TRIBUN-SULBAR.COM,PASANGKAYU-Seorang pria bernama Syamsul (32) dilaporkan hilang di Dusun Salubulu, Kecamatan Pasangkayu, Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat (Sulbar).
Korban diduga memiliki riwayat gangguan mental berdasarkan keterangan pihak keluarga, yang menjadi perhatian utama tim dalam proses pencarian.
Kepala Pelaksana BPBD Pasangkayu, Arhamuddin, mengungkapkan bahwa korban sebelumnya juga pernah mengalami kejadian serupa.
Baca juga: Kantor Desa Tabolang Terbakar, Dokumen Komputer Hingga ATK Ikut Ludes Dilalap Si Jago Merah
Baca juga: Prabowo Minta Menkeu Purbaya Bilang Uang Masih Banyak Nggak Usah Takut
“Berdasarkan keterangan keluarga, korban memiliki riwayat gangguan mental. Ini sudah ketiga kalinya korban dilaporkan hilang,” ujar Arhamuddin, Rabu (6/5/2026).
Ia menjelaskan, pada dua kejadian sebelumnya korban masih bisa ditemukan dalam waktu relatif singkat. Namun kali ini, korban telah hilang selama tiga hari dan belum diketahui keberadaannya.
Dari kronologi yang dihimpun, Syamsul berangkat ke kebun miliknya pada Sabtu (2/5/2026) sekitar pukul 08.00 WITA seperti aktivitas biasanya. Sepanjang hari, korban diketahui berada di area kebun.
Pada sore hari sekitar pukul 17.30 WITA, korban terakhir kali terlihat berada di rumah kebunnya.
Namun hingga malam hari, korban tidak kembali ke rumah, sehingga keluarga mulai merasa khawatir.
Upaya pencarian awal dilakukan oleh pihak keluarga dengan menyisir area kebun dan lokasi sekitar yang biasa didatangi korban.
Namun hingga keesokan harinya, korban tidak juga ditemukan.
Keluarga kemudian melaporkan kejadian tersebut ke pihak berwenang, yang langsung ditindaklanjuti oleh BPBD Pasangkayu bersama tim gabungan.
Sejak laporan diterima, tim gabungan yang terdiri dari BPBD, Rescuer USS Pasangkayu, Polsek Pasangkayu, aparat desa, serta masyarakat setempat melakukan pencarian intensif di sekitar Dusun Salubulu, termasuk area hutan dan jalur-jalur yang memungkinkan dilalui korban.
Arhamuddin menyebut, dengan kondisi korban yang diduga memiliki gangguan mental, pola pencarian harus diperluas karena korban kemungkinan berjalan tanpa arah yang pasti.
“Korban bisa saja berpindah jauh dari titik awal tanpa disadari, sehingga pencarian tidak hanya difokuskan di kebun, tetapi juga ke permukiman warga dan wilayah lain,” jelasnya.
Sejumlah informasi juga sempat beredar di masyarakat dan media sosial yang menyebutkan korban terlihat di wilayah Desa Pedanda hingga Kecamatan Tikke. Namun informasi tersebut masih belum dapat dipastikan.
Meski demikian, tim tetap menindaklanjuti setiap informasi yang masuk dengan melakukan penyisiran lanjutan ke wilayah-wilayah tersebut.
Hingga saat ini, proses pencarian masih terus berlangsung.
BPBD Pasangkayu mengimbau masyarakat untuk segera melapor jika melihat atau mengetahui keberadaan korban, agar dapat segera ditindaklanjuti oleh tim di lapangan.(*)
Laporan wartawan Tribun-Sulbar.com Taufan