PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung membagikan 1.100 life jacket dan 1.100 jas hujan untuk nelayan dan siswa SMA/SMK di Babel.
Pembagian life jacket secara simbolis dilakukan oleh Gubernur Babel Hidayat Arsani dalam acara Sosialisasi, Komunikasi, Informasi, dan Edukasi Rawan Bencana di Provinsi Babel, Rabu (6/5/2026), di Pantai Pasir Padi, Kelurahan Temberan, Kecamatan Bukit Intan, Kota Pangkalpinang.
Hidayat mengatakan, dalam menghadapi bencana alam yang terjadi secara tiba-tiba, diperlukan upaya sosialisasi yang lebih baik ke depan.
"Ini penting mengingat perjuangan para nelayan yang harus bekerja keras demi memenuhi kebutuhan keluarga. Bahkan untuk membeli 1-2 kilogram beras pun membutuhkan pengorbanan nyawa," kata Hidayat.
Dia meminta para nelayan menjaga keselamatan, keamanan, dan kesehatan dalam bekerja.
"Yang harus diutamakan, apabila kondisi cuaca tidak memungkinkan seperti ombak tinggi, maka sebaiknya tidak melaut, terlebih dengan keterbatasan alat yang dimiliki," ujar Hidayat.
Ia juga berharap nelayan dapat terus menjaga kelestarian laut.
"Pemerintah akan terus hadir untuk memberikan dukungan dan perlindungan kepada masyarakat nelayan," katanya.
Lebih lanjut, Hidayat berharap sosialisasi tersebut juga menjadi upaya bersama dalam mencari solusi terbaik bagi nelayan di Pulau Bangka demi kepentingan bangsa dan negara.
"Saya berharap, apabila dalam pelaksanaan masih terdapat kekurangan, hal tersebut dapat kita perbaiki bersama. Saya juga mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana di lingkungan masing-masing," tuturnya.
Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Babel Budi Utama mengatakan, masih banyak nelayan yang memerlukan bantuan sehingga pemerintah memberikan bantuan life jacket.
"Karena di 2025 sampai 2026 awal masih ada nelayan yang kecelakaan laut sehingga kami menyiapkan life jacket atau pelampung sebanyak 1.100 unit dan 1.100 jas hujan," kata Budi.
"Ada 23 titik SMK SMA yang ada di Babel, 12 titiknya untuk desa/kelurahan pesisir ya. Dan satu geopark di Belitung, Kecamatan Sijuk,” ujarnya.
Budi menyebutkan, kepedulian Gubernur Babel tersebut ditujukan kepada para nelayan dan siswa SMA/SMK, yang juga diberikan edukasi dan komunikasi terkait kerawanan bencana.
"Sekarang lagi El Nino, angin kencang, jadi kami memberikan imbauan ke masyarakat untuk pertama tidak keluar rumah pada cuaca ekstrem atau buruk. Sering buka media sosial melihat perkiraan cuaca, tidak di bawah pohon ketika angin kencang," tuturnya. (riu)