Laporan wartawan TribunPriangan.com, Jaenal Abidin
TRIBUNPRIANGAN.COM, KOTA TASIKMALAYA - Dua korban penyiraman air keras bakal dilakukan pemeriksaan khusus oleh dokter mata. Karena kondisinya masih cukup parah usai menjalani operasi kecil di RSUD dr Soekardjo Kota Tasikmalaya, Rabu (6/5/2026).
Tindakan ini yang dilakukan oleh tim dokter RSUD dr Soekardjo untuk membersihkan bagian jaringan lunak para korban yang terkena air keras oleh pelaku inisial D di gudang konfeksi wilayah Gunanjaya, Kecamatan Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya, Senin (4/5/2026) malam.
Untuk dua korban lagi terkena mata yakni M Danda dan Rizki belum bisa membuka mata secara full karena masih sakit dan diduga cukup banyak air keras yang masuk akibat ulah pelaku inisial D.
Sedangkan untuk korban lain yakni Abdul Kholik mengalami luka bakar sekujur tubuh dan mengenai mata bagian kiri hingga tangan dan kaki harus diperban.
Untuk Wina Agustina mengalami luka bakar melepuh dari muka, badan, tangan sampai ke kaki.
"Memang betul untuk dua korban yang terkena mata sekarang masih sakit dan berair serta masih nyeri. Bahkan kami sedang di konsul dengan dokter mata untuk pengecekan gangguan fungsi mata lebih lanjut apakah ada yang terganggu atau tidak," kata Wakil Direktur Bidang Pelayanan RSUD dr Soekardjo, dr. Hj. Rr Titie Purwaningsari ditemui TribunPriangan.com, Rabu (6/5/2026).
Baca juga: Fakta Teror Air Keras Tasikmalaya, 9 Korban Luka dan Tak Ditanggung BPJS, Pelaku Ditangkap
Titie menjelaskan, pihaknya pun belum menjelaskan secara detail fungsi gangguan mata korban akibat terkena air keras.
"Jadi itungannya masih terasa perih dan nyeri, dan penglihatannya belum kita cek lagi. Bahkan, pasien disuruh melihat juga belum bisa," jelas Titie.
Ia mengungkapkan, kedua korban ini atas nama Rizki mata kiri, Danda yang keduanya harus menjalani pemeriksaan khusus mata akibat terkena air keras.
"Sejauh mana mata yang terkena air keras ini harus pake alat, dan pasien masih kesakitan, dan harus tunggu dulu, karena baru hari kedua. Kalau untuk Pak Abdul dan Wina tinggal penyembuhannya supaya tidak sakit dan kering luka bakarnya," katanya.
Dirinya mengaku, luka yang diderita para korban cukup bervariatif dan perlu penanganan cepat supaya tidak terjadi infeksi berat.
"Jadi ini yang terparah itu terdapat di jaringan lunak yakni luka di bagian mata kena air keras, karena berbahaya dan bisa menyebabkan kebutaan dan infeksi ke jaringan lunak sangat cepat ketimbang terkena kulit luar," ungkap Titie.(*)