TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU TENGAH - Kebakaran hebat yang melanda Kantor Desa Tabolang, Kecamatan Topoyo, Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat, tidak hanya mengakibatkan bangunan gedung hangus, tetapi sejumlah berkas penting hingga sarana dan prasarana (sarpras) ikut ludes.
Rusdin merinci dampak ditimbulkan kebakaran tersebut.
Baca juga: Pria di Dusun Salubulu Pasangkayu Sudah 3 Hari Hilang Pencarian Diperluas ke Tikke
Baca juga: Prabowo Minta Menkeu Purbaya Bilang Uang Masih Banyak Nggak Usah Takut
"Habis semua," ujar Kepala Desa Tabolang, Rusdin Sakaria, saat ditemui di lokasi kebakaran, Jl Trans Sulawesi, Desa Tabolang, Kecamatan Topoyo, Kabupaten Mamuju Tengah, Rabu (6/5/2026).
Peralatan kantor mulai komputer, printer, meja, kursi, lemari arsip, serta Alat Tulis Kantor (ATK) semuanya ludes terbakar.
Begitu pula dengan prasarana seperti gedung, ruang kantor, dan ruang rapat.
Tidak hanya itu, sejumlah dokumen penting juga ikut terdampak.
"Dokumen pemerintahan dan administrasi ikut semua terbakar," ucapnya lirih.
Ia juga membenarkan taksiran yang disampaikan petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) terkait kerugian materil yang mencapai lebih dari Rp300 juta.
"Betul, sekitaran itu," tambahnya.
Rusdin juga menyampaikan bahwa pemicu kebakaran diduga akibat arus pendek listrik (korsleting).
Akibat peristiwa ini, seluruh bangunan kantor beserta isinya ludes dilalap api.
Hanya tembok bangunan yang tersisa, sementara bagian lainnya hangus tak bersisa.
Komandan Regu (Danru) Pemadam Kebakaran (Damkar) Mamuju Tengah, Fuad Muchlis, mengungkapkan bahwa penyebab kebakaran diduga akibat korsleting listrik.
Hubungan arus pendek listrik tersebut memicu percikan api yang dengan cepat membesar dan menghanguskan bangunan.
"Alhamdulillah tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam kejadian ini," ujar Fuad yang mengenakan seragam biru khas Damkar.
Dikarenakan, saat kejadian kantor dalam kondisi kosong.
Meskipun tidak menimbulkan korban, kebakaran ini menyebabkan kerugian materiil yang cukup signifikan.
Kerugian ditaksir mencapai lebih dari Rp300 juta.
Fuad juga menjelaskan, proses pemadaman hingga pendinginan berlangsung sekitar dua jam.
Ia pun mengimbau masyarakat agar apabila terjadi kebakaran segera melapor, sehingga tim Damkar bisa segera tiba di lokasi kejadian.
Selain itu, Fuad meminta masyarakat untuk tetap waspada terhadap berbagai pemicu kebakaran.
"Informasi masyarakat sangat penting untuk kami," jelas dia.
Satu unit armada Pemadam Kebakaran (Damkar) diterjunkan ke lokasi kebakaran Kantor Desa di Jalan Trans Sulawesi, Desa Tabolang, Kecamatan Topoyo, Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat.
Pantauan Tribun-Sulbar.com, Rabu (6/5/2026), tujuh personel bekerja sama bahu membahu memadamkan sisa-sisa api.
Terlihat, mereka menyemprotkan air ke material yang masih terlihat membara.
Selain itu, sejumlah warga turut membantu.
"Kami bagi tugas Pak," singkat Fuad Muchlis, Komandan Regu (Danru) di sela-sela pemadaman.
Terlihat, para tim mengelilingi kantor desa yang sudah hangus terbakar.
Mereka mencari titik-titik api yang masih berpotensi menyala. (*)
Laporan wartawan Tribun Sulbar, Sandi Anugrah