Laporan Wartawan TribunJatim.com, Ahsan Faradisi
TRIBUNJATIM.COM, PROBOLINGGO - Pengurus Cabang Gerakan Pemuda GP Ansor Kota Probolinggo melakukan tabayyun ke DPRD Kota Probolinggo pada Rabu (6/5/2026)
Tabayyun itu perihal kebijakan Walikota Probolinggo dr. Aminuddin perihal insentif guru ngaji dipangkas dari Rp500 ribu jadi Rp250 ribu, Biaya Operasi Sekolah Daerah (BOSDA) dari Rp29 miliar yang ditiadakan dan gaji RT dan RW sebesar Rp1 juta.
Ketua PC GP Ansor Kota Probolinggo Salamul Huda mengatakan, jika tabayyun dilakukan karena memang kebijakan Walikota Probolinggo tidak sesuai dengan janji politiknya saat momen pemilu.
"Salah satu janji politik Walikota menyejahterakan guru ngaji sebagai pengayom dan pendidik moral anak bangsa. Tapi nyatanya, bukan kesejahteraan yang diterima, malah insentif guru ngaji dipangkas," kata Salam.
Baca juga: PMII Probolinggo Demo Pemkot Soroti BOSDA hingga Gaji Guru, Wali Kota Enggan Teken Pakta Integritas
"Kemarin juga saat didemo mahasiswa, Walikota juga menyampaikan jika insentif guru ngaji ada yang Rp800 ribu, padahal dalam peraturan maksimal Rp500 ribu. Ini sudah salah dan fatal," imbuhnya.
Tak hanya itu, lanjut Salam, memangkas insentif guru dan menambah gaji RT dan RW dari Rp400 ribu jadi Rp1 juta menunjukkan Walikota Probolinggo sudah ingkar dengan janji politiknya.
"Maka dari itu kami melakukan tabayyun kepada DPRD Kota Probolinggo untuk ikut memperjuangkan hak-hak guru ngaji. Kami tidak ada kepentingan, hanya ingin menghargai perjuangan guru ngaji," pungkasnya.
Baca juga: Polres Probolinggo Kota Bongkar Kasus Penyelundupan Satwa Dilindungi dari Maluku
Sementara Ketua DPRD Kota Probolinggo Dwi Laksmi Syntha Kusumawardhani menyebut, dari tabayyun bersama Ansor Kota Probolinggo, pihaknya termasuk dengan Ketua Komisi sepakat untuk sama-sama ikut mengawal BOSDA dan lain-lainnya.
"Nanti melalui PAK 2026 dan APBD 2027 untuk memberi honor kepada guru ngaji di RA, MTS dan MI. Untuk guru ngaji, insyaallah kami akan kembalikan honornya sebesar Rp500 ribu," ujar Syntha.
"Kalau untuk insentif guru ngaji yang sampai Rp800 ribu itu kami tidak tahu, tapi nantinya akan kami selidiki. Jadi kami pastikan lagi kedepannya, kami akan berada di depan, belakang dan samping Ansor Kota Probolinggo untuk mengawal ini," tutupnya.