Tabrakan Bus ALS vs Truk Tangki BBM, 2 dari 16 Korban Tewas adalah Awak Tangki
Dewi Agustina May 06, 2026 08:38 PM


TRIBUNNEWS.COM, MURATARA - Dua dari total 16 korban tewas akibat kecelakaan Bus ALS dengan truk tangki di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Kelurahan Karang Jayo, Kecamatan Karang Jayo, Kabupaten Muratara, Sumsel, Rabu (6/5/2026) siang merupakan awak dari truk tangki BBM.

Berdasarkan sumber kepolisian di lapangan, pengemudi mobil tangki Seleraya, Yanto dan penumpangnya, Martini.

Keduanya dilaporkan tewas terbakar di dalam setelah kendaraan mereka dihantam bus ALS yang keluar jalur.

Sementara para korban dari bus ALS hingga kini identitasnya masih dalam proses identifikasi  pihak kepolisian.

Baca juga: Kronologi Bus ALS Tabrakan di Muratara, Dua Kendaraan Ludes Terbakar, 16 Orang Tewas

Korban meninggal paling banyak dari Bus ALS yakni sebanyak 14 orang.

Informasi yang dihimpun Tribun Sumsel, penumpang selamat ada 4 orang, 3 di antaranya mengalami luka bakar serius dan satu orang lecet-lecet.

Mereka kini menjalani perawatan di Puskesmas Karang Jaya.

 

 

Kronologi Kecelakaan

Kasat Lantas Polres Lubuklinggau, AKP M Karim, membenarkan kejadian tersebut.

Polisi masih berada di lapangan melakukan identifikasi.

"Iya benar ada kecelakaan, kita sekarang masih berada di lapangan," ujarnya.

Peristiwa tragis ini bermula saat bus ALS yang melaju dari arah Lubuklinggau menuju Jambi diduga hilang kendali dan masuk ke jalur berlawanan. 

Di saat bersamaan, muncul mobil tangki R6 Seleraya dari arah berlawanan (Jambi menuju Lubuklinggau).

Karena jarak yang sudah terlalu dekat, tabrakan hebat tidak dapat terhindarkan. 

Benturan keras tersebut memicu kobaran api yang dengan cepat menghanguskan kedua kendaraan besar tersebut serta satu unit sepeda motor yang berada di lokasi.

Pihak kepolisian telah mengamankan tempat kejadian perkara (TKP) dan mencatat sejumlah barang bukti yang seluruhnya dalam kondisi hangus terbakar:

  • 1 Unit Mobil Tangki Seleraya (Kondisi terbakar).
  • 1 Unit Mobil Bus ALS (Nomor polisi belum diketahui, kondisi terbakar).
  • 1 Unit Sepeda Motor (Nomor polisi belum diketahui, kondisi terbakar).

Rekaman Video Beredar

Berdasarkan rekaman video amatir yang dibagikan akun Facebook Wak Peci Harahap Labusel, api melalap habis seluruh badan bus dengan sangat cepat.

Diketahui, bus ALS tersebut menabrak sebuah mobil tangki minyak yang diduga melintas dari arah Kabupaten Muratara menuju Kota Lubuklinggau.

Setibanya di lokasi kejadian, kedua kendaraan tersebut terlibat tabrakan hebat.

Tumpahan minyak dari mobil tangki diduga langsung menyambar kedua kendaraan hingga memicu kebakaran besar.

Dalam video berdurasi 9 menit 35 detik tersebut, terlihat kobaran api raksasa disertai asap hitam tebal yang membumbung tinggi ke langit.

Suasana di tengah jalan lintas tersebut berubah menjadi sangat mencekam, ditambah dengan beberapa kali suara ledakan kecil yang diduga berasal dari ban atau tangki bahan bakar bus.

Kerumunan warga tampak menyaksikan kejadian dari jarak aman di pinggir jalan dan area perkebunan sawit sekitarnya.

Tidak sedikit warga yang syok melihat armada transportasi legendaris itu ludes hanya dalam hitungan menit.

"Coba telepon PLN, telepon Damkar!" teriak salah seorang warga di lokasi kejadian.

Perekam video juga terdengar memberikan informasi mengenai situasi tersebut.

"Di Karang Jaya, kejadian mobil bertumburan (tabrakan) langsung kebakaran," katanya.

Bahkan, suasana makin dramatis saat terdengar suara kekhawatiran mengenai nasib para penumpang.

"Penumpangnya hampir kena bakar semua, tidak dapat turun," sambungnya dengan nada panik.

"Aduh, kepala manusia itu!" ujar warga lain yang menyaksikan api menghanguskan kendaraan.

Di lokasi, beberapa barang bawaan penumpang tampak berserakan di aspal jalan karena tidak sempat dievakuasi akibat api yang menjalar terlalu cepat.

Terlihat pula tumpahan buah-buahan dari sejumlah karung yang pecah.

Sejumlah warga setempat mencoba tetap berada di jarak aman, sementara yang lain sibuk mendokumentasikan kejadian tersebut.

Terlihat pula petugas lapangan yang mengenakan rompi keselamatan oranye dan helm kuning sudah berada di area lokasi untuk melakukan penanganan serta pemantauan kondisi terkini di lapangan.

(Tribun Sumsel/Eko Hepronis) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.