TAMPANG Oknum TNI Ngamuk hingga Hancurkan Warung Madura gegara Qris Rp 1.000 di Kemayoran
Yogi Putra Anggitatama May 06, 2026 06:57 PM

- Oknum TNI diduga terlibat perselisihan dengan pemilik toko kelontong di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Minggu (3/5/2026).

Dalam video yang beredar, terlihat oknum mengacak-acak sebuah toko bernama “Adi Jaya” hingga menimbulkan keributan.

Kondisi di lokasi memperlihatkan barang dagangan seperti galon dan dus berserakan hingga ke jalan.

Peristiwa ini sempat membuat arus lalu lintas tersendat.

Warga yang berada di lokasi tampak berusaha melerai sejumlah pria untuk mencegah keributan semakin meluas.

Petugas Babinsa kemudian mengamankan seorang pria guna menghindari potensi amukan massa.

Menurut penuturan warga sekitar, Maya (40), peristiwa ini bermula saat seorang anggota TNI AD membeli rokok di toko tersebut.

Pria itu hendak membayar menggunakan QRIS karena tidak membawa uang tunai.

Penjaga toko menjelaskan bahwa pembayaran melalui QRIS dikenai biaya admin Rp1.000.

Namun, pria tersebut justru terlibat cekcok hingga marah kepada penjaga toko.

Ia kemudian mengaku sebagai anggota satuan militer dan meminta penjaga toko agar tidak macam-macam kepadanya.

Salah satu penjaga toko kemudian berteriak hingga terjadi kontak fisik dengan oknum TNI tersebut.

Oknum tersebut lalu mengajak rekan-rekannya datang ke toko setelah sebelumnya diduga kembali ke markasnya.

Tak lama kemudian, terjadi pengeroyokan yang berujung pada aksi perusakan warung.

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad), Kolonel Inf Donny Pramono, merespons insiden ini.

Ia menyebut kronologi bermula dari kesalahpahaman yang kemudian mengakibatkan anggota TNI AD terluka.

(*)

https://megapolitan.kompas.com/read/2026/05/05/16300931/anggota-tni-disebut-acak-acak-warung-di-jakpus-perkara-admin-qris-rp-1000?page=all#page3

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.