TRIBUNNEWS.COM - Internal Real Madrid sedang tidak baik-baik saja jelang pertandingan El Clasico melawan Barcelona di Cam Nou pada Senin (11/5/2026) pukul 02.00 WIB.
Ada perselisihan di ruang ganti Real Madrid. Ada pertikaian antar-pemain Los Blancos. Kylian Mbappe, Rudiger, dan Alvaro Carreras terlibat dalam perselisihan.
Carreras menjadi sasaran amarah Rudiger belakangan ini. Keduanya terlibat pertengkaran sengit akibat tersingkir dari Liga Champions oleh Bayern Munchen.
Namun seiring berjalannya waktu hingga saat ini, bek veteran Jerman itu telah meminta maaf kepada rekannya untuk memperbaiki hubungan dengan rekan setimnya.
Ia juga mengundang seluruh skuad dan keluarga mereka untuk makan siang bersama demi mencairkan suasana yang tegang jelang akhir musim yang 'hampir' hampa ini.
Apalagi ada jadwal krusial melawan Barcelona di Camp Nou yang bisa menjadi salah satu penentu dalam persaingan juara Liga Spanyol.
"Mengenai insiden dengan rekan satu tim, itu adalah insiden yang biasanya tidak terjadi, tanpa relevansi, dan sudah diselesaikan," tulis Carreras di Instagramnya.
"Hubungan saya dengan seluruh tim sangat baik," tambahnya.
Beda masalah dengan Mbappe, pemain asal Prancis itu tampaknya punya masalah dengan salah seorang anggota staf pelatih.
Mbappe dikabarkan marah selama sesi latihan yang memicu keretakan hubungannya dengan staf teknis.
Setelah rumor tersebut, ada juga cerita lain soal perjalanan pemulihan yang kontroversial.
Keputusan Mbappe untuk melakukan perjalanan ke Italia dan sardinia saat sedang memulihkan diri dari cedera hamstring mendapat sorotan banyak pihak.
Di saat Mbappe melakukan perjalanan tersebut, rekan-rekannya berjuang meraih kemenangan melawan Espanyol.
Keputusan Mbappe meninggalkan tim dipandang banyak orang sebagai kurangnya komitmen dan dukungan di masa-masa kritis terhadap tim.
Beberapa anggota staf secara pribadi mengkritik klub karena tidak mengambil sikap yang tegas terhadap aktivitas pemain selama rehabilitasinya.
Namun belum lama ini Mbappe mengeluarkan pernyataan yang memuat soal perlakuan tidak adil.
"Sebagian dari kritik tersebut didasarkan pada penafsiran yang diawasi ketat oleh klub, dan tidak mencerminkan realitas komitmen dan kerja keras Kylian setiap hari untuk tim," bunyi pernyataan tersebut.
Para penggemar Real Madrid mengambil langkah yang mengejutkan dengan memunculkan petisi bentuk ketidakpuasan mereka terhadap Mbappe.
'Mbappe keluar," judul petisi tersebut yang sudah ditandatangani oleh jutaan orang.
Slogan petisi tersebut berbunyi,"Para pendukung Real Madrid, sampaikan suara Anda.
Jika Anda percaya perubahan diperlukan, jangan diam saja, tandatangani petisi ini dan perjuangkan apa yang menurut Anda terbaik untuk masa depan klub."
Tidak sedikit dari fan yang ingin Mbappe pergi dari Real Madrid, salah satunya karena alasan taktis permainan.
Dia kurang memiliki chemistry dengan Vinicius Junior. Tim menjadi satu dimensi dalam serangan ketika dia berada di lini depan, dan Mbappe tidak melakukan pressing atau membantu pertahanan, menurut Miami Herald.
Contoh hasil yang didapatkan Real Mardrid ketika Mbappe tidak berada di starting XI adalah memenangkan lima pertandingan berturut-turut sebelum jeda internasional Maret lalu.
Termasuk mengalahkan Man City di babak 16 besar Liga Champions dan derbi Madrid.
Sebaliknya, ketika Mbappe kembali ke dalam susunan pemain, Real Madrid hanya memenangkan satu dari enam pertandingan di semua kompetisi.
Mbappe dipandang sebagai pemain yang terlalu individualistis.
Oleh karena itu, Mbappe telah kehilangan rasa hormat dari banyak fan, dan kontribusinya di lapangan tidak cukup untuk menutupi kesalahannya.
Lagipula, Real Madrid belum memenangkan trofi besar sejak ia datang ke Bernabeu.
Menurut laporan Jorge C Picon, awal mula keretakan hubungan Real Madrid dengan Mbappe terjadi saat pemecatan Xabi Alonso yang membuatnya terkejut, termasuk semua pemain Los Blancos.
Mbappe telah menaruh kepercayaan kepada Alonso, dan para pemain telah berusaha sebaik mungkin tampil di lapangan untuk membuatnya tidak dipecat.
Tapi, sang presiden klub Florentino Perez mengambil keputusan yang tidak dapat diterimanya dengan baik.
Setelah masalah itu, Mbappe cedera lutut, dan disitulah keretakan semakin dalam. Mbappe kehilangan kepercayaan pada organisasi ketika dia merasa kesehatannya telah dipertaruhkan.
Dia frustasi dengan beberapa rekan setimnya dan beberapa orang di internal klub.
Pada saat bersamaan, perjalanannya ke Prancis untuk menemui spesialis tidak diterima dengan baik oleh semua orang.
Hingga akhirnya, perjalanan ke Italia itu yang viral dalam beberapa hari terakhir.
Sebagian pihak di Real Madrid meyakini bahwa Kylian Mbappe tidak cedera, dan menurut mereka itu bukan pertama kalinya terjadi di musim ini.
Menurut informasi klub, Mbappe saat ini cedera otot ringan, dan besok baru akan diputuskan apakah dia fit atau tidak untuk melawan Barcelona.
"Semua perencanaan terkait pemain cedera diawasi dan dikelola oleh staf medis Real madrid, merekalah yang memutuskan kapan pemain perlu pergi ke Valdebebas (tempat latihan) atau tidak," beber Arbeloa soal ketersediaan Mbappe untuk El Clasico.
(Tribunnews.com/Sina)