Satu Orang Tewas dan Enam Lainnya Luka-luka, Longsor di Agam Timbun 3 Rumah Warga
Rahmadi May 06, 2026 12:27 PM

TRIBUNPADANG.COM, AGAM - Hujan lebat yang mengguyur sebagian wilayah Kabupaten Agam, Sumatera Barat, memicu tanah longsor di Kecamatan IV Koto dan Kecamatan Matur, Selasa (5/5/2026) malam.

Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD Kabupaten Agam, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 22.00 WIB. Informasi awal diterima dari pemerintah nagari pada pukul 23.15 WIB.

Kepala BPBD Kabupaten Agam, Rahmad Lasmono, mengatakan longsor paling parah terjadi di Jorong Kampuang Baruah, Nagari Sungai Landia, Kecamatan IV Koto.

“Di Kecamatan IV Koto, material longsor menimpa tiga unit rumah semi permanen milik warga. Total ada tujuh jiwa yang terdampak dalam kejadian tersebut,” kata Rahmad Lasmono, Rabu (6/5/2026).

Ia menjelaskan, dari tujuh korban terdampak, enam orang berhasil dievakuasi ke Rumah Sakit Achmad Mochtar Bukittinggi.

Baca juga: Pemkab Dharmasraya Gelar Lomba Perpustakaan Nagari Terbaik 2026, Hadiah Puluhan Juta Menanti

Mereka masing-masing Rahmat Hidayat atau Dayat (33), Noya (35), Safira (1), Yoni (45), Zaki (18), dan Kuntum (14).

Sementara satu warga lainnya bernama Awal (56), sempat dilaporkan tertimbun material longsor saat proses pencarian berlangsung.

Namun nyawa Awal tidak tertolong, ia ditemukan dalan kondisi meninggal dunia.

Selain merusak rumah warga, material longsor juga sempat menutup akses jalan di kawasan tersebut sehingga kendaraan sempat tidak dapat melintas.

Tidak hanya di Kecamatan IV Koto, longsor juga terjadi di Kecamatan Matur.

Baca juga: Wali Kota Padang Hari Ini 6 Mei 2026: Pantau Puskesmas Ulak Karang hingga Exit Meeting BPK

Rahmad Lasmono menyebutkan, di Jorong Parik Panjang, Nagari Parik Panjang, material longsor menutupi badan jalan sehingga arus lalu lintas diberlakukan sistem buka tutup.

“Di Kecamatan Matur juga terdapat material longsor disertai pohon tumbang yang menutup akses jalan. Setelah dilakukan pembersihan, jalur sudah dapat dilalui kendaraan dengan sistem buka tutup,” ujarnya.

Begitu menerima laporan kejadian, BPBD Kabupaten Agam langsung berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan pemerintah nagari setempat.

Petugas kemudian turun ke lapangan untuk melakukan asesmen, pendataan, serta penanganan awal di lokasi terdampak.

Proses penanganan melibatkan unsur gabungan dari BPBD Kabupaten Agam, Basarnas, PMI Kabupaten Agam, Kelompok Siaga Bencana (KSB), dan masyarakat.

“Hujan dengan intensitas tinggi menjadi pemicu utama terjadinya longsor di beberapa titik. Kami mengimbau masyarakat, khususnya yang berada di kawasan lereng dan perbukitan, agar tetap waspada terhadap potensi longsor susulan,” kata Rahmad Lasmono. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.