TRIBUNGORONTALO.COM – Penemu bayi di pesisir Leato Selatan, Kecamatan Dumbo Raya, Kota Gorontalo, mengungkap sisi lain yang menyita perhatian publik.
Penemu bayi tersebut mengaku sempat mendengar suara tangisan sebelum akhirnya menemukan jasad bayi itu. Peristiwa tersebut bahkan terus terngiang di benaknya hingga membuatnya sulit untuk memejamkan mata.
Sosok penemu bayi itu diketahui bernama Tomi Panto, warga Kelurahan Talumolo, Kecamatan Dumbo Raya, Kota Gorontalo.
Tomi menjelaskan, awalnya ia hanya berniat memancing seperti biasa. Ia berangkat sekitar pukul 13.00 WITA menuju kawasan Pelabuhan Pelindo. Namun, karena diminta pergi oleh petugas, ia kemudian memutuskan untuk berpindah lokasi.
"Awalnya di kawasan pelabuhan Pelindo, tapi diusir petugas. Lalu pukul 14.00 Wita saya pindah ke sana (Leato Selatan)," ungkapnya kepada TribunGorontalo.com, Rabu (6/5/2026).
Di lokasi yang baru, Tomi memancing seorang diri sambil mencari titik terbaik. Ia sempat mondar-mandir di sekitar area tersebut untuk memantau kondisi air. Di tengah aktivitasnya itu, ia mengaku sempat mendengar suara tangisan bayi, namun saat itu ia tidak menaruh rasa curiga sedikit pun.
"Pertama saya mendengar bayi menangis, tapi saya hanya cuek begitu," ujarnya.
Ia menduga suara tersebut berasal dari permukiman warga, meskipun jaraknya terhitung cukup jauh dari lokasi tempatnya memancing. Karena asumsi tersebut, ia tidak langsung mencari sumber suara itu.
Baca juga: Kronologi Lengkap Pembunuhan Remaja 13 Tahun di Paguyaman Pantai Gorontalo, Jasad Dibuang ke Laut
Beberapa saat kemudian, perhatian Tomi justru tertuju pada sebuah benda yang terapung di atas air dan terbawa ombak menuju daratan. Awalnya, ia mengira benda tersebut hanyalah sisa isi perut hewan yang dibuang.
"Saya kira hanya taripang (jeroan) hewan kambing. Karena penasaran, saya mengait benda tersebut dengan ujung kail," ungkapnya.
Namun setelah didekati, ia justru menemukan kenyataan yang mengejutkan. Benda tersebut lalu diangkat menggunakan tas plastik paket yang sempat terlilit di tubuh benda tersebut. Dari sanalah terungkap bahwa benda itu merupakan jasad bayi dengan kondisi tali plasenta yang masih melekat.
Tomi menyebutkan bahwa saat ditemukan, jasad bayi tersebut belum mengeluarkan aroma busuk. Ia pun menduga bayi itu baru saja dilahirkan sebelum akhirnya dibuang ke laut.
Ia kemudian bergegas meminta bantuan kepada seorang ibu petugas kebersihan yang berada di sekitar lokasi wisata. Tak lama berselang, datang dua orang perempuan di lokasi yang turut membantu dengan menghubungi pihak terkait.
Setelah kejadian itu dilaporkan, aparat kepolisian segera tiba di lokasi dan langsung meminta keterangan dari Tomi terkait kronologi penemuan tersebut.
Meski telah kembali ke rumah dan mencoba menjalani aktivitas seperti biasa, peristiwa itu ternyata meninggalkan kesan mendalam bagi dirinya. Ia mengaku tidak bisa langsung beristirahat karena terus memikirkan kejadian pilu yang dialaminya.
"Nanti tidur jam 03.00. Saya kepikiran dengan bayi itu," pungkasnya.
Tomi pun meyakini bahwa keberadaannya di lokasi saat itu, termasuk pengalaman mendengar suara tangisan, merupakan semacam petunjuk agar jasad bayi tersebut dapat ditemukan.