TRIBUNPEKANBARU.COM,KUANSING - Sempat menuai keraguan, gagasan Bupati Kuantan Singingi (Kuansing), Suhardiman Amby, untuk membangun pabrik hilirisasi karet akhirnya terwujud.
Pabrik yang berlokasi di Desa Titian Modang, Kecamatan Kuantan Tengah, kini resmi beroperasi dan menjadi tonggak baru bagi sektor perkebunan karet di daerah tersebut.
Peresmian yang dilakukan pada Selasa (5/5/2026) malam itu sekaligus menjawab berbagai keraguan yang sebelumnya sempat muncul di tengah masyarakat.
Kini, kehadiran pabrik hilirisasi karet (KOJAI) justru menjadi kebanggaan baru bagi warga Kuansing.
Kepala Desa Titian Modang Kopah, Nasrun, mengakui bahwa ide pembangunan pabrik tersebut sempat diragukan.
Namun, ia menilai komitmen kuat Bupati Suhardiman menjadi kunci terwujudnya proyek tersebut.
“Awalnya banyak yang menertawakan dan meragukan gagasan Bupati Suhardiman Amby tentang pabrik KOJAI ini. Namun berkat kesungguhan beliau untuk mensejahterakan masyarakat, akhirnya pabrik ini dapat diresmikan dan mulai difungsikan,” ujar Nasrun, Rabu (6/5/2026).
Menurut Nasrun, hasil produksi awal pabrik sudah mulai terlihat.
Baca juga: BREAKING NEWS: Sidang Lanjutan Abdul Wahid, JPU KPK Hadirkan 3 Saksi, Ini Nama-namanya
Baca juga: Dua Perempuan Ditangkap Polsek Bangko Pusako Karena Edarkan Narkoba
Ia berharap produk turunan karet yang dihasilkan dapat segera dimanfaatkan secara luas oleh masyarakat, bahkan mampu memenuhi kebutuhan lokal seperti ban sepeda motor.
Sementara itu, Bupati Suhardiman menegaskan bahwa pabrik tersebut merupakan pabrik hilirisasi karet pertama di Provinsi Riau.
Ia optimistis kehadirannya akan menjadi penggerak ekonomi, khususnya bagi petani karet.
Salah satu dampak langsung yang dirasakan, kata Suhardiman, adalah efisiensi biaya distribusi hasil panen.
Dengan jarak angkut yang lebih dekat, biaya transportasi dan pembongkaran dapat ditekan, sehingga berdampak pada peningkatan harga jual karet di tingkat petani.
“Semakin dekat jarak angkut, semakin murah biaya pembongkaran. Ini akan membuat harga jual karet petani semakin baik. Minggu lalu harga karet sudah mencapai Rp18.500 per kilogram, dan kita berharap pekan depan bisa terus meningkat,” kata Suhardiman.
Ia mengatakan telah melihat langsung proses pengolahan karet menjadi berbagai produk bernilai tambah, seperti seal gas, paving block berbahan karet, karet gelang, hingga produk turunan lainnya.
Menurutnya, hilirisasi menjadi strategi penting untuk meningkatkan nilai ekonomi komoditas perkebunan.
Selain meningkatkan pendapatan petani, langkah ini juga membuka peluang usaha dan lapangan kerja baru bagi masyarakat.
Saat ini, selain pabrik karet di Kuantan Tengah, daerah tersebut juga telah memiliki Pabrik Mini Minyak Goreng (Pamigo) di Kecamatan Singingi Hilir sebagai bagian dari penguatan ekonomi berbasis potensi lokal.
Anggota Fraksi NasDem DPRD Kuansing, Ependi mengapresiasi kebijakan Pemkab Kuansing yang telah mendirikan pabrik karet tersebut.
Ia menilai pabrik hilirisasi karet akan menjadi penggerak baru perekonomian masyarakat, sekaligus memperkuat posisi Kenegerian Kopah sebagai sentra karet.
Ia juga mendorong pemerintah daerah untuk terus menghadirkan terobosan visioner, terutama melalui hilirisasi komoditas unggulan, guna menciptakan nilai tambah ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Keberadaan pabrik hilirisasi ini sudah mulai berdampak terhadap kenaikan harga karet di tingkat petani. Jika nantinya beroperasi penuh, saya yakin harga karet akan terus membaik dan Kopah akan tumbuh menjadi sentra produksi sekaligus pasar karet yang menjanjikan di Kuansing,” ujar Ependi.