Curhatan Ketum Jakmania soal Laga Klasik Persija vs Persib yang Dipindah ke Samarinda
Feryanto Hadi May 06, 2026 06:35 PM

 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Abdul Majid

WARTAKOTALIVE. COM, JAKARTA - Ketua Umum The Jakmania, Diky Soemarno, mengungkapkan kekecewaannya setelah laga big match Persija Jakarta kontra Persib Bandung resmi dipindahkan ke Stadion Segiri, Samarinda, pada 10 Mei mendatang.

Menurut Diky, Jakmania menjadi pihak yang paling kecewa atas keputusan tersebut karena sudah tujuh tahun duel klasik Persija vs Persib tidak digelar di Jakarta.

“Yang pertama, sudah pasti yang paling kecewa dengan situasi ini adalah Jakmania. Kenapa? Karena sudah tujuh tahun kami tidak menggelar pertandingan Persija vs Persib di Jakarta. Terakhir itu tahun 2019,” ujar Diky di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (6/5/2026).

Ia menilai Jakmania sebenarnya telah berupaya menunjukkan bahwa mereka mampu menjadi tuan rumah yang baik dan menjaga keamanan pertandingan di Jakarta.

Hal itu dibuktikan dengan hadirnya suporter klub-klub lain seperti dari Solo, Malang, Yogyakarta hingga Surabaya saat pertandingan bergulir di Jakarta.

“Mereka pulang dengan aman dan nyaman. Dari situ terlihat bagaimana Jakmania sangat konsen menjaga keamanan dan ketertiban, apalagi di kota sendiri,” kata Diky.

Meski kecewa, Diky mengaku tetap menghormati keputusan pemindahan venue yang  diambil karena kondisi keamanan di Jakarta.

Menurutnya, situasi seperti ini bahkan sudah berulang hampir setiap musim sejak 2020.

Ia juga menyoroti ketidakjelasan venue yang kerap terjadi menjelang laga Persija kontra Persib. 

Bahkan, Diky sempat menyinggung persoalan tersebut melalui media sosial kepada pihak pengelola GBK.

“Memang pada akhirnya kami harus menghormati keputusan ini. Keputusan yang tidak mudah bagi Jakmania, tetapi memang situasi seperti ini sudah berlangsung hampir setiap tahun setelah era 2020,” ucap Diky.

“Ternyata memang ada atensi dari pimpinan dan berbagai pihak yang khawatir pertandingan Persija vs Persib di Jakarta bisa menimbulkan efek yang luar biasa,” lanjutnya.

Meski laga dipindahkan ke Samarinda, Diky bersyukur pertandingan tetap dapat digelar dengan kehadiran penonton.

Menurutnya, Jakmania tetap memiliki hak untuk mendukung langsung Persija.

“Kami berharap walaupun tidak main di Jakarta, pertandingan tetap digelar dengan penonton. Insyaallah teman-teman Jakmania juga berhak untuk menonton,” ujarnya.

Diky menyebut pihaknya juga memiliki hubungan baik dengan suporter Borneo FC, Pusamania, sehingga tidak mempermasalahkan pertandingan digelar di Samarinda.

“Bagi kami main di Samarinda tidak ada masalah. Kami juga berhubungan baik dengan teman-teman Pusamania,” ujar Diky 

Di akhir pernyataannya, Diky berharap situasi serupa tidak lagi terjadi di masa mendatang agar sepakbola Indonesia tidak terus menjadi korban persoalan nonteknis.

“Ini harus menjadi mitigasi ke depan dan saya berharap ini benar-benar terakhir kalinya situasi seperti ini terjadi, sehingga sepakbola tidak lagi dikorbankan,” pungkasnya.

Penjelasan Ketua Panpel

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) Persija Jakarta, Tauhid Indrasjarief atau yang akrab disapa Bung Ferry, mengungkap kronologi pemindahan venue laga Persija Jakarta kontra Persib Bandung dari Jakarta ke Stadion Segiri, Samarinda.

Keputusan tersebut diambil setelah adanya rapat bersama pihak kepolisian di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (6/5/2026).

Usai rapat Direktur Utama I.League selaku operator kompetisi, Ferry Paulus, menyatakan pertandingan pekan ke-32 Super League 2025/2026 itu tidak bisa digelar di Jakarta karena faktor keamanan.

Bung Ferry menjelaskan, pihak kepolisian sebelumnya telah melakukan pertemuan dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebelum akhirnya diputuskan pertandingan tidak mendapat izin digelar di Jakarta.

“Pak Kapolda, Wakapolda dengan seluruh timnya beberapa hari lalu sempat datang ke Balai Kota untuk berdiskusi dengan Gubernur. Dari situ akhirnya keluar keputusan bahwa kita tidak boleh menyelenggarakan pertandingan di Jakarta,” ujar Bung Ferry.

Setelah keputusan tersebut keluar, pihak liga langsung mencari Stadion alternatif. Awalnya terdapat dua opsi, yakni Jepara dan Surabaya.

Baca juga: Persija Gagal Main di Jakarta Lawan Persib, Bung Ferry Bicara Kerugian Besar Macan Kemayoran

“Saya melaporkan ini ke liga. Liga kemudian mencari stadion yang kosong dan mereka bilang ada dua pilihan, Jepara atau Surabaya. Dengan pertimbangan untuk kepentingan tim, karena Surabaya dekat dengan bandara, saya pikir lebih baik pilih Surabaya,” cerita Bung Ferry.

Namun, setelah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak di Surabaya, termasuk Panpel Persebaya dan Bonek, pertandingan ternyata hanya diizinkan tanpa penonton.

“Ketika kami sudah koordinasi di sana, semuanya siap. Panpel bahkan pihak Persebaya dan Bonek juga siap membantu. Tapi ternyata kami hanya boleh menggelar pertandingan tanpa penonton,” jelasnya.

Bung Ferry mengatakan pihak liga kemudian memastikan bahwa apabila pertandingan tetap digelar di Pulau Jawa, laga Persija kontra Persib dipastikan tidak akan mendapatkan izin dengan kehadiran penonton.

Pilihan berikutnya sempat mengarah ke Bali. Namun opsi tersebut batal karena Stadion Kapten I Wayan Dipta akan digunakan Borneo FC sehari setelah pertandingan Persija vs Persib.

"Nah, saya tanya sama pihak Bali mereka tanding lawan siapa, ternyata lawan Borneo. Berarti stadion Borneo tidak dipakai dong. Dari situ saya coba izin untuk kontak Borneo,” tuturnya.

Setelah berkomunikasi dengan pihak Borneo FC dan kepolisian setempat, akhirnya Samarinda dipilih sebagai venue pertandingan karena dinilai memungkinkan menggelar laga dengan penonton.

“Saya coba tanya ke pihak kepolisian, kalau memang bisa menyelenggarakan di Samarinda dipersilakan saja. Pihak kepolisian juga akan bantu perizinannya dengan penonton. Jadi itu sejarahnya kenapa akhirnya kami menetapkan di Samarinda,” ucap Bung Ferry.

Meski demikian, Bung Ferry mengaku kecewa karena duel klasik Persija kontra Persib kembali gagal digelar di Jakarta.

Pasalnya, laga Persija vs Persib terakhir diadakan di SUGBK pada 2019 silam.

“Kecewa sekali. Padahal kami sudah berupaya bekerja sama dengan Jakmania dan menunjukkan perilaku suporter sudah bagus. Selama musim ini tidak ada kejadian berarti yang membuat PSSI ataupun liga khawatir,” katanya.

Menurutnya, laga Persija kontra Persib sebaiknya tidak lagi dijadwalkan pada periode krusial yang rawan menimbulkan kekhawatiran keamanan.

Terkait alasan utama tidak diberikannya izin di Jakarta, Bung Ferry menegaskan faktor keamanan menjadi pertimbangan utama pihak kepolisian.

“Kita harus pikirkan ke depannya supaya pertandingan Persija vs Persib tidak digelar di bulan-bulan krusial seperti sekarang,” ujar Bung Ferry.

“Keamanan. Setelah May Day ada indikasi kemungkinan situasi tertentu yang dikhawatirkan. Ditambah kejadian di Bandung kemarin, ada lebih dari seratus orang ditangkap. Mungkin dari hasil interogasi itu mereka menganggap Jakarta rawan,” pungkasnya.

Duel Penuh Emosi

Seperti diketahui, Persija Jakarta siap menghadapi laga krusial melawan Persib Bandung pada pertandingan pekan ke-32 Super League 2025/2026.

Pelatih Persija, Mauricio Souza, mengatakan, pertandingan melawan Persib menjadi laga yang berbeda dibandingkan laga sebelumnya. 

Ia menyebut duel ini sebagai salah satu derby terbesar di Indonesia.

Baca juga: Persija Jakarta Menang 0-2 di Kandang Persijap, Jadi Modal Positif Jelang Melawan Persib Bandung

Apalagi kedua tim sama-sama baru meraih kemenangan pada pekan ke-31 dan masih memiliki peluang untuk bersaing dalam perebutan gelar juara musim ini.

"Ini menjadi laga yang berbeda, salah satu derby terbesar di Indonesia, kedua tim sama-sama kuat, dan kami siap menghadapi siapapun," katya Mauricio Souza setelah laga melawan Persijap, Senin (4/5/2026).

Pelatih asal Brasil tersebut memastikan, timnya akan memanfaatkan waktu yang ada untuk memulihkan kondisi pemain sekaligus mematangkan strategi jelang pertandingan.

Baca juga: Jaga Persaingan Papan Atas Klasemen, Persija Jakarta Ingin Bawa Pulang 3 Poin saat Tantang Persijap

Mauricio Souza berambisi membalas kekalahan 0-1 yang dialami Macan Kemayoran saat bertandang ke markas Persib Bandung pada pertemuan pertama.

"Kami memiliki beberapa hari untuk memulihkan kondisi pemain dan menyiapkan strategi yang tepat untuk menghadapi Bandung, saya yakin itu akan menjadi pertandingan yang luar biasa," katanya.

Pemain Persija, Shayne Pattynama, menilai laga kontra Persib bukan sekadar pertandingan biasa, melainkan duel penuh gengsi dan emosi tinggi.

"Pertandingan ini adalah laga besar, banyak emosi dalam laga tersebut," kata Shayne.

Shayne menilai Persija sebenarnya tampil baik pada pertemuan sebelumnya, meski belum berhasil meraih kemenangan.

"Saya melihat Persija bermain bagus, tetapi belum berhasil meraih kemenangan, kami tahu betapa pentingnya laga ini bagi para penggemar dan bagi kami," ujarnya.

Baca juga: Persija Mulai Hitung Laga Kontra Persib, Mauricio Isyaratkan Rotasi Pemain saat Hadapi Persijap

Shayne optimistis timnya mampu meraih hasil maksimal saat menghadapi Persib Bandung nanti.

"Kami memiliki tim bagus, saya sangat percaya diri bisa meraih tiga poin," ucapnya.

Laga ini menjadi sangat penting bagi kedua tim.

Persib Bandung membidik kemenangan demi menjaga peluang juara.

Sementara Persija yang kini berada di peringkat ketiga juga wajib meraih tiga poin untuk terus menjaga asa dalam perburuan gelar, sekaligus mempertahankan gengsi di kandang sendiri.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.