Laporan Wartawan TribunJatim.com, Anggit Pujie Widodo.
TRIBUNJATIM.COM, JOMBANG - Sebanyak 528 Calon Jamaah Haji (CJH) asal Kabupaten Jombang diberangkatkan menuju Tanah Suci pada Rabu (6/5/2026) dari Pendopo Kabupaten Jombang.
Sejak pukul 15.30 WIB sore, lokasi sekitar Pendopo Kabupaten Jombang sudah dipenuhi para jamaah yang dihantarkan oleh keluarganya.
Isak tangis pun tak terbendung dari keluarga yang melepas kepergian sanak keluarga mereka menjual Tanah Suci menjalan ibadah haji.
Para keluarga yang mengantar, hanya bisa melepas kepergian sanak keluarga mereka sampai batas pagar masuk pendopo.
Sementara para calon jamaah haji yang membawa koper dibantu oleh petugas kepolisian, Satpol PP, serta Dishub Jombang, menuju bus yang sudah siap diberangkatkan ke Asrama Haji, Sukolilo, Surabaya.
Baca juga: Kisah Petani Lansia di Sidoarjo, Rela Menabung Selama 17 untuk Berangkat Haji
Pemberangkatan hari ini terbagi dalam dua kelompok terbang (kloter), yakni kloter 60 dan kloter 61.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Jombang, Ilham Rohim, menjelaskan total CJH asal Jombang tahun ini mencapai 1.263 orang. Dari jumlah tersebut, pemberangkatan dilakukan secara bertahap sesuai jadwal kloter.
"Untuk hari ini yang berangkat sebanyak 528 jamaah dari kloter 60 dan 61," ucapnya saat dikonfirmasi Tribunjatim.com di Pendopo Kabupaten Jombang.
Namun, pada pemberangkatan hari ini terdapat dua jamaah yang menunda keberangkatan. Penundaan dilakukan karena alasan kesehatan.
Baca juga: 350 Calon Jemaah Haji Jember Masuk Kategori Risiko Tinggi
"Tadi pagi ada dua jamaah yang menyatakan tunda. Salah satunya karena dinyatakan tidak memenuhi syarat kesehatan, sehingga keberangkatannya ditunda ke tahun depan," kata Ilham.
Secara keseluruhan, terdapat delapan CJH Jombang yang menunda keberangkatan pada musim haji tahun ini.
Enam di antaranya karena sakit, sementara dua lainnya merupakan pasangan suami istri yang memilih menunda karena salah satu tidak dapat berangkat.
Selain itu, Ilham juga mengimbau seluruh jamaah agar menjaga kondisi fisik selama menjalankan ibadah di Tanah Suci, mengingat cuaca ekstrem yang diperkirakan terjadi.
"Kami mengimbau jamaah untuk menjaga kesehatan, mengatur pola makan, cukup istirahat, serta mengenali kondisi di Makkah. Dengan cuaca ekstrem, jamaah harus mengantisipasi dehidrasi dengan banyak minum air dan tidak memaksakan aktivitas," pungkas Ilham.
Ia berharap seluruh jamaah dapat menjalankan rangkaian ibadah haji dengan lancar dan maksimal hingga puncak pelaksanaan di Tanah Suci.
Muhammad Firzam Balyaman (31) Calon Jamaah Haji (CJH) dari Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang menyampaikan
Persiapan yang jelas secara fisik dan mental.
"Secara fisik, ya mulai melatih dengan jalan kaki, kemudian olahraga ringan-ringan, karena memang haji itu di ibadahnya dominan fisik," ungkap Firzam.
Selain itu, pendalaman materi mengenai amaliah ibadah haji terus diperkuat agar jemaah semakin yakin dengan keabsahan ibadah mereka nantinya.
"Pendalaman Amaliah ibadah haji juga, supaya nanti saat disana keabsahan ibadah bisa semakin lengkap," katanya.
Adapun barang yang dipersiapkan sama seperti jamaah haji yang lain, selain obat-obatan yang memang setiap orang bisa berbeda.
"Ada obat-obatan, itu yang penting," ungkapnya.
Firzam sendiri sudah menunggu berangkat ke tanah suci 17 tahun lamanya. Semenjak masuk SMA, ia didaftarkan orang tuanya berangkat ke tanah suci meskipun saat itu usianya masih remaja.
Tak terasa lama menunggu, pada akhirnya, di tahun 2026, akhirnya ia bisa berangkat menjadi tamu Allah SWT bersama sang istri.
"Alhamdulillah bisa menjadi tamu Allah SWT, sebuah kehormatan yang harus selalu saya syukuri setiap waktu," pungkas Firzam.