Soroti Rute Kirab Milangkala Tatar Sunda di Karawang, Budayawan Nilai Dedi Mulyadi Ngaco
Joseph Wesly May 06, 2026 02:50 PM

 

Laporan Muhammad Azzam

TRIBUNBEKASI.COM, KARAWANG- Budayawan Nace Permana menyoroti rute pelaksanaan kirab budaya Perayaan Hari Tatar Sunda di Kabupaten Karawang, Jawa Barat pada Sabtu (9/5/2026) malam.

Nace menilai rute kirab budaya yang diinisiasi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat dalam hal ini Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi salah dan tidak sesuai sejarah.

Kirab Mahkota Binokasih pada Sabtu, 9 Mei 2026 dimulai dari Horizon University Indonesia Jalan Pangkal Perjuangan Tanjung Pura Karawang Barat dan berakhir di Kantor Bupati Karawang.

"Saya pikir ini sangat ngacolah (Gubernur Dedi Mulyadi) kalau menurut saya. Lokasi rute di Horizon itu tidak memiliki catatan sejarah awal permulaan keberadaan Eyang Prabu," kata Nace kepada awak media pada Rabu (6/5/2026).

Usulkan Mulai dari Masjid Agung

Ketua Paguyuban dan Seniman Jawa Barat menyayangkan, rute acara kirab tidak dimulai dari Masjid Agung Syekh Quro Karawang.

Sebab, kegiatan ini bukan kirab budaya biasa melainkan mengusung Kirab Budaya Napak Tilas Padjadjaran dengan tema Binokasih Mulang Salaka.

"Masjid Agung itu memiliki sejarah yang luar biasa. Ketika Eyang Prabu dinikahkan dengan Ibu Subang Larang oleh Sheikh Rotul Ain, itu adalah di Masjid Agung Karawang," beber dia.

Nilai Sejarah Dinilai Kurang

Menurut Nace jika Pemprov Jabar dalam hal ini Dedi Mulyadi benar ingin melestarikan budaya dan mengagung-agungkan nilai sejarah yang dibangun oleh Prabu Siliwangi harus minimal ada catatan sejarah yang bisa diikuti. Sehingga tidak asal megah dan meriah saja pelaksanaannya.

"Jadi bukan asal prung kalau hari ini kita memang melihat megahnya, kira budaya cukup megah. Tapi nilai-nilai pemaknaan sejarahnya kurang mengena. Karena tadi lah, contoh satu hal di Karawang tadi, sangat-sangat disayangkan," kata dia.

Sejarah Prabu Siliwangi di Karawang

Nace mengungkapkan, dalam catatan sejarah Prabu Siliwangi hanya singgah di Masjid Agung Syekh Quro Karawang.

Sejarahnya ketika itu, Eyang Prabu Siliwangi itu datang ke Karawang pada masa abad 14.

Tujuan utamanya awalnya itu untuk membubarkan pengajian yang dilakukan oleh Syekh Quro. Akan tetapi saat itu, Syekh Quro dikawal ketat oleh Panglima perang Cina Cheng Ho yang saat itu sudah mualaf.

Pada masa itu Eyang Syekh Quro memiliki murid perempuan yang namanya Subang Larang.

Ketika Eyang Prabu datang ke Karawang tujuannya untuk membubarkan pengajian tapi malah melihat kecantikan dan cara lantunan mengaji Subang Larang yang cukup menggetarman hati.

"Sampai akhirnya Eyang Prabu meminang dan masuk islam. Dan memiliki beberapa anak, artinya bahwa keberadaan Eyang Prabu di Karawang itu bukan hitungan sehari dua hari, sudah tahunan. Tapi persinggahannya hanya di Masjid Agung," kata dia.

Rangkaian Acara Kirab

Diketahui, kirab dijadwalkan berlangsung mulai pukul 18.30 hingga 21.00 WIB. Kegiatan diawali dengan penampilan sajak dari budayawan Sunda, yakni Kang Ayi Kurnia dan Kang Godi Suwarna, dilanjutkan dengan sambutan Gubernur Jawa Barat sebelum rombongan kirab resmi diberangkatkan.

Dalam arak-arakan tersebut, Mahkota Binokasih akan dibawa menggunakan kereta kencana, diiringi oleh kuda yang ditunggangi Gubernur serta rencana keikutsertaan Bupati Karawang.

Selain itu, kemeriahan kirab juga akan diwarnai oleh penampilan tim kesenian khas Karawang seperti Jajangkungan, serta partisipasi tim kesenian dari 26 kabupaten/kota se-Jawa Barat.

Sepanjang rute, rombongan akan bergerak dari Horizon University Indonesia menuju Kantor Bupati Karawang sebagai titik akhir.

Setibanya di lokasi finish, rangkaian acara akan dilanjutkan dengan penampilan Emka 9. Gubernur dan Bupati dijadwalkan turun dari kuda untuk menyaksikan parade kirab dari masing-masing daerah. (MAZ)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.