TRIBUN-SULBAR.COM, POLMAN- Empat ekor sapi jenis limosin dan simental dari peternak di Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar) terpilih menjadi hewan kurban Presiden Prabowo, Rabu (6/5/2026).
Harga empat jenis sapi ini pun ditawar sekretariat presiden dengan angka berbeda berdasarkan bobotnya.
Sapi pertama memiliki bobot mencapai 1.150 Kilogram, jenis Limosin diberi nama Bagong ini ditawar Rp118 juta.
Sapi ini milik peternak bernama Muh Nur dari Desa Sumberjo.
Baca juga: LPDP Desak Gerindra Copot Ketua Fraksi DPRD Sulbar Terkait Dugaan Pelanggaran Hukum
Baca juga: Kantor Desa Tabolang Ludes Terbakar, Camat Topoyo Minta Segera Dibangun Kembali
Sapi kedua jenis Simental diberi nama Bima
memiliki bobot 1.053 Kg milik peternak bernama H Iskandar ditawar Rp110 juta.
Selanjutnya sapi jenis Brangus yang diberi nama Blecki memiliki bobot 1.011 Kg ini ditawar Rp105 juta
Terakhir sapi jenis Simental yang diberi nama Arjuna dengan bobot 960,3 Kg ditawar Rp100 juta.
"Namun belum deal harganya karena sementara masi negosiasi dari tim sekretariat presiden," kata Kepala Bidang Peternakan Disbuntarnak Polman, Namri Izzuddin kepada wartawan.
Dia menyampaikan harga empat sapi ini ditawar langsung oleh tim sekretariat presiden.
Hingga saat ini harga itu belum disepakati oleh empat pedagang sapi dari Kecamatan Wonomulyo ini
Namri menyebut tiap peternak sapi yang terpilih ini juga mematok besaran harganya masing-masing.
"Harga dari peternak itu yang sapi pertama paling berat dipatok Rp120 juta, jadi sekarang itu lagi negosiasi," lanjutnya.
Disebutkan sapi kedua dipatok pemiliknya dengan harga Rp115 juta, sapi ketiga dipator Rp110 juta.
Sehingga saat ini kata Namri tim sekretariat presiden sedang negosiasi harga dengan pemilik sapi tersebut.
Dia menambahkan para peternak yang sapinya terpilih ini juga telah diminta untuk membuat rekening pribadi masing-masing.
Hal ini menunjukkan kata Namri antusiasme para peternak dalam mengikuti ajang seleksi sapi kurban bantuan masyarakat dari Presiden terus mengalami peningkatan.
Disebutkan keberhasilan para peternak sapi jumbo di daerah ini tidak lepas dari perjuangan para petugas inseminator Kabupaten Polman.
Diakui, dari tangan terampil mereka lahir sapi-sapi andalan dengan bobot luar biasa yang mampu mengharumkan nama daerah hingga ke tingkat nasional dan terpilih sebagai hewan kurban Presiden Prabowo.
Namri berharap, program sapi kurban bantuan Presiden dapat menjadi motivasi dan stimulan pemberdayaan peternak lokal untuk beternak secara profesional sesuai standar.(*)
Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Fahrun Ramli