TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG — N.M. Hidayat, sopir mobil Alphard yang videonya viral karena menerobos penutupan jalan di Jalan Pandanaran, Kota Semarang, akhirnya buka suara.
Dalam klarifikasi yang disampaikan Rabu (6/5/2026), Hidayat mengakui kesalahan sekaligus meminta maaf kepada masyarakat atas tindakannya yang menuai kritik.
“Saya menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat. Saya akui itu kesalahan saya dan tidak ada kaitannya dengan pemilik kendaraan,” ujarnya.
Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (2/5/2026), saat dilakukan rekayasa lalu lintas untuk pengamanan agenda Semarang Night Carnival 2026 dalam rangka HUT ke-479 Kota Semarang.
Video yang beredar memperlihatkan mobil Alphard yang dikemudikan Hidayat merusak pembatas “safety line” dan melawan arus, sehingga memicu sorotan publik.
Hidayat menjelaskan, saat itu dirinya tengah menjalankan tugas mengantar tamu yang disebut sebagai aktor sekaligus influencer ke sebuah hotel di sekitar lokasi penutupan jalan.
Ia mengaku sempat mencari jalur alternatif, namun sejumlah ruas jalan di pusat kota ditutup, ditambah kondisi hujan deras yang membuat situasi semakin sulit.
Baca juga: Ponpes Lirboyo Dibangun di Wonosobo, Peran Strategis Pesantren Jari Sorotan
“Saya sudah mencoba memutar, tapi banyak jalan ditutup. Saat itu juga hujan deras dan kondisi cukup padat,” jelasnya.
Dalam kondisi tersebut, Hidayat mengaku telah berkoordinasi dengan atasannya, Azis Aji Saputra, yang menyarankan agar meminta izin kepada petugas di lapangan.
Ia pun mengklaim telah berkomunikasi secara langsung dengan petugas sebelum akhirnya membuka pembatas jalan.
“Saya sudah meminta izin secara lisan kepada petugas di lokasi. Karena tujuan kami hanya ke hotel yang berada tepat di sebelah portal, saya diperbolehkan melintas,” ungkapnya.
Hidayat juga menyebut, saat itu ada pengendara lain, terutama sepeda motor, yang lebih dulu melintasi jalur tersebut.
Meski begitu, ia tetap mengakui tindakannya sebagai kesalahan pribadi.
Sementara itu, kuasa hukum Hidayat, Dr (Hc) Joko Susanto, menyatakan kliennya telah menunjukkan itikad baik dengan mengakui kesalahan dan memberikan klarifikasi terbuka.
“Klien kami tidak menutup-nutupi kejadian ini. Ia sudah mengakui kesalahan dan menjelaskan kronologi secara utuh,” katanya.
Menurutnya, saat kejadian kliennya berada dalam posisi menjalankan tugas pekerjaan, yakni mengantar tamu ke hotel yang berada di sekitar lokasi penutupan jalan.
Di sisi lain, insiden ini tetap menjadi perhatian publik karena terjadi di tengah penerapan rekayasa lalu lintas yang bertujuan menjaga ketertiban dan keselamatan.
Sebagai informasi, penutupan Jalan Pandanaran dilakukan untuk pengamanan Semarang Night Carnival 2026.
Namun agenda tersebut akhirnya dibatalkan akibat hujan deras yang menyebabkan genangan di sejumlah titik.
Meski kegiatan batal digelar, rekayasa lalu lintas tetap diberlakukan saat kejadian guna mengantisipasi kepadatan kendaraan. (Rad)