Kisah Pilu Dokter Magang Unsri, Dokter Myta Meninggal Diduga Kelelahan Kerja Berlebih
Tim TribunTrends May 06, 2026 11:07 AM

TRIBUNTRENDS.COM -- Kisah pilu datang dari dokter magang asal Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (Unsri), Myta Aprilia Azmy yang meninggal dunia diduga akibat beban kerja berlebih.

Sebelum menghembuskan napas terakhir, dr Myta Aprilia Azmy diketahui sempat mencurahkan isi hatinya kepada sang ibu terkait kondisi kesehatannya yang terus menurun.

Diketahui, sebelum meninggal dunia, dr Myta Aprilia Azmy tengah menjalani masa magang di Rumah Sakit Umum Daerah KH Daud Arif, Kuala Tungkal, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jambi.

Diduga karena beban kerja yang padat, kondisi kesehatannya pun menurun drastis. Bahkan, berdasarkan hasil pemeriksaan medis, kadar oksigen dalam tubuhnya sempat berada di bawah angka 80 persen.

Akibat kondisi tersebut, dr Myta Aprilia Azmy sempat dirujuk ke Rumah Sakit Mohammad Hoesin, Palembang, Sumatera Selatan untuk mendapatkan perawatan intensif.

Namun, takdir berkata lain. Ia akhirnya meninggal dunia pada Jumat (1/5/2026).

Kasus ini kemudian mendapat perhatian dari Ikatan Alumni Fakultas Kedokteran Unsri (IKA FK Unsri). Organisasi tersebut bahkan telah mengirimkan surat kepada Kementerian Kesehatan RI untuk meminta pengusutan lebih lanjut terkait kematian dr Myta Aprilia Azmy.

“dr. Myta telah melaporkan gejala sakit, namun tetap dijadwalkan jaga malam dalam kondisi sesak napas dan demam tinggi,” bunyi surat dari IKA FK Unsri.

“Adanya arahan untuk merahasiakan kondisi ini serta narasi yang menyudutkan dokter internship menjadi perhatian serius kami,” lanjut isi surat tersebut.

Duka mendalam turut dirasakan oleh keluarga, terutama sang ibu, Okta Yusri.

DOKTER MAGANG MENINGGAL - dr Myta Aprilia Azmy, dokter magang asal Unsri, meninggal dunia diduga akibat kelelahan kerja, setelah sempat menjalani tugas jaga dalam kondisi sakit hingga harus diinfus.
DOKTER MAGANG MENINGGAL - dr Myta Aprilia Azmy, dokter magang asal Unsri, meninggal dunia diduga akibat kelelahan kerja, setelah sempat menjalani tugas jaga dalam kondisi sakit hingga harus diinfus. (Tribun Trends/(via Sripoku.com))

"Kami sangat berduka yang sangat dalam, perasaan kami rasanya masih hancur karena kehilangan anak kami yang sangat kami harapkan, yang sangat kami banggakan," ujar Okta Yusri.

Menurut penuturan Okta, sang putri memang kerap mengeluhkan kelelahan akibat pekerjaan sebagai dokter magang. Ia harus berangkat sejak pagi dan baru kembali ke tempat tinggalnya pada malam hari.

"Memang dia (Myta) sering bercerita bahwasanya kalau kerja memang capek katanya, perginya pagi, pulangnya sudah larut malam," ungkapnya.

Momen terakhir yang paling membekas bagi keluarga terjadi saat ulang tahun dr Myta Aprilia Azmy pada 13 April 2026. Saat itu, ia justru masih menjalani tugas jaga di IGD meski dalam kondisi sakit.

"Waktu itu komunikasi terakhir kebetulan Myta tanggal 13 April dia lagi ulang tahun, dia lagi jaga di IGD. Ditanya (sang ibu) 'Myta lagi jaga ya nak?'. (kata Myta) 'iya bu, Myta lagi diinfus di ruang jaga dokter'," ujar Okta.

Kondisi tersebut membuat sang ibu mulai merasa khawatir, terlebih setelah komunikasi dengan putrinya semakin sulit dilakukan.

Pada suatu waktu, dr Myta Aprilia Azmy sempat mengirim pesan dengan tulisan yang tidak jelas, yang kemudian menambah kecemasan keluarga.

"Besoknya saya telepon, (Myta) enggak bisa dihubungi. Kami pikir istirahat karena dari jaga malam. Besoknya dihubungi lagi, dia kayak ngechat tapi hurufnya enggak jelas lagi, sekitar jam 2 an. Kami hubungi lagi jam 5 tidak bisa," jelas Okta.

Baca juga: Sosok dr. Myta, Dokter Magang Meninggal Usai Tetap Bertugas saat Kondisinya Kritis, Baru Ultah ke-25

Khawatir dengan kondisi tersebut, keluarga akhirnya meminta bantuan rekan dr Myta Aprilia Azmy untuk mengecek keberadaannya.

Dari situlah diketahui bahwa kondisinya sudah sangat lemah.

"Saya hubungi temannya, mau lihat dia di IGD dia jaga atau tidak, rupanya enggak ada. Dilihat di IGD, tidak ada. Rupanya dia dalam keadaan sudah tidak sadar dan linglung," imbuh Okta.

Peristiwa ini menjadi sorotan publik dan memicu perhatian terhadap kondisi kerja dokter magang di Indonesia, khususnya terkait beban kerja dan kesehatan para tenaga medis muda. (Tribun Trends/Tribunnews Bogor/khairunnisa)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.