Terungkap 2 Pelaku yang Aniaya Waketum PSI Ronald Sinaga, Apa Motif di Baliknya?
Dedy Qurniawan May 06, 2026 11:03 AM

 

BANGKAPOS.COM -- Dua pelaku penganiayaan Wakil Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia, Ronald A Sinaga kini disorot publik.

Keduanya memukul Ronald atau Bro Ron di kawasan Menteng, Jakarta Pusat.

Kabar tersebut tersiar usai video kejadian diunggah oleh Ahmad Sahroni melalui akun Instagram pribadinya,Selasa (5/5/2026).

Dalam video tersebut, terlihat seorang pria mengenakan pakaian krem lebih dulu mendekati Bro Ron dan mencoba mengajaknya berbicara. Namun, tidak mendapat tanggapan karena korban memilih menjauh.

Baca juga: Video: Trump Minta Iran Kibarkan Benderah Putih, Beri Peringatan Jika Berani Serang Kapal

Situasi kemudian berubah tegang ketika pria lain yang mengenakan pakaian hitam tiba-tiba melayangkan pukulan ke arah wajah korban.

Tak berhenti di situ, pria berbaju krem kembali mendekat dan terkesan ingin melanjutkan aksi penyerangan. Keduanya juga tampak berupaya memberikan tekanan kepada korban di lokasi.

Keributan tersebut akhirnya berhasil diredam oleh orang-orang di sekitar tempat kejadian, termasuk seorang anggota TNI yang turut membantu melerai.

Dalam unggahan videonya, Ahmad Sahroni juga menyampaikan permintaan agar aparat penegak hukum segera menindaklanjuti kejadian tersebut.

"Saya minta tolong perhatian @kapoldametrojaya @divisihumaspolri @polsekmetromenteng_official," demikian tulis keterangan dalam unggahan Ahmad Sahroni.

Menanggapi peristiwa itu, Kapolsek Menteng AKBP Braiel Arnold Rondonuwu membenarkan adanya kejadian pemukulan.

"Benar ada kejadian seperti di video. Pak Ronald sudah membuat laporan Polisi," ujarnya saat dikonfirmasi.

Usai insiden, korban langsung mendapat penanganan medis dan dibawa untuk menjalani visum guna memastikan kondisi fisiknya.

Lantas siapa dua sosok pelaku tersebut?

Sosok pelaku

Hingga kini belum dibeberkan terkait identitas pelaku yang menganiaya Ronald Sinaga.

Sementara itu, dua terduga pelaku kini telah diamankan di Polsek Menteng untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

"Terduga pelaku sebanyak dua orang sudah kami amankan di Polsek untuk diproses lanjut," kata Braiel.

Selain mengamankan pelaku, polisi juga telah meminta keterangan dari korban serta dua saksi yang berada di lokasi saat kejadian berlangsung.

Hingga kini, aparat kepolisian masih mendalami motif serta kronologi lengkap di balik aksi kekerasan tersebut.

Kronologi Versi Korban

Ronald menjelaskan bahwa awalnya ia mendampingi karyawan PT SKS untuk melakukan audiensi di kantor firma hukum MPP yang berlokasi di Jalan Soeroso, Cikini, Menteng.

Ia mengaku diminta hadir karena memiliki hubungan profesional dengan pimpinan kantor tersebut.

"Kenapa ajak saya? Karena pimpinan kantor hukum MPP ini adalah mantan partner saya tahun lalu. Dan saya diminta bantu mediasi," jelas Ronald.

Audiensi tersebut berlangsung bersamaan dengan aksi karyawan PT SKS di depan gedung.

Sekitar pukul 18.00 WIB, tiga pria tak dikenal datang dan mengaku sebagai pihak keamanan gedung. Mereka meminta seluruh peserta audiensi untuk keluar.

"Mereka bilang mereka disitu sebagai pengamanan kantor dan meminta untuk semua keluar dari gedung. Kalau mau aksi di luar gedung saja," lanjutnya.

Perdebatan pun tak terhindarkan antara ketiga pria tersebut dengan karyawan PT SKS serta Ronald.

Situasi sempat mereda setelah aparat dari Polsek Menteng datang dan mengawal ketiga pria itu turun dari lantai atas gedung.

Namun, sekitar 15 menit kemudian, mereka kembali naik ke lantai 4 tempat kantor MPP berada.

Ketegangan kembali terjadi. Ronald menyebut, hanya sekitar 10 detik setelah adu mulut berlangsung, dua orang langsung menyerangnya.

"Terjadilah pemukulan seperti di video, 2 orang yang mukul," tutur Ronald.

(Bangkapos.com/Tribunnews Maker/Tribunnes)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.