Penjelasan Kenapa Banyak Candi Ditemukan di Klaten, Konon Ini Asal-usulnya
Hanang Yuwono May 06, 2026 11:32 AM

 

TRIBUNSOLO.COM, KLATEN - Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, tidak hanya dikenal sebagai Kota Seribu Umbul.

Klaten yang menjadi jalur penghubung Solo-Yogyakarta dikenal luas juga memiliki banyak candi yang kini jadi destinasi wisata.

Ya, Klaten menyimpan banyak kompleks candi bercorak Hindu-Buddha yang dibangun sejak masa Kerajaan Mataram Kuno.

Baca juga: Rekomendasi Wisata di Klaten : Nikmati Segarnya Hidden Gem Umbul Kroman, Sumber Mata Air Alami

Selain menjadi destinasi wisata sejarah, candi-candi ini juga menjadi saksi perkembangan peradaban Nusantara.

Pengamatan TribunSolo.com, ada beberapa candi di Klaten.

Dari candi yang masih bagus strukturnya karena pemugaran hingga candi yang sudah rusak parah menyisakan puing-puing saja karena termakan usia.

Ketika TribunSolo.com mengunjungi beberapa candi Klaten, atmosfer kejayaan kerajaan tempo dulu langsung terasa.

Nuansa sakral dan tenang langsung bercampur menjadi satu.

Baca juga: Prakiraan Cuaca Kabupaten Sukoharjo Rabu 6 Mei 2026 : Mayoritas Berawan hingga Potensi Hujan Ringan

Lantas, kenapa banyak candi ditemukan di Klaten? Berikut sejarahnya yang dikutip dari berbagai sumber:

Menurut AJI Artbanu Wishnu dalam buku Candi-Candi di Jawa Tengah dan Yogyakarta, candi merupakan representasi Gunung Mahameru, tempat bersemayam para dewa.

Pada masa kerajaan, fungsi candi sangat penting, antara lain:

  • Tempat peribadatan dan ritual keagamaan
  • Lokasi pemujaan dewa-dewa Hindu-Buddha
  • Tempat penghormatan untuk raja atau tokoh penting
  • Pusat kegiatan spiritual dan meditasi
  • Candi-candi di Klaten merupakan bukti tingginya nilai religius dan budaya pada masa kerajaan.

Baca juga: Aksi Konvoi Lulusan di Jogonalan Klaten Berujung Penindakan, 12 Pelajar Terjaring, Motor Kena Sita

Klaten Merupakan Daerah Subur dan Ideal untuk Pembangunan Candi

Pembangunan candi pada masa lalu tidak dilakukan sembarangan.

Masyarakat Jawa Kuno mengikuti Kitab Manasara Silpasastra dari India sebagai pedoman arsitektur suci.

Salah satu syarat utama pendirian candi adalah lokasi yang subur.

Klaten memiliki kondisi geografis yang sangat sesuai:

  • Dekat dengan Gunung Merapi
  • Dialiri berbagai sungai
  • Struktur tanah vulkanik yang subur
  • Permukaan tanah stabil untuk bangunan batu berukuran besar

Tak heran, banyak candi terletak di wilayah Prambanan-Klaten, kawasan strategis yang sejak dahulu menjadi pusat kehidupan masyarakat agraris dan religius.

Baca juga: Kenapa Banyak Umbul di Klaten? Berkah dari Gunung Merapi, Begini Penjelasan Ilmiahnya

Klaten Bagian dari Pusat Kerajaan Mataram Kuno

Kerajaan Mataram Kuno, yang berdiri pada tahun 732 M di bawah Raja Sanjaya, berpusat di kawasan yang kini meliputi Klaten dan daerah sekitarnya.

Sebagai kerajaan Hindu-Buddha, pembangunan candi menjadi elemen penting untuk:

  • Tempat persembahan kepada dewa
  • Upacara kerajaan
  • Aktivitas keagamaan biksu dan pendeta
  • Simbol kejayaan dan legitimasi kekuasaan

Karena itu, candi-candi di Klaten sering ditemukan saling berdekatan sebagai satu mandala atau kompleks religius.

Contoh tiga candi yang lokasinya saling terhubung:

Candi Prambanan – Candi Sewu – Candi Plaosan

Kompleks ini menunjukkan bahwa Klaten merupakan pusat peribadatan besar pada masa Mataram.

Deretan Candi Ternama di Klaten

1. Candi Plaosan

PERESMIAN DI KLATEN - Menbud RI Fadli Zon saat berkeliling meninjau Candi Plaosan di Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Kamis (23/10/2025).
PERESMIAN DI KLATEN - Menbud RI Fadli Zon saat berkeliling meninjau Candi Plaosan di Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Kamis (23/10/2025). (TRIBUNSOLO.COM/IBNU DWI TAMTOMO)

Terletak di Desa Bugisan, Prambanan, Klaten. Candi bercorak Buddha ini diperkirakan dibangun pada masa Rakai Pikatan (abad ke-9).

Pahatannya mirip Borobudur, Sewu, dan Sari.

Candi ini juga terkenal sebagai simbol kisah cinta beda agama antara Rakai Pikatan dan Pramodhawardhani.

2. Candi Sewu

Berada di Dukuh Bener, Bugisan, Klaten.

Dibangun pada abad ke-8 oleh Rakai Panangkaran, candi ini menjadi pusat kegiatan agama Buddha.

Prasasti Manjusrigrta menunjukkan fungsi Candi Sewu sebagai pusat penyempurnaan ajaran Buddha.

3. Candi Lumbung

CANDI BERSEJARAH KLATEN - Pemandangan Candi Lumbung di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Begini asal-usul Candi Lumbung di Klaten. (Dok. BPCB Jateng)
CANDI BERSEJARAH KLATEN - Pemandangan Candi Lumbung di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. (Dok. BPCB Jateng)

Bercorak Buddha dan dibangun abad ke-9–10.

Memiliki bentuk stupa pada atapnya, menandakan fungsi Buddhis yang mirip dengan candi-candi mandala lainnya.

4. Candi Sojiwan

Terletak di Kalongan, Kebon Dalem Kidul.

Diperkirakan menjadi bagian sebaran dari kompleks Prambanan.

Coraknya Buddha dan memiliki relief yang indah.

5. Candi Bubrah

Berada di kawasan Prambanan. Saat ditemukan, candi sudah rusak berat dan tinggal reruntuhan setinggi dua meter, karena itu dinamakan Bubrah. Candi ini satu kelompok dengan Candi Sewu dan Lumbung.

6. Candi Merak

IKON KARANONGKO KLATEN - Candi Merak di Klaten, Jawa Tengah, beberapa waktu lalu. Beginilah asal-usul Kecamatan Karangnongko yang terkenal ada Candi Merak-nya. (Kemdikbud)
IKON KARANONGKO KLATEN - Candi Merak di Klaten, Jawa Tengah, beberapa waktu lalu. Beginilah asal-usul Kecamatan Karangnongko yang terkenal ada Candi Merak-nya. (Kemdikbud)

Terletak di Karanggongko, Karangnongko, Klaten. Bercorak Hindu dan dibangun pada abad VIII–IX.

Nama "Merak" diperkirakan berasal dari banyaknya burung merak di sekitar lokasi saat ditemukan.

Candi ini telah beberapa kali dipugar.

7. Candi Gana

Berada di Dusun Bener, Bugisan.

Merupakan candi bercorak Buddha dan termasuk dalam nominasi bangunan warisan dunia sebagai "Candi Asu".

Diduga dibangun pada abad IX berdasarkan komponen arsitekturnya.

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.