Ribuan Jemaah Padati Masjid Jami Banjarmasin, Sholat Jenazah KH Husin Naparin Berlangsung Khidmat
Ratino Taufik May 06, 2026 03:52 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Lautan jemaah memadati kawasan Masjid Jami Banjarmasin, Rabu (6/5/2026), untuk mengikuti sholat jenazah ulama kharismatik KH Husin Naparin. Masjid tampak penuh hingga ke halaman, bahkan sebagian jemaah meluber ke area sekitar.

Sejak siang, ribuan pelayat telah berkumpul. Saat jenazah digotong dari tempat pemandian ke arah masjid, suasana langsung hening. Jemaah berdiri berjejer, memberikan jalan, sebagian menundukkan kepala dengan wajah haru.

Di dalam masjid, sholat jenazah berlangsung khidmat. Saf-saf jemaah terisi penuh, mencerminkan besarnya penghormatan masyarakat terhadap sosok almarhum yang dikenal luas sebagai pendakwah dan pendidik.

Sejumlah warga yang hadir mengaku kehilangan figur panutan. Salah seorang jemaah, Rahman (45), mengaku sering mengikuti majelis taklim yang diisi almarhum.

“Beliau itu penyampaiannya sederhana, tapi dalam. Mudah dipahami, dan selalu menenangkan,” ujarnya.

Hal senada disampaikan jemaah lainnya, Siti Aminah (38), yang menyebut dakwah almarhum sangat membumi.

Baca juga: Alm KH Husin Naparin Bakal Dimakamkan di Alkah Keluarga, Disamping Masjid Bersejarah di Balangan

“Kalau beliau ceramah, rasanya dekat sekali dengan kehidupan kita sehari-hari. Tidak menggurui, tapi mengajak,” katanya.

Sementara itu, mantan santri Pondok Pesantren Rakha Amuntai, Ahmad Rian Maulana, mengenang sosok gurunya sebagai pribadi yang tegas namun penuh perhatian.

“Saya belajar di sana selama enam tahun, dari MTS sampai MA. Beliau bukan hanya mengajarkan ilmu agama, tapi juga adab. Itu yang paling membekas,” ucapnya.

Ia menyebut, almarhum selalu menekankan pentingnya keikhlasan dalam menuntut ilmu dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

“Beliau sering bilang, ilmu itu harus diamalkan. Jangan hanya pintar, tapi tidak punya akhlak,” kenangnya.

Usai pelaksanaan sholat jenazah, suasana haru masih terasa. Banyak jemaah yang enggan beranjak, seolah belum rela melepas kepergian ulama yang telah memberi banyak kontribusi bagi masyarakat tersebut.

Rencananya, jenazah akan diberangkatkan untuk dimakamkan di alkah keluarga di Paringin. Saat ini jenazah sedang dalam perjalanan menuju Pondok Pesantren Rakha, Amuntai.

(Banjarmasinpost.co.id/rifki soelaiman)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.