Ade Supriyatna Ajak Warga Meriahkan Lebaran Depok 2026
Dwi Rizki May 06, 2026 06:35 PM

WARTAKOTALIVE.COM, CILODONG - Ketua DPRD Depok Ade Supriyatna mengajak masyarakat meramaikan perayaan Lebaran Depok 2026.

Acara kebudayaan tersebut digelar mulai Selasa (5/5/2026) hingga puncaknya pada Sabtu (9/5/2026) nanti.

“Nyok hadirin dan ramaiin event kebanggaan warga Depok satu-satunya di Indonesia, Lebaran Depok 2026,” ajak Ade.

Tokoh muda Kota Depok itu menilai, Lebaran Depok menjadi even kebanggaan bagi masyarakat.

Pada momen tersebut, berbagai kegiatan diadakan, seperti ngubek empang, ngaduk dodol, mencuci perabotan, hingga pameran UMKM dan pertunjukan seni budaya.

Selain itu, akan ada pertunjukan Parade Budaya Nusantara, ​Wali Band, ​El Corona, hingga ​Biang Kerok Band di Alun-alun Depok, Grand Depok City (GDC).

“Nyok kita hadirin, ramaiin di medsos,” ajak politisi PKS itu.

“Buah mangga pisang kepok, kita bangga jadi orang Depok,” tutupnya dengan pantun. (m38)

Filosofi Lebaran Depok

Ketua DPRD Depok Ade Supriyatna menjelaskan makna filosofis yang terkandung dalam tradisi yang dilaksanakan pada perayaan Lebaran Depok.

Tokoh muda Depok itu menyebut, tradisi utama dalam Lebaran Depok merupakan pemenuhan kebutuhan dasar para leluhur di masa lalu.

Menurut Ade, filosofi utama Lebaran Depok adalah memastikan terpenuhinya kebutuhan pangan dan sandang bagi seluruh masyarakat.

“Jadi alhamdulillah Lebaran Depok ini filosofinya memenuhi kebutuhan pangan dan sandang,” kata Ade saat menghadiri perayaan Lebaran Depok di Tapos, Depok pada Selasa (5/5/2026).

Pada perayaan Lebaran Depok, terdapat beberapa tradisi yang dilestarikan seperti ngubek empang, ngaduk dodol, andil kebo, nyedeng pasang baju.

“Ngubek empang itu untuk memenuhi kebutuhan ikan, ​ngaduk dodol tradisi pembuatan panganan khas,” ungkapnya.

Baca juga: 140 Perusahaan Bertemu di Inabuyer 2026, Targetkan Transaksi Rp 2,5 Triliun

“​Andil kerbau/ kebo yakni pemotongan hewan untuk memenuhi kebutuhan daging dan ​nyedeng pasang baju itu kegiatan di Alun-Alun untuk memenuhi kebutuhan pakaian (sandang),” sambungnya.

Acara ini menggambarkan nilai-nilai luhur pendahulu masyarakat Depok, yaitu sifat guyub, gotong royong, dan kerja sama.

Dari sudut pandang sosial, puncak acara ditandai dengan tradisi Bawa Rantangan, yang melambangkan bahwa melalui kebersamaan ini.

“Semua lapisan masyarakat dapat merasakan sukacita lebaran dengan kebutuhan yang tercukupi secara merata,” pungkasnya. 

Makna Ngubek Empang di lebaran Depok

Ngubek empang menjadi tradisi masyarakat Depok, Jawa Barat yang masih dijaga kelestariannya turun-temurun.

Pada perayaan Lebaran Depok 2026, ngubek empang digelar di tiga lokasi, yakni wilayah Tapos, Cipayung, dan Sawangan pada Selasa (5/5/2026).

Momen tersebut diikuti oleh ribuan masyarakat, baik anak-anak, para remaja, hingga orang tua. 

Wali Kota Depok Supian Suri menjelaskan, ngubek empang mempunyai makna filosofis yang dalam bagi masyarakat. 

“Sebetulnya lebih kepada tidak lepas apapun itu medianya adalah kegotongroyongan, kebersamaan, silaturahmi, kegembiraan, kita semua menjadi bagian yang sama, sebetulnya itu,” kata Supian.

Meskipun tak semua orang mendapatkan ikan, namun mereka dapat merasakan kebersamaan.

“Mungkin ada yang enggak dapat ikan atau yang mungkin ada yang dapat banyak, tapi kebersamaan menjadi satu ruang yang memang penting hari ini buat bangsa kita, buat kota kita,” ungkapnya.

Baca juga: Berbagi Kebahagiaan, PMI Jaksel Bedah Rumah Kumuh di Pasar Minggu

Sementara itu, Ketua Kumpulan Orang-orang Depok (KOOD), Baba Dahlan menjelaskan, tradisi ini sudah ada pada masyarakat Depok sejak masa kolonial Belanda.

Dalam tradisi ngubek empang, tersimpan banyak pelajaran tentang gotong royong dan kerja keras.

“Kita mau makan enak itu, harus berusaha dulu, berusaha dulu, dan nikmatnya juga beda dari beli,” kata Baba Dahlan di lokasi.

Masyarakat Depok zaman dahulu, membudidayakan ikan bersama-sama di sebuah empang dan akan dipanen mendekati lebaran.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.