Dudung Abdurachman Balas Kritik Habib Rizieq Soal 'Jenderal Baliho', Ingatkan Ulama Harus Meneduhkan
Arie Setyaga Handika May 06, 2026 12:57 PM

- Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman memberikan respons atas kritik pedas yang dilontarkan Habib Rizieq Shihab (HRS) baru-baru ini.

Dudung menyinggung narasi "jenderal baliho" yang dialamatkan kepadanya sebagai sosok di balik pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang meminta pengkritiknya pindah ke Yaman.

Ditemui di Kantor KSP, Jakarta Pusat pada Selasa (5/5/2026), Dudung secara tegas menyatakan bahwa dirinya tidak memiliki persoalan pribadi dengan Habib Rizieq.

Mantan KSAD itu justru mengingatkan peran penting ulama dalam masyarakat yang seharusnya membawa keteduhan dan tidak merendahkan pihak lain.

"Tapi artinya bahwa menurut saya bahwa Pak Rizieq, ya, sudah tualah, sudah sama-sama tua. Ya marilah kita bangun bangsa ini dengan keteduhan, dengan tidak memprovokasi," ujar Dudung kepada awak media.

Dudung menilai gaya penyampaian pesan HRS tidak pernah berubah sejak lama dan menyayangkan adanya pernyataan yang dinilai tidak meneduhkan umat.

Ia berpesan agar semua pihak, terutama tokoh agama, dapat menjaga lisan, hati, dan pikiran demi menjaga persatuan nasional di tengah situasi global yang sedang sulit.

Dudung meminta seluruh elemen bangsa untuk bersatu menghadapi tantangan ekonomi, politik, serta hukum dan tidak mudah terpengaruh isu yang memecah belah.

Sebelumnya, Habib Rizieq Shihab menyebut pernyataan Presiden Prabowo soal 'pindah ke Yaman' merupakan hasil bisikan dari sosok yang ia juluki "Jenderal Baliho".

HRS mengaitkan julukan tersebut kepada Dudung yang saat ini menjabat sebagai Kepala KSP setelah sebelumnya sempat mengemban posisi sebagai Penasihat Khusus Presiden bidang Pertahanan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.