BANJARMASINPOST.CO.ID - Erin atau Rien Wartia Trigina mengungkap dampak yang dirasakan keluarganya usai dirinya dituduh menganiaya Asisten rumah tangga (ART).
Mantan istri Andre Taulany itu dilaporkan terkait dugaan penganiayaan terhadap asisten rumah tangga (ART).
Dia merasa terganggu dengan situasi yang terjadi, terutama saat banyak wartawan datang ke rumah untuk meliput kasus tersebut.
“Anak saya terganggulah, ‘Mama ini kenapa ya kok banyak wartawan?’,” ujar Rien kepada awak media ketika ditemui di kawasan Jakarta Pusat, Rabu (6/5/2026).
Menurutnya, kondisi tersebut membuat anaknya kebingungan karena mendapat banyak pertanyaan dari lingkungan sekitar, termasuk dari teman-temannya.
“Teman-temennya jadi nanya, yang harusnya itu sebenarnya fitnahan-fitnahan itu, anak saya jadi terganggu,” lanjutnya.
Baca juga: Tindakan El Rumi pada Irwan Mussry Usai Ahmad Dhani Ngaku Muak ke Maia Estianty: I Love You Daddy
Rien akrab disapa mengaku sempat menjelaskan langsung kepada anaknya terkait tudingan tersebut.
Ia meminta anaknya menilai sendiri kondisi di rumah selama ini.
Dugaan tersebut pun dibantah oleh Erin kepada anak-anaknya
“Saya bilang, ‘Kamu lihat aja, kamu kan yang di rumah, lihat nggak mama melakukan ini? Ada nggak mama teriak-teriak atau marah-marah seperti yang dituduhkan? Nggak ada kan?’,” jelas Erin.
Ia juga membantah keras adanya tindakan kekerasan fisik seperti yang dituduhkan, termasuk penendangan, pemukulan, hingga ancaman menggunakan senjata tajam.
“Apalagi kekerasan fisik, ada penendangan, pukulan, bahkan ancaman dengan senjata tajam, saya rasa itu parah sih,” tegasnya.
Lebih lanjut, Erin menegaskan akan menempuh jalur hukum karena merasa dirugikan atas kasus ini.
“Pokoknya saya dengan kasus ini sudah sangat dirugikan, jadi saya akan menempuh upaya hukum,” katanya.
Ia juga membuka kemungkinan adanya pihak lain di balik laporan tersebut yang diduga ikut mendorong munculnya kasus ini.
“Nanti di proses hukum akan ketahuan apakah si ART ini muncul karena disuruh penyalur atau ada pihak lain yang menyuruh. Satu-satunya jalan untuk membuktikan semuanya ya lewat proses hukum,” pungkas Erin.
Erin mengungkapkan sejumlah perilaku asisten rumah tangganya (ART), Hera yang membuatnya kesal.
Perselisihan antara Erin dan Hera menjadi sorotan publik setelah sang ART melaporkan dugaan penganiayaan fisik yang diduga terjadi pada 28 April lalu, ke Polres Metro Jakarta Selatan.
Tak lama setelah itu, Erin melaporkan balik atas kasus dugaan pencemaran nama baik dan fitnah ke Polres Metro Jakarta Selatan pada 30 April 2026.
Dua laporan ini masih terus bergulir dan didalami oleh pihak kepolisian.
Setelah membantah tuduhan penganiayaan, Erin kini membeberkan perilaku Hera yang sangat tak bisa dia terima.
Selain bikin konten isi rumah hingga pakai baju anak, Erin menyebut kinerja sang ART tidak profesional sejak awal bekerja.
Wanita berdarah Minang ini pun memastikan dirinya akan membuktikan fakta yang sebenarnya terjadi di rumahnya.
"Banyak sebenarnya, semuanya akan saya buktikan," kata Erin, dikutip dari YouTube Grid ID, Rabu (6/5/2026).
Erin juga kesal dengan Hera karena tak segera menyelesaikan pekerjaannya.
Menurutnya, sang ART sering menunda pekerjaan rumah.
"Contohnya misalnya cucian baju, sprei itu udah dua minggu saya tanyakan ini ke mana ini sprei?" ungkap Erin.
"'Kok belum ditaruh ke bawah, belum ditaruh lemari'. Terus, 'Oh iya bu, saya belum kerjain ini masih ditumpuk'. Jadi memang sudahlah banyak kerjaan."
"Dan saya ada bukti-bukti videonya itu di rumah kerjaannya dia seperti apa," paparnya.
Sementara itu, perlakuan keji yang diduga dilakukan Erin dibongkar oleh sang ART.
Penyalur ART, Nia Damanik mengungkap bahwa Hera sempat menghubungi dirinya di hari kejadian mendapat perlakuan tak menyenangkan dari Erin.
Saat itu, Hera meminta bantuan lantaran kepalanya dipukul menggunakan sapu.
"Kemarin itu kan jam 3 sore tuh, saya ditelepon kan, dia bilang gini 'Halo, kak', katanya 'Apa?' 'Tolongin saya'."
"'Dipukul apanya?' 'Kepala saya dipukul pakai sapu'," bebernya, dikutip dari YouTube Cumicumi, Kamis (30/4/2026).
Tak langsung percaya dengan pengakuan Hera, Nia pun menanyakan kesalahan yang telah dilakukan ART tersebut.
Berdasakan keterangan Hera, ia menerima dugaan penganiayaan hanya karena telat menutup jendela.
"Terus saya bilang 'Bikin salah apa neng?' Katanya 'Enggak bikin salah',' kata Nia Damanik.
"'Entah cuman gara-gara telat nutup jendela' katanya," sambungnya.
Kasus ini bermula dari viralnya akun Threads @niadamanik7 yang mengunggah kisah jika seorang wanita yang diduga adalah ART Erin setelah mendapatkan perlakuan kekerasan.
Usai viralnya tudingan tersebut, Erin memberikan bantahannya.
Erin mengaku memiliki bukti-bukti terkait tudingan tak berdasar yang ditujukan ke dirinya.
"Saya sudah mengetahui apa yang dilaporkan oleh penyalurnya itu dan saya punya bukti bukti semuanya, saya akan melaporkan balik," ucap Erin, dikutip dari YouTube Intens Investigasi, Kamis (30/4/2026).
Pada Rabu (29/4/2026) malam, Erin ditemani kuasa hukumnya mendatangi Polres Metro Jakarta Selatan melaporkan balik atas dugaan pencemaran nama baik.
"Kita melaporkan karena adanya pencemaran nama baik dan fitnah dari klien kami yang mana dalam hal ini Mbak Erin," kata kuasa hukum Erin, Siti Hajar.
Ia membantah soal tudingan melakukan kekerasan terhadap ART.
Erin pun disebut menjadi korban fitnah dari akun tersebut.
"Dia dikatakan sebagai orang yang melakukan penganiayaan kekerasan, padahal tidak benar itu semua."
"Karena sesungguhnya justru menjadi korban dari fitnah dan pencemaran nama baik yang dilakukan dalam hal ini diduga oleh penyalurnya yang menurut cerita adalah disampaikan oleh ART-nya," ujarnya.
(Banjarmasinpost.co.id/Tribunnews.com)