunculkan klaim mengejutkan.
Mereka mengaku lebih dulu menjadi korban sebelum akhirnya terjadi aksi balasan.
Perbedaan keterangan yang tajam memunculkan pertanyaan besar terkait kelanjutan kasus tersebut.
Kasus ini dilatar belakang konflik terkait urusan firma hukum dan gaji karyawan membuat kasus ini semakin kompleks.
Tak hanya itu, langkah saling lapor dan munculnya bukti visum semakin memperkuat indikasi bahwa perkara ini berpotensi berlanjut ke proses hukum.
Berikut lima sorotan tajam dari perjalanan kasus tersebut, dirangkum TribunJakarta.com:
Auditor Kepolisian Madya TK II Itwasum Polri, Kombes Manang Soebeti, ikut menyoroti kasus ini lewat media sosial.
Ia mengapresiasi kinerja Polsek Metro Menteng yang dinilai bergerak cepat.
“Good job Kapolsek Metro Menteng. Preman pemukul @brorondm udah masuk kandang,” tulisnya.
Dalam tangkapan layar percakapan, Kapolsek AKBP Braiel Rondonuwu juga memastikan penanganan kasus telah berjalan.
“Untuk perkara Pak Ronald (Bro Ron) sudah kami tangani, terduga pelaku sudah kami amankan untuk diproses,” tulisnya.
Pria yang disebut sebagai Ical mengklaim bahwa dirinya justru lebih dulu menjadi korban pemukulan dan penghinaan oleh Bro Ron sebelum insiden yang viral terjadi.
"Dia (Bro Ron) datang langsung ngoceh-ngoceh, ngomong-ngomonog, maki-maki saya, nah maki-maki plus dia rasis ditambah tonjok di ulu hati saya," ujar Ical seperti dikutip dari video Bang Rani Stones via akun Misstweet di X pada Selasa (5/5/2026).
Ia menegaskan tidak ada cekcok sebelumnya dengan Bro Ron.
Ical juga membantah bahwa dirinya memiliki hubungan apa pun dengan Waketum PSI tersebut.
Menurutnya, tindakan pemukulan yang kemudian terjadi merupakan bentuk reaksi atas perlakuan yang ia terima.
"Enggak ada adu mulut, dia ngoceh aja nah tangan saya sambil bersedekap. Nah dia ngoceh lalu dilanjutin dengan nonjok pas di ulu hati saya, dia mukul dan saya enggak terima ditambah kepala saya dipegang ditarik ke bawah. Saya dorong dia, dorong dia itu akhirnya ada yang misahin," katanya.
Sementara itu, rekannya, Andi, juga memberikan pernyataan terkait insiden tersebut. Ia mengakui melakukan pemukulan terhadap Bro Ron.
Namun, ia menyebut tindakan itu dipicu emosi setelah mendengar dugaan hinaan bernuansa rasis terhadap Ical.
"Saya akui saya salah pukul dia, tapi saya enggak terima orang tua saya dihina, dimaki terus kata-kata kasar dan rasis keluar dari mulutnya. Ketiga abis mukul itu, Bro Ron sendiri dan dua temannya balik juga nyerang saya. bahkan ketika saya jatuh, saya bangkit dipukul pakai kursi," katanya.
Versi Ical menyebut adanya makian hingga dugaan rasisme yang memicu keributan.
Namun, Bro Ron membantah tegas tuduhan tersebut.
“Tidak ada pernyataan rasis dan tidak ada pemukulan duluan dari saya. Kalau saya pukul duluan, silakan proses hukum,” ujarnya.
Ia juga menegaskan tuduhan rasis tidak masuk akal.
“Pernyataan rasis tidak mungkin ada. Sopir saya ada di lokasi dan dari suku yang sama dengan mereka,” tambahnya.
Menurut Bro Ron, insiden bermula dari persoalan audiensi terkait gaji karyawan PT SPS di kantor firma hukum MPP.
“Kita tidak larang mereka mengamankan kantor, tetapi teman-teman SKS keberatan meninggalkan lantai 4 gedung,” jelasnya.
Situasi ini disebut memicu ketegangan antara kedua pihak di lokasi.
Ical menyatakan telah mengambil langkah hukum dengan melakukan visum dan melapor ke polisi.
“Saya sudah visum dan melaporkan kejadian ini,” ujarnya.
Langkah ini membuka peluang kasus berlanjut, dengan kedua pihak sama-sama membawa versi masing-masing ke ranah hukum.
Baca juga: Saling Klaim, Terduga Pelaku Sebut Dipukul Duluan dan Dihina Rasis, Bro Ron Membantah
Baca juga: Orang Tuanya Dipukul dan Dihina, Pelaku Akui Hajar Bro Ron: Saya Gak Terima
Baca juga: Good Job! Kombes Manang Soebeti: Pelaku Pemukul Waketum PSI Bro Ron Sudah Masuk Kandang