Doa ketika Masuk Raudhah, Taman Surga di Masjid Nabawi Madinah
Whiesa Daniswara May 06, 2026 01:22 PM

TRIBUNNEWS.COM - Raudhah adalah tempat di dalam Masjid Nabawi di Madinah, Arab Saudi.

Letak Raudhah ditandai dengan tiang-tiang putih, berada di antara rumah Aisyah RA. (sekarang makam Rasulullah SAW) sampai mimbar.

Luas Raudhah dari arah timur ke barat sepanjang 22 meter dan dari utara ke selatan 15 meter.

Di dalam Raudhah terdapat makam Rasulullah SAW dan kedua sahabatnya, Abu Bakar RA. dan Umar bin Khattab.

Selain setiap sudut di Masjid Nabawi, Raudhah adalah tempat di mana doa-doa dikabulkan. 

Dari Abu Hurairah RA, Nabi SAW bersabda: "Di antara rumahku dengan mimbarku adalah Raudhah (taman) di antara taman-taman surga dan mimbarku di atas telagaku." (HR. Bukhari)

Kementerian Haji dan Umrah menjelaskan bahwa Muslim yang mendatangi Raudhah dianjurkan untuk memanjatkan doa dan sholat di Masjid Nabawi.

“Shalat di masjidku ini lebih utama dari 1.000 shalat di masjid lainnya kecuali Masjidil Haram.” (HR. Muslim no. 1394)

Mengutip buku Manasik Haji dan Umrah 2026, berikut bacaan doa ketika berada di Raudhah.

Baca juga: Doa Masuk Makkah dan Masjidil Haram bagi Jemaah Haji dan Umrah

Doa Ketika di Raudhah

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ الْحَمْدُ اللَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ حَمْدًا يُوَافِي نِعَمَهُ وَيُكَافِي مَزِيدَه،ُ يَا رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَبْغِي لِجَلَالِ وَحُمِكَ الكَرِيمِ وَعَظِيْمِ سُلْطَانِك،َ وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي ذُنُوبِي وَلِوَالِدَيَّ وَأَجْدَادِي وَجَدَّاتِي وَأَقَارِي وَإِخْوَانِي وَمَشَائِخِي وَلِجَمِيعِ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ اللَّهُمَّ إِنَّكَ قَدْ قُلْتَ وَقَوْلُكَ الْحَقُّ وَلَوْ أَنَّهُمْ إِذْ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ جَاءُكَ فَاسْتَغْفَرُوا اللهَ وَاسْتَغْفَرَ لَهُمُ الرَّسُولُ لَوَجَدُوا اللَّهَ تَوَابًا رَحِيمًا اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ أَنْ تُشَ عَ فِي نَيْكَ وَرَسُوْلَكَ مُحَمَّدًا صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ لَا يَنْفَعُ مَالٌ وَلَأَبْنُونَ إِلَّا مَنْ أَتَى الله بِقَلْبٍ سَلِئِمٍ وَأَنْ تُوجِبَ لِي الْمَغْفِرَةَ كَمَا أَوْجَبَتَهَا لِمَنْ جَاءَهُ فِي حَيَاتِهِ اللَّهُمَ اجْعَلْهُ أَوَّلَ الشَّافِعِينَ وَأَنْ عَ السَّائِلِينَ وَأَكْرَمَ الأَوَّلِينَ وَالْآخِرِينَ بِمَتِكَ وَكَرَمِكَ يَا أَكْرَمَ الْأَكْرَمِين.َ اللَّهُم إِنِّي أَسْأَلُكَ إِيمَانًا كَامِلاً وَيَقِيْنَا صَادِقًا حَتَّى أَعْلَمَ أَنَّهُ لا يُصِييُنِي إِلَّا مَا كَتَبْتَ لِي وَعِلْمَا نَافِعًا وَقَلْبًا خَاشِعًا وَلِسَانًا ذَاكِرًا وَرِزْقًا وَاسِعًا وَحَلالاً طَيِّبًا وَعَمَلَا صَالِحًا مَقْبُوْلاً وَبَجَارَةً لَنْ تَبُورَ اللَّهُمَّ اشْرَحْ صُدُورَنَا وَاسْتُرْ غَيُوْبَنَا وَاغْفِرْ ذُنُوبَنَا وَأَمِنْ خَوْفَنَا وَاخْتِمْ بِالصَّالِحَاتِ أَعْمَالَنَا وَتَقَبْلُ زِيَارَتَنَا وَرُدَّنَا مِنْ غُرْبَيْنَا إِلَى أَهْلِنَا وَأَوْلَادِنَا سَالِمِينَ غَانِمِينَ وَاجْعَلْنَا مِنْ عِبَادِكَ الصَّالِحِينَ مِنَ الَّذِينَ لَأَخَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ ، رَبَّنَا لَا تَزِعُ قُلُبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَب لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الوهاب . رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلَاةِ وَمِن ذُرِّيَّتِي رَبَّنَا وَتَقَبْلُ دُعَاءِ رَبَّنَا اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِلْمُؤْمِنِينَ يَوْمَ يَقُوْمُ الْحِسَابُ رَبَّنَا أَتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النار سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ وَالْحَمْدُ للَّهِ رَبِّ العَلَمِينَ

Bismillāhir-raḥmānir-raḥīm, al-ḥamdu lillāhi rabbil-‘ālamīn ḥamdan yuwāfī ni‘amahu wa yukāfī mazīdah, yā rabbanā lakal-ḥamdu kamā yanbaghī lijalāli wajhikal-karīm wa ‘aẓīmi sulṭānik, wa ṣallallāhu ‘alā sayyidinā Muḥammadin wa ‘alā ālihi wa ṣaḥbihi ajma‘īn. Allāhummaghfir lī dhunūbī wa liwālidayya wa ajdādī wa jaddātī wa aqāribī wa ikhwānī wa mashāyikhī wa lijamī‘il-mu’minīna wal-mu’mināt wal-muslimīna wal-muslimāt al-aḥyā’i minhum wal-amwāt biraḥmatika yā arḥamar-rāḥimīn. Allāhumma innaka qad qulta wa qawluka al-ḥaqqu wa law annahum idz ẓalamū anfusahum jā’ūka fastaghfarullāha wastaghfara lahumur-rasūlu lawajadullāha tawwāban raḥīmā. Allāhumma innī as’aluka an tusha‘a fī nayka wa rasūlika Muḥammadan ṣallallāhu ‘alaihi wa sallama yawma lā yanfa‘u mālun wa lā banūn illā man atallāha biqalbin salīm wa an tūjiba lī al-maghfirata kamā awjabtahā liman jā’ahu fī ḥayātih. Allāhummaj‘alhu awwala ash-shāfi‘īn wa anta as-sa’ilīn wa akrama al-awwalīna wal-ākhirīn bimanatika wa karamika yā akramal-akramīn. Allāhumma innī as’aluka īmānan kāmilā wa yaqīnan ṣādiqan ḥattā a‘lama annahu lā yuṣībunī illā mā katabta lī wa ‘ilman nāfi‘an wa qalban khāshi‘an wa lisānan dhākiran wa rizqan wāsi‘an wa ḥalālan ṭayyiban wa ‘amalan ṣāliḥan maqbūlan wa tijāratan lan tabūr. Allāhumma ishraḥ ṣudūranā wastur ‘uyūbanā waghfir dhunūbanā wa āmin khawfanā wakhtim biṣ-ṣāliḥāti a‘mālanā wataqabbal ziyāratinā waruddnā min ghurbatinā ilā ahlinā wa awlādinā sālimīna ghānimīn waj‘alnā min ‘ibādika aṣ-ṣāliḥīn mina alladzīna lā khawfun ‘alaihim wa lā hum yaḥzanūn. Rabbanā lā tuzigh qulūbanā ba‘da idh hadaytanā wahab lanā min ladunka raḥmah innaka antal-wahhāb. Rabbij‘alnī muqīmaṣ-ṣalāti wa min dhurriyyatī rabbanā wataqabbal du‘ā’. Rabbanāghfir lī wa liwālidayya walil-mu’minīna yawma yaqūmul-ḥisāb. Rabbanā ātinā fid-dunyā ḥasanah wa fil-ākhirati ḥasanah wa qinā ‘adhāban-nār. Subḥāna rabbika rabbil-‘izzati ‘ammā yaṣifūn wa salāmun ‘alal-mursalīn wal-ḥamdu lillāhi rabbil-‘ālamīn.

Artinya: "Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah yang memelihara sekalian alam. Pujian yang sebanding dengan nikmat-nikmat-Nya dan sepadan dengan tambahan-Nya. Wahai Tuhan kami, bagi-Mu segala puji, sebagaimana yang layak bagi keluhuran-Mu dan keagungan kekuasaan-Mu. Salawat dan salam semoga dilimpahkan kepada junjungan Nabi Besar Muhammad SAW, beserta keluarga dan sahabat-sahabatnya semua. Ya Allah ya Tuhanku, ampunilah dosadosaku, dosa kedua orang tuaku, kakek dan nenekku, semua kerabatku, saudara-saudaraku dan guru-guru-ku, sekalian orang-orang mukmin dan mukminat, juga muslimin dan muslimat baik yang masih hidup maupun yang telah mati dengan limpahan rahmat-Mu wahai Tuhan Yang Maha Pengasih.

Ya Allah, Engkau telah berfirman dan firman-Mu adalah benar. Dan sungguh sekiranya mereka setelah menzalimi dirinya datang kepadamu (Muhammad), lalu memohon ampunan kepada Allah, dan Rasul pun memohonkan ampunan untuk mereka, niscaya mereka mendapati Allah Maha Penerima tobat, Maha Penyayang. Ya Allah aku mohon kepada-Mu, agar memberikan kewenangan syafaat kepada Nabi dan Rasul-Mu untukku pada hari dimana harta benda dan anak-anak tidak dapat memberikan pertolongan, kecuali orang yang menghadap kepada Allah dengan hati yang bersih. Berilah kepastian ampunan untukku sebagaimana Engkau telah memastikan memberi ampunan bagi orang yang datang kepada Rasul di waktu hidupnya.

Ya Allah, jadikanlah Nabi Muhammad SAW orang pertama memberi syafaat, paling terkabul permohonannya dan paling mulia diantara orang-orang terdahulu dan yang (datang) kemudian dengan anugrah dan kemurahan-Mu, wahai Tuhan Yang Maha Pemurah. Ya Allah, aku mohon kepada-Mu keimanan yang sempurna, keyakinan yang benar, sehingga aku dapat mengetahui bahwa tiada sesuatu bencana yang menimpaku kecuali telah Engkau tetapkan kepadaku. Aku memohon ilmu yang bermanfaat, hati yang khusuk, lidah yang berzikir, rizqi yang melimpah, halal dan baik, amal saleh yang diterima, serta perniagaan yang tidak rugi.

Ya Allah, lapangkanlah dada kami, tutuplah keburukan kami, ampunilah dosa kami, tenangkanlah hati kami dari ketakutan, sudahilah amalan kami dengan ke bajikan, terimalah ziarah kami ini, kembalikan kami dari kepergian ini kepada keluarga dan anak-anak kami dengan selamat dan sejahtera beroleh pahala dan jadikanlah kami termasuk hamba-Mu yang shaleh, yaitu orang-orang yang tidak merasa takut dan tidak pula bersedih hati.

Ya Tuhan kami, janganlah Engkau condongkan hati kami kepada kesesatan setelah Engkau berikan petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi-Mu, sesungguhnya Engkau Maha Pemberi. Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang yang tetap melaksanakan salat, ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku. Ya Tuhan kami, ampunilah aku dan kedua ibu bapakku dan semua orang yang beriman pada hari diadakan perhitungan pada hari (kiamat), Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan lindungilah kami dari azab neraka. Maha Suci Tuhanmu, Tuhan Yang Maha perkasa dari sifat yang mereka katakan dan selamat sejahtera bagi para Rasul dan segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam."

Raudhah

Dahulu, Raudhah merupakan bagian dari rumah dan masjid Rasulullah yang digunakan sebagai tempat berdakwah tentang Islam saat hijrah dari Mekkah ke Madinah.

Karena itu, di area Raudhah terdapat mimbar dan mihrab Rasulullah SAW. sebagai bukti awal berdirinya dan adanya Raudhah.

Batasan Lokasi Raudhah di Masjid Nabawi

Mengutip Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), dijelaskan bahwa dalam buku Bekal Haji karya Ustaz Firanda Andirja, Raudhah yang ada di Masjid Nabawi memiliki batasan lokasi sebagai berikut:

  1. Dari arah timur, Raudhah dibatasi oleh rumah Aisyah radhiyallahu anha, yang kini menjadi makam Nabi Shallallahu alaihi wa sallam.
  2. Dari arah barat, batasnya adalah mimbar Rasulullah saw.
  3. Dari arah selatan, batasnya sejajar dengan ujung mihrab Nabi, yaitu bagian depan masjid lama.
  4. Dari arah utara, batasnya adalah garis sejajar dengan ujung akhir rumah Aisyah radhiyallahu anha.

Ukuran Raudhah yaitu 22 meter x 15 meter menjadi 330 meter persegi. Lokasi Ar-Raudhah dibedakan dengan karpet yang berwarna hijau, sementara lantai masjid yang lainnya berwarna merah.

(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.