Alasan Duel Persija vs Persib Gagal Digelar di Jakarta, Ada Ancaman Keamanan Selama May Day
Sasongko Dwi Saputro May 06, 2026 07:33 PM

MUHAMMAD ALIF AZIZ MARDIANSYAH/BOLASPORT.COM
Ketua Panitia Pelaksana Persija Jakarta, Tauhid Indra Sjarief atau kerap disapa Bung Ferry, sedang memberikan keterangan kepada awak media di Gedung Presisi Baintelkam Polri, Jakarta Selatan, Rabu (6/5/2026).

BOLASPORT.COM - Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) Persija, Ferry Indrasjarief buka suara soal laga lawan Persib Bandung yang gagal digelar di Jakarta.

Duel Persija vs Persib gagal digelar di Jakarta, baik di Stadion Utama Gelora Bung Karno atau Jakarta International Stadium.

Stadion Segiri, Samarinda resmi menjadi venue laga derbi terbesar di Indonesia tersebut.

Persija Jakarta memperpanjang kegagalan menggelar laga kandang kontra Persib Bandung di rumah sendiri.

Terakhir kali laga digelar di Jakarta tersaji pada Liga 1 2019 atau tujuh tahun yang lalu.

Jadwal kickoff tidak berubah yaitu Minggu (10/5/2026) pukul 15.30 WIB.

Ferry Indrasjarief mengaku pihaknya sudah bekerja keras untuk memperjuangkan duel di Jakarta.

Namun, usai berkonsultasi dengan semua stakeholder, termasuk pihak kepolisian, duel Persija vs Persib dilarang digelar di Jakarta.

Usai dilarang main di Jakarta, Persija menyerahkan nasib ke I.League.

I.League mencari stadion yang bersedia menggelar di sekitar Pulau Jawa dan sudah menemukan dua kandidat, yaitu Jepara dan Surabaya.

Sayangnya, pihak keamanan melarang laga digelar dengan kehadiran suporter selama diainkan di Pulau Jawa. 

"Begini, Pak Kapolda, Wakapolda dengan segala macam timnya itu waktu beberapa hari yang lalu sempat datang ke Balaikota untuk berdiskusi berdialog dengan Gubernur," ujar Ferry Indrasjarief.

"Dan dari situ akhirnya keluar keputusan bahwa kita tidak boleh menyelenggarakan pertandingan di Jakarta."

"Nah, kemudian saya laporkan ini ke liga. Liga kemudian mencari stadion yang kosong dan mereka bilang bahwa ada dua tempat pilihan di Jepara atau di Surabaya."

"Nah, dengan pertimbangan saya untuk kepentingan tim, karena kalau Surabaya dekat dengan bandara, saya pikir saya akan pilih Surabaya dan kemudian saya berkoordinasi di sana."

"Ketika kita sudah koordinasi di sana ternyata di sana semuanya siap, Panpel bahkan pihak Persebaya Bonek juga siap bantu gitu. Tapi ternyata kita boleh menggelar di sana tanpa penonton."

"Dan setelah saya komunikasi dengan liga, ternyata memang kalau kita masih di Pulau Jawa itu semuanya tanpa penonton, tidak akan mendapatkan izin dengan penonton," imbuhnya.

Gagal digelar di Pulau Jawa, Persija mencoba mendekati Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali sebagai venue baru.

Sayangnya, ada duel Bali United vs Borneo FC yang digelar sehari setelah duel Persija vs Persib.

Karena Borneo FC tidak memainkan laga kandang, Persija pun mencoba mendekati pengelola Stadion Segiri dan akhirnya diperbolehkan menggelar di Samarinda.

"Kemudian kita coba ada usulan di Bali, tapi Bali jelas nggak bisa. Tadi sudah dibilang ya tanggal 11 mereka tanding, tanggal 10 mereka OT. Kalau kita pakai tanggal 10 mereka nggak bisa OT. Nah, saya tanya sama pihak Bali, "Kalian tanding sama siapa?" Tanding sama Borneo," ujar Ferry.

"Oh, berarti Borneo nggak dipakai dong stadionnya? Itulah kemudian pertimbangannya saya coba izin untuk coba kontak Borneo."

"Nah, saya izin ke sana dan ternyata dari sana ya silakan saja kalau memang mau dipakai. Saya coba tanya ke pihak kepolisian, kalau memang kalian bisa menyelenggarakan di Samarinda dipersilakan saja, pihak kepolisian juga akan bantu perizinannya dengan penonton. Jadi itu sejarahnya kenapa sampai kita akhirnya menetapkan di Samarinda gitu," imbuhnya.

Pihak Panpel mengaku masalah utama kegagalan laga Persija vs Persib digelar di Jakarta ada di isu keamanan.

Menurut pihak keamanan, ada potensi kericuhan yang meluas selama bulan Mei selama dimainkan di Jakarta.

"Keamanan. Keamanan. Kan tadi sudah dibilang ya bahwa setelah May Day maka akan ada di... ada indikasi akan ada lagi kemungkinan mereka khawatir seperti itu," ujar mantan Ketua Umum The Jakmania tersebut.

"Iya, dengan situasi yang... kan kemarin ada kejadian di Bandung kan, ada seratus orang lebih yang ditangkap. Mungkin dari hasil interogasi itu mereka menganggap bahwa Jakarta rawan," tutupnya.

 
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.