Mobil listrik dipastikan dapat insentif lagi dalam waktu dekat. Lalu gimana dengan mobil hybrid?
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkap bahwa pemerintah bakal segera merilis aturan insentif untuk kendaraan listrik. Insentif itu ditargetkan akan mulai bergulir pada Juni 2026. Sebagai awalan, insentif ini akan dinikmati 200.000 kendaraan listrik, mobil dan motor masing-masing 100.000 unit.
Purbaya mengatakan skema penyalurannya masih dalam tahap finalisasi dan akan diumumkan lebih lanjut oleh Kementerian Perindustrian dan Kemenko Perekonomian. Ia bilang, langkah ini bagian dari upaya mendorong pertumbuhan ekonomi dalam jangka pendek.
"Ini untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dalam jangka pendek ke depan, triwulan III dan ke tempat. Juni awal akan jalan itu salah satu kebijakan itu. Nanti akan diumumkan lagi Menteri Perindustrian dan Menko aperekonomian," kata Purbaya dalam konferensi pers APBN Kita.
Adapun insentif yang diberikan besar kemungkinan adalah PPN DTP (Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah). Namun demikian, besarannya belum diketahui dengan pasti. Purbaya menegaskan insentif PPN DTP ini berlaku khusus untuk mobil listrik. Sementara mobil hybrid yang juga diketahui menggunakan baterai tak termasuk di dalam insentif tersebut.
"Jadi yang diomongin tadi PPN ya, PPN ditanggung pemerintah itu ada yang 100 persen ada yang 40 persen nanti masih disesuaikan skemanya itu untuk utamanya EV yang bukan hybrid," terang Purbaya.
Bicara insentif DTP, sebenarnya bukan hal baru bagi mobil listrik. Tahun lalu, pemerintah juga telah memberikan insentif PPN DTP untuk mobil listrik produksi dalam negeri dengan TKDN minimal 40 persen. Tarif PPN yang seharusnya 12 persen namun berkat insentif jadi hanya 2 persen. Alhasil, harga mobil listrik juga jadi lebih murah.
Sementara mobil hybrid, insentif yang diberikan skemanya berbeda dengan mobil listrik. Tahun lalu, pemerintah memberikan insentif berupa diskon PPnBM sebesar 3 persen dari tarif semestinya. Ini berlaku untuk mobil jenis full hybrid, mild hybrid, dan plug-in hybrid. Namun untuk tahun 2026, belum diketahui lebih lanjut nasib insentif mobil hybrid.




