SURYA.CO.ID, SURABAYA - Pengakuan para joki UTBK di Surabaya mulai terkuak. Praktik curang ini ternyata sudah berlangsung lama dan menyasar calon mahasiswa yang ingin lolos ke perguruan tinggi negeri favorit, khususnya fakultas kedokteran.
Fakta tersebut diungkap dalam video lanjutan yang diunggah Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Luthfie Sulistiawan melalui akun Instagram resminya, Rabu (6/3/2026).
Baca juga: Polisi Benarkan Penanganan Pelaku Joki UTBK 2026 Surabaya: Motif dan Modus Operandi Didalami
Dalam pengakuannya, para pelaku menyebut mayoritas klien mereka memilih fakultas kedokteran sebagai tujuan utama.
Salah satu tersangka yang tidak disebutkan identitasnya mengaku telah menjadi joki sejak 2017, atau sekitar 9 tahun lalu. Ia menyampaikan hal itu saat diperiksa langsung di Mapolrestabes Surabaya.
Kombes Pol Luthfie Sulistiawan sempat terkejut, ketika mengetahui jumlah klien yang ditangani tersangka tersebut mencapai sekitar 150 orang.
“2026 hanya 4 atau 5 orang. Ada yang mau dikerjakan cuma 1 orang. Sisanya tidak jadi. Fakultas kedokteran semua,” ujar tersangka.
Baca juga: Kasus Joki UTBK 2026 Surabaya: Diduga Jaringan Lebih Luas, Puluhan Nama Peserta Anomali
Di lokasi yang sama, Kasatreskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Edy Herwiyanto, mengungkapkan besarnya bayaran yang diterima para joki.
“Tahun 2025 sudah ada ini bayarnya Rp112 juta. 2025 ada 10 orang. Kau ciptakan dokter dokter yang tidak punya kompetensi kemampuan,” ucapnya.
Pernyataan lain juga datang dari tersangka berinisial N yang mengaku menjalani profesi joki sejak 2023.
“Total 6 orang lulus semua,” kata N.
Baca juga: Kasus Joki UTBK 2026 Terungkap, Unesa Temukan Manipulasi Foto Peserta
Kasus ini tidak hanya soal menggantikan peserta saat ujian. Polisi menemukan adanya berbagai modus manipulasi, mulai dari pemalsuan identitas hingga pengubahan dokumen penting.
Fakta Penting Kasus Joki UTBK:
Baca juga: Dugaan Joki UTBK 2026 Terungkap di Surabaya, Peserta Gunakan Identitas Berbeda
Kombes Pol Luthfie Sulistiawan pun meminta jajarannya untuk terus mengembangkan kasus ini, karena diduga melibatkan jaringan yang lebih luas.
“Coba ditelusuri lagi. Idenya dari mana, lebih bagus coba ceritakan semua, kalau enggak pun akan kami gali semua kok,” tandasnya.
Saat ini, kasus praktik joki UTBK tersebut masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut oleh Polrestabes Surabaya.